.

.
.

Friday, 26 June 2015

Jambi Ditarget Produksi Padi 805.806 Ton Tahun 2015

Penyuluhan Pertanian di Jambi Masih Minim

Jambi, MR-Tenaga penyuluhan pertanian di Provinsi Jambi hingga kini masih minim. Minimnya tenaga penyukuh itu berdampak pada lambannya produktifitas pertanian di Jambi. Pemerintah Provinsi Jambi meminta para penyuluh bekerja maksimal dan terus meningkatkan kompetensi, serta aktif mengikuti perkembangan informasi yang berkaitan dengan pertanian.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, H.Ridham Priskap pada Pembukaan Rapat Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jambi Tahun 2015, bertempat di Hotel Grand, Kota Jambi, Senin pekan lalu mengatakan, rapat koordinasi (rakor) penyuluhan ini bisa berdampak positif terhadap capaian pertanian.


“Bahwa penyuluh adalah orang terdepan yang berhubungan langsung dengan petani dan kelompok petani. Saya meminta para penyuluh bekerja maksimal dan terus meningkatkan kompetensi, serta aktif mengikuti perkembangan informasi yang berkaitan dengan pertanian. Tenaga penyuluhan di Provinsi Jambi masih minim,” katanya.

“Bapak dan Ibu sekalian supaya betul-betul memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada petani dan kelompok petani. Petani kita sangat butuh pendampingan dan pengetahuan. Forum ini sangat strategis dalam rangka saling tukar informasi dan pemikiran guna perbaikan program, dalam rangka pencapaian swasembada pangan, khususnya padi, jagung, dan kedelai,” ujar Ridham Priskap.
Selain itu, Ridham Priskap berpesan supaya para penyuluh bisa memberikan contoh, seperti pemanfaatan pekarangan rumah untuk tanaman bumbu.

Kata Ridham Priskap, dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah menetapkan program unggulan tingkat nasional, yaitu Upaya Khusus (Upsus) untuk mewujudkan swasembada pangan padi, jagung, dan kedelai di provinsi dan kabupaten potensial yang telah ditetapkan, pada tahun 2015 Provinsi Jambi mendapat target produksi padi 805.806 ton, jagung 50.072 ton, dan kedelai 13.537 ton.

Disebutkan, target dan sasaran Upsus di Provinsi Jambi cukup besar dan berat untuk mewujudkan swasembada padi, jagung, dan kedelai, dan untuk mewujudkannya, salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan memperkuat kelembagaan petani dan Gapoktan serta pengawalan dan pendampingan para penyuluh di tingkat lapangan secara intensif.

Upaya percepatan pencapaian swasembada pangan di Provinsi Jambi, yakni pembuatan sarana prasarana pengairan, percepatan optimasi lahan dengan intensifikasi lahan dan peningkatan indeks per tanaman, pemberian bantuan kepada kelompok tani dan Gapoktan berupa bantuan alsintan, benih, dan pupuk, pemberdayaan dan peningkatan peran penyuluh di lapangan, dan pemberdayaan pengawalan Bintara Pembina Desa.

Sementara Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Provinsi Jambi, Dasra selaku Ketua Panitia Rakor Penyuluhan Provinsi Jambi Tahun 2015, dalam laporannya menyampaikan, penekanan rakor penyuluhan ini adalah untuk peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai.

Kata Dasra, tema Rakor Penyuluhan Provinsi Jambi 2015 ini adalah "Melalui Rapat Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jambi Tahun 2015, Kita Tingkatkan Peran Penyuluh dalam Mensukseskan Kedaulatan Pangan Tahun 2017 dan Jambi EMAS 2015." Dasra mengatakan, jumlah peserta dalam rakor ini 55 orang dari instansi terkait dari kabupaten/kota se Provinsi Jambi. (Lee)

No comments: