.

.
.

Selasa, 06 Januari 2015

Merekam Kinerja Kepemimpinan HBA–Fachrori Umar


Gubernur Jambi Hasan Basri Agus memberikan pemotong padi kepada petani di Muarojambi baru-baru ini. Foto Asenk Lee Saragih.

Capaian RPJMD Pemprov Jambi Semakin Baik

Memasuki tahun 2015 ini, merupakan tahun akhir kepemimpinan H Hasan Basri Agus (HBA) dan Fachrori Umar sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi. Selama 4 tahun  kinerjanya kini membuahkan hasil yang cukup positif. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pertumbuhan ekonomi Jambi. Klik Juga di (http://harianjambi.com/berita-merekam-kinerja-kepemimpinan-hbafachrori-umar.html)

R MANIHURUK, Jambi

Hal tersebut terungkap dari capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi, yang hampir seluruh indikator mencapai peningkatan. Dari peningkatan tersebut, tidak berlebihan jika dikatakan capaian RPJMD Pemerintah Provinsi Jambi semakin baik.

Berikut data-data capaian RPJMD Pemerintah provinsi Jambi yang dipaparkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi, Sri Sapto Eddy, dalam  4 Tahun berlalu Kepemimpinan HBA–Fachrori Umar pada Agustus 2014 lalu.


Dalam kesempatan itu, dimana diterangkan beberapa program dan prioritas. Misalnya, prioritas 1, yakni  meningkatkan kualitas ketersediaan infrastruktur pelayanan umum. Jalan status jalan Provinsi Jambi kondisi mantap (sedang + baik) meningkat, dari 68,98% tahun 2010 menjadi 74,82% tahun 2014.

Berikutnya, jalan status jalan nasional di Provinsi Jambi kondisi mantap (sedang + baik) meningkat dari 744,6 Km (79,51%) tahun 2010 menjadi 901,5 Km (96,26%). Persentase rumah tangga (kota + desa) dengan akses berkelanjutan terhadap sanitasi meningkat, dari 51,98% tahun 2010 menjadi 53,70% tahun 2013.

Peningkatan rasio elektrifikasi, 49,59% pada tahun 2010 menjadi 67,11% pada tahun 2013, pertambahan jumlah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), dari 9 unit pada tahun 2010 menjadi 14 unit pada tahun 2013.

Selanjutnya prioritas 2 yakni pendidikan dan kesehatan serta sosial budaya. Indikator keberhasilan tersebut, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat, dari 72,74 pada tahun 2010 menjadi 73,3 pada tahun 2012, Angka Partisipasi Murni (APM) SD meningkat dari 95,61 pada tahun 2010 menjadi 96,56 pada tahun 2013.

APM SMP meningkat dari 66,91% pada tahun 2010 menjadi 69,28 pada tahun 2013, APM SMA meningkat dari 45,31 menjadi 48,73 tahun 2013, APM Perguruan Tinggi meningkat dari 10,12 pada tahun 2010 menjadi 12,89 tahun 2013.
Berikutnya angka kematian ibu melahirkan menurun, dari 78% pada tahun 2010 menjadi 58% tahun 2013. Angka kematian bayi berdasarkan SDKI 2007 dan 2012 menurun, dari 39 pada tahun 2007 menjadi 24 menjadi 2012.

Untuk prioritas 3 yakni Ekonomi Rakyat, Investasi dan Kepariwisataan. Yakni, peningkatan investasi berupa Penanaman modal Dalam Negeri (PMDN) dari Rp 19,93 triliun pada tahun 2012 menjadi Rp 21,32 triliun pada tahun 2013.

Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dalam bentuk rupiah meningkat, dari Rp 7,45 triliun meningkat menjadi Rp 7,72 triliun pada tahun 2013. Jumlah koperasi meningkat, dari 3.275 pada tahun 2010 menjadi 3.566 pada tahun 2013, dan dari jumlah tersebut, jumlah koperasi yang melaksanakan Rapat Anggaram Tahunan (RAT) meningkat, dari 902 pada tahun 2010 menjadi 1.152 pada tahun 2013.

Bertambahnya jumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dari 65.245 tahun 2010 menjadi 81.552 pada tahun 2013. Dari jumlah UMKM tersebut, penyerapan tenaga kerja meningkat, dari 104.042 orang pada tahun 2010 menjadi 153.761 orang pada tahun 2013.

Kemudian nilai investasi dari Industri Kecil, menengah, dan Besar (IKMB) meningkat, dari Rp14,43 triliun pada tahun 2012 menjadi Rp15,21 triliun pada tahun 2013, dan penyerapan tenaga kerjanya juga meningkat, dari 95.977 orang pada tahun 2012 menjadi 101.923 pada tahun 2013.

Jumlah industri pariwisata meningkat, dari 658 pada tahun 2010 menjadi 788 pada tahun 2013. Selain itu, jumlah wisatawan juga meningkat, dari 965.511 pada tahun 2010 menjadi 1.444.049 pada tahun 2013. Prioritas 4 yakni Ketahanan Pangan dan Sumber Daya Alam serta Lingkungan Hidup, yakni ketersediaan Energi per Kapita mengalami penurunan, dari 3.224 Kkal/Kap/hari pada tahun 2010 menjadi 3.186 Kkal/Kap/hari pada tahun 2013.

Produksi padi (Kw/Ha) meningkat, dari 40,86 pada tahun 2010 meningkat menjadi 43,41 pada tahun 2013. Kenaikan produksi padi ini terjadi karena adanya peningkatan produktivitas sebesar 1,35 kwintal per hektar atau 3,23%, serta didukung oleh peningkatan luas panen sebesar 9.328 hektar atau 6,24%.

Jumlah hotpot bertambah, dari 623 pada tahun 2010 menjadi 1.550 pada tahun 2013, dan 173 pada maret 2014. Disamping itu, Gubernur Jambi menerima penghargaan dari presiden Republik Indonesia sebagai provinsi penyusun Status Lingkungan Hidup terbaik (SLHD) terbaik I tahun 2012, diterima di Jakarta pada 10 Juni 2013.

Untuk prioritas 5 yakni Penataan Tata Pemerintahan yang Baik. Yakni Pemerintah Provinsi Jambi meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun 2012 dan tahun 2013 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus dianugerahi Pena Emas dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), pada 1 Juli 2013 serta APBD Provinsi Jambi yang naik drastis, dari Rp1,488 triliun pada tahun 2010 menjadi 3,265 triliun pada tahun 2014.

Pembangunan Jembatan Pedestrian dan Gentala Arasy kini sudah rampung. Pembangunan ini selesai pada tahun anggaran 2014. Selanjutnya, pembangunan Pasar Angso Duo telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Angso Duo pada 27 Juni 2014, Jambi Bisnis Center, dimana Perda pembangunan Jambi Bisnis Center telah disetujui oleh Pemerintah Provinsi jambi dan DPRD Provinsi Jambi.

Berikutnya, Ujung Jabung dimana telah dilakukan pelebaran dan pembukaan trase jalan dari Desa Sungai Rambut ke Ujung Jabung pada tahun anggaran 2013 (43 km). Sealin itu, program Samisake, dimana jumlah Rumah Tangga Sangat Miskin berkurang, dari 34.180 pada tahun 2010 menjadi 14.600 pada tahun 2013.

Realisasi bedah rumah 19.281 unit sampai dengan Juni 2014, realisasi sertifikat tanah gratis 501 sampai Juni 2014, jumlah penerima beasiswa meningkat, dari 6.176 pada tahun 2010 menjadi 17.390 siswa pada tahun 2013.

Penerima bantuan permodalan Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM) Samisake meningkat, dari 500 KK pada tahun 2010 menjadi 1.578 KK pada tahun 2013, penerima Jamkesmasprov meningkat, dari 3.654 kasus pada tahun 2011 menjadi 16.892 kasus pada tahun 2013 serta bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah meningkat, dari 16 unit pada tahun 2011 menjadi 124 unit pada tahun 2013. Sementara kendaraan roda enam untuk pengangkut sampah sebanyak 18 unit pada tahun 2011. (*/lee)



Tidak ada komentar: