.

.
.

Sunday, 4 May 2014

Doa Bersama di SMP 8 Jelang UN


Kepala Sekolah SMP 8 Kota Jambi  beserta Ketua Paniti UN SMP 8 Kota Jambi beserta guru-guru-Foto-foto Kaharuddin.




Jelang pelaksanaan ujian nasional (UN) yang akan dilaksanakan pada Senin 5 Mei mendatang, sejumlah sekolah melakukan tradisi mulai dari basuh kaki ibu hingga doa bersama. Hal itu dilakukan guna penguatan mental spritual siswa dalam menghadapi UN mendatang.

KAHARUDDIN, Jambi

Seperti yang dilakukan SMP N 8 Kota Jambi dengan mengadakan Do'a bersama yang diadakan dilapangan sekolah SMP N 8 Kota Jambi, Jumat (2/5/14). Do'a dan Yasinan bersama yang diikuti oleh semua siswa yang ada SMP N 8 Kota Jambi.

Kepala Sekolah SMP N 8 Kota Jambi, Yusmaida Spd mengatakan, dalam menempuh ujian nasional pihaknya sudah mempersiapkan semuanya mulai dari soal administrasi pembayaran ujian hingga persiapan teknis telah dipersiapkannya.

“Kita melakukan Do'a bersama untuk kelan
caran melaksanakan ujian nasional yang akan diselenggarakan pada 5 Mei mendatang,” katanya.

Dia melanjutkan, untuk persiapa ujiannya pihaknya telah mempersiapkannya dari awal siswa naik kelas 9 dengan cara memberikan pelajaran tambahan dan melakukan les setelah pulang sekolah. 

Tetapi yang paling intenya persiapan ujian dimulai dari bulan Januari.  Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman siswa terhadap soal-soal yang akan diujiankan nantinya. “Dari awal naik kelas 9 siswa sudah biasakan dengan pengenalan soal kepada siswa untuk modal untuk ujian nasional,” katanya.

Selain itu pihaknya juga telah mempersiapkan 12 lokal yang akan dijadikan tempat ujian nasional. Dalam setiap lokal tidak boleh lebih dari 20 siswa per lokal dan saat ini pihaknya telah sesiap 100 persen untuk melakukan ujian nasional. 

Untuk pembayaran ujiannya semua telah diselesaikan oleh siswa, tidak adalagi kendala untuk melakukan ujian nasional. “Persiapan kita suda seratus persen dalam persiapanya, semua telah kita persiapkan dengan sebaik mungkin,” katanya.

125 Siswa

Jumlah siswa yang akan mengikuti ujian di SMP N 8 Kota Jambi berjumlah 125 siswa dan lokal yang disiapkan sebanyak 12 lokal. Selain itu nomor persta juga telah disiapkan, undangan untuk pengawas juga telah disiapkan dan berkenaan dengan persiapan ujian yang lainya. 

Soal persiapan tersebut pihaknya juga mempersiapkan mental siswanya untuk menghadapi ujian. “Kita melakukan bimbingan belajar dan melakukan tryout sebanyak dua kali," katanya.

Pihaknya berharap dengan upaya yang telah dilakukan dapat mencapai hasil yang maksimal dan target lulus seratus persen pun tercapai. Dan pihaknya berharap siswa-siswinya dapat mengisi soal ujian dengan baik, dan benar meski soal tidak jawab benar secara keseluran namun pihaknya berharap siswaanya dapat mengisi benar lebih dari separuh soal yang ada. “Kita berharap siswa-siswa kita bisa lulus seratus persen," katanya.

Sementara itu, Ketua UN SMP N 8 Kota Jambi, Isnaini Spd mengatakan, pihaknya telah menyiapkan semua yang berkaitan dengan ujian dari pembuatan surat untuk pengawas. 

Pembuatan nomor ujian siswa dan no meja siswa yang akan di tempati siswa saat melaukukan ujian nasional. “Persiapan telah kita siapkan semuanya tinggal menunggu hari pelaksanaannya saja, dan Insya Allah kita suda persiapakan semuanya," katanya.

Dia menambahkan, untuk penjemputan soal pihaknya mengatakan, soal akan dijemput pada hari pelaksanaan di kantor Dinas Pendidikan Kota Jambi oleh kepala sekolah karena soal tidak diantarkan kesekolah oleh Dinas Pendidikan jadi pihak sekolah harus menjemput sendiri saol ujiannya.
“Kalau yang menjemput saol ujian nasional ya kepala sekolah dan nantinya akan memdapat pengawalan dari kepolisian,” katanya.

Sementara itu  Kepala Dinas Penedidikan Kota Jambi, M Rifai Mpd mengatakan, persiapan ujian nasional untuk teingkat SMP sderajat sudah siap sertus persen pihaknya tinggal menunggu pendistribusian soal dari Dinas Pendidikan provinsi. 

Selain itu pihaknya juga telah mendatangi sekolah SMP untuk memastikan kesiapannya dalam melaksanakan ujian nasional. “Kita juga sudah turun kesekolah-sekolah tingkat SMP untuk memastikan kesiapan mereka," katanya.

Dia memambahkan, soal ujian yang diperkirakan akan sampai ke Dinas Pendidikan Kota Jambi pada hari minggu jam 10, dan pihaknya telah mempersiapkan panitia penerima soal yang bertujuan untuk menerima soal pada saat soal ujian nasional tiba. 

Pihaknya juga telah menyediakan panitia untuk jaga malam untuk menjada soal ujian nasional. Setelah soal sampai pihaknya persama pengawas dan pihak terkait akan membuka soal tersebut secara simbolis dan akan di resmikan oleh Walikota Jambi.

“Pada malam seninnya kita akan mengadakan pembuakan secara simbolis soal ujian yang diresmikan oleh bapak Walikota Jambi dan instansi terkait,” ujarnya.

Dia melanjutkan, selain itu ada juga panitia yang ditugaskan untuk menunggu kepala sekolah SMP N maupun SMP swasta pada saat pengambilan soal. Pengambilan soal dilakukan pada pukul 6.00 WIB.
Pihaknya juga suda mempersiapkan pengawas silang untuk mengawasi ujian nanti, misalnya dari SMP 1 ke SMP 3 dan seterusnya. “Semua telah telah kita pesiapkan menjelang kedatangan soal,” katanya.

10.247 Siswa

Dalam UN tingakat SMP sederajat di Kota Jambi 10.247 siswa. Jumlah itu terdiri dari sebanyak 5533 siswa untuk SMP N dan  2258 siswa SMP swasta. Semetara untuk MTs N akan diikuti sebanya 1039.
Siswa dan MTs swastanya sebanyak 1417 siswa dan jumlah sekolah keseluruhan yang akan mengikuti ujian nasional sebanyak 95 sekolah total siswa yang mengikuit ujan nasional sebanyak 10.247. 

Sementara untuk siswa PKBM yang mengikuti ujian nasional sebanyaak 405 dari seluruh PKBM Se Kota Jambi. “Jadwal ujian nya hari senin tanggal 5 Mei yang diujiankan adalah Bahasa Indonesia, Selasa Matematika, Rabu Bahasa Inggris, dan terahir hari Kamis IPA, dalam sehari kita hanya mengerjakan satu mata pelajaran," katanya.

Semetara pengawas dalam ujian nanti diadakan pengawas silang yang ditentukan oleh pihak Dinas Pendidikan. Hal tersebut bertujan agar tidak terjadi kecurangan dalam pengisian soal.

Pengawas untuk ujian nasional di ambil dari guru berdasarkan ajuan dari ketua panitia rayon sekolah SMP sederajat masing-masing. “Sistem silang misalnya SMP 5 ngawas di SMP 8 sebagian SMP 5 mengawasi di Bina Kasih 11 dan lain-lain. Guru-guru dipecah dan pengawasa ujian nasional kita melibatkan guru SMP sederajat se Kota Jambi. (*/lee)

***
Pelaksanaan UN Harus Jujur

Pengamat Pendidikan Jambi, Dr Mahesa mengatakan pelaksanaan UN SMP sederajat harus berjalan dengan penuh kejujuran. Seharusnya pihak sekolah dalam mempersiapkan UN guru harus mapan dan dapat menanamkan kejujuran kepada siswanya.

Karena beberapa tahun kebelekang banyak terjadi kecurangan-kecarang dalam pelaksanaan UN. Dan guru harus menekankan nilai-nilai kejujuran terhadap siswa. “Guru seharusnya mempersiapakan siswa secara matang agar pas ujian siswa tidak contek sana contek sini,” katanya.

Dia menambahkan, jika kita berlandaskan pada sekolah favorit yang mengutakan materi yang diberikan itu harus diperdalam kepada siswa dan itu harus dilakukan oleh guru sebagai motor penggeraknya. 

Jadi ketika ujian tiba siswa-siswa sudah siap untuk melakukan ujian. “Jika semua telah dipersiapkan dengan matang maka pada saat ujian siswa-siswa dapat mengisi soal-soal dengan perasaan tenang,” katanya.

Dilanjutkan, guru harus bisa bekerja ekstra untuk memberikan materi kepada siswa berupa kisi-kisi soal yang nantinya akan mengingatkan siswa jika dalam ujian nasional ada yang sama.
Seharusnya guru harus mempersiapkan siswa dalam menempu UN pada awal kenaikan kelas. Hal itu diperuntukkan untuk guru-guru bidang studi yang akan di ujikan.

“Namun yang saya lihat guru-guru dan pihak sekolah akan mengadakan persiapan ketika ujian nasional sudah mendekati hari H. Jadi kayaknya kurang efektif persiapannya. Kasihan anaknya yang dipaksa menguasai materi dalam waktu yang singkat,” kata Dr Mahesa.(khr/lee)

No comments: