TOKO PANCING DI JAMBI

TOKO PANCING DI JAMBI
TOKO BUANA FISHING & BUANA PANCING DI JAMBI. KLIK BENNER UNTUK INFO SELENGKAPNYA. KONTAK Yudi HP 085266609191

Thursday, 2 July 2015

Distribusi Listrik di Kerinci-Sungai Penuh Terkendala Pembebasan Lahan dan Ruang Bebas Hambatan



LISTRIK: Direksi PT.PLN Wilayah Sumbar, Surpriadi saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) Senin (22/6/2015) di Rumah Dinas Gubernur Jambi. FOTO/ASENK LEE SARAGIH


Jambi, MR-Pembangunan gardu induk PLN di Kota Sungai Penuh sejak tahun 2009 lalu hingga kini belum dapat dimanfaatkan akibat belum terdistribusinya aliran listrik dari Kabupaten Merangin. Pembangunan gardu induk dan transmisi itu awalnya bertujuan untuk mengatasi keterbatasan daya dan mahalnya pengoperasian PLTD. Namun proyek tersebut terkendala akibat masalah pembebasan lahan dan ruang bebas hambatan atau Right of Way (ROW).

Demikian dijelaskan Direksi PT.PLN Wilayah Sumbar, Surpriadi saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) Senin (22/6/2015) di Rumah Dinas Gubernur Jambi. Turut hadir pada kesempatan itu Direksi PT.PLN Kota Jambi. Pertemuan itu membahas masalah kelistrikan di Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.


Surpriadi menjelaskan, bahwa distribusi kelistrikan di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci dilayani PLN Rayon Sunai Penuh dan Rayon Kersik Tuo yang merupakan Sub-Unit PLN Wilayah Sumbar. Jumlah pelanggan di kedua rayon tersebut mencapai 75.441 dengan daya tersambung sebesar 46.114 KVa. Penjualan energi pada tahun 2014 tercatat 91.912 kWh selama satu tahun.

“Subsidi PLN untuk masyarakat disubsistem PLTD Koto Lolo  setiap bulannya yang harus dibayar pemerintah saat ini sebesar Rp 48,9 milyar rupiah per bulan. Apabila transmisi Bangko-Merangin-Sungai Penuh beroperasi, ada potensi penghematan sebesar Rp 38,6 M per bulan,” ujarnya.

“Oleh sebab itu jika harus ganti rugi kepada masyarakat untuk pembebasan lahan hanya Rp 10 Milyar lebih baik hal itu yang dilakukan. Diharapkan nanti pemerintah daerah dapat membantu untuk melakukan mediasi pendekatan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Supriadi, bahwa dengan pertemuan ini diharapkan masalah yang sudah 7 (tujuh) tahun ini dapat diselesaikan. Pertemuan dengan Gubernur Jambi ini diharapkan dapat mencari solusi sehingga permasalahan listrik dapat segera diselesaikan.

“Pihak pemerintah daerah sudah sangat membantu dengan membentuk tim dan menentukan harga untuk penggantian pembebasan lahan, tetapi sebagian masyarakat ada yang belum dapat menerima. Dengan pertemuan dengan Gubernur Jambi telah menyatakan akan membantu dengan maksimal dan diharapkan tahun depan dapat selesai, dan dapat digunakan bagi kepentingan masyarakat,” kata Supriadi.

Sementara Gubernur Jambi Drs H Hasan Basri Agus (HBA) MM menjelaskan, sejak 2009 PLN telah melakukan pembangunan gardu induk Sungai Penuh dan transmisi (SUTT-150 kV)Bangko-Merangin-Sungai Penuh. 

HBA langsung berkomunikasi dengan Bupati Merangin Al Harris dan menginstruksikan untuk segera mencari solusi dan membantu menangani masalah tersebut. “Kerinci dan Sungai Penuh untuk kelistrikan memang ditangani oleh wilayah Sumatera Barat. Di sana masih menggunakan diesel dan sekarang karena kekurangan daya sudah dilakukan pemadaman selama tiga jam,” ujarnya. 

“Kalau semakin lama ini akan sangat mengganggu. Permasalahan ini pada transmisi yang sudah lama ada beberapa tempat yang terhambat pembebasan lahannya belum selesai dan saya tadi meminta untuk adanya laporan tertulis untuk segera mengambil langkah. Saya akan berkomunikasi dengan Bupati Merangin untuk segera menyelesaikan masalah ini,” kata HBA.

Dalam pertemuan itu juga dibahas masalah listrik di Tanjung Jabung Barat yang disampaikan Gubernur Jambi. Pemerintah Provinsi Jambi akan melakukan dialog dengan PT Petro Cina untuk dapat membantu masyarakat dalam mengatasi masalah kelistrikan.

“Persoalan di Tanjung Jabung Barat, sekali lagi jika ada permasalahan dan dilaporkan kepada Gubernur Jambi, dapat  dilakukan instruksi dan memanggil pihak Petro Cina yang selama ini membantu gas masyarakat. Tidak mungkin jika pihak perusahaan berlimpah ruah tetapi masyarakat disekitarnya kekurangan. Diharapkan dapat dicari solusi permasalahan kekurangan listrik di masyarakat,” ujar HBA. (Asenk Lee)




No comments: