.

.
.

Friday, 29 May 2015

Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Masih 180 Ribu Orang

Peserta Gathering berasal dari perusahaan baik swasta hingga BUMN yang tersebar di Provinsi Jambi belum lama ini. Foto Asenk Lee Saragih
Percepat Tingkat Peserta BPJS Ketenagkerjaan

Jambi, MR-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan berupaya untuk melakukan percepatan peningkatan jumlah peserta BPJS- Ketenagakerjaan di Provinsi Jambi. Kini jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Provinsi Jambi masih rendah, yakni baru 180 ribu orang peserta dari 1,5 juta tenaga kerja di Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (Pusat), Elvyn G. Masassya sepakat untuk mempercepat peningkatan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu dikemukakan HBA maupun Dirut BPJS Ketenagakerjaan dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (21/5) siang.


HBA menyatakan, dirinya berterimakasih sekali kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pusat Elvyn datang ke Jambi. “Beliau menginformasikan tentang program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang ternyata tadi diinformasikan masih kecil sekali dari target yang diharapkan,” ujarnya. 

“Saya pikir, setelah kita bicara tadi, mungkin tidak terlepas dari sosialisasi. Perlu tindak lanjut kita lakukan. Terutama tadi diharapkan membentuk tim percepatan. Artinya kita akan mempercepat dan mendorong ini. Terus terang, kepentingan ini bukan hanya dari kepentingan dari pihak Pak Elvyn saja, ini kepentingan kita semua, termasuk daerah juga,” tambah HBA. 

Disebutkan, Pemerintah Daerah berharap jaminan sosial bagi tenaga kerja perlu diwujudkan. Misalnya dengan ikut program sosial ketenagakerjaan, tenaga kerja akan dapat pensiun. 

“Berarti, samalah dengan pegawai negeri, kepastian ini yang diharapkan. Oleh sebab itu, kita akan dorong dan dukung penuh kegiatan ini. Ini memang program baru, jadi diperlukan sosialisasi yang intens dari pihak BPJS maupun dari Pemerintah Daerah. Kerjasama ini yang kita harapkan,” kata HBA. 

Ditambahkan, harapan dari Pemerintah Pusat, tenaga keja informal dilibatkan. “Jadi nanti, kalau mereka sakit ada biaya yang disiapkan oleh BPJS. Kalau nanti pensiun, ada tunjangan masa tua. Kalau ini sudah terakomodir, ngapain jadi pegawai negeri, ini yang kita harapkan,” ujar HBA.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G Masassya mengemukakan bahwa kedatangannya di Jambi dalam rangka implementasi jaminan sosial di Provinsi Jambi baik terhadap tenaga kerja formal maupun tenaga kerja informal. 

“Pak gubernur memberikan dukungan sepenuhnya terhadap hal ini. Bagaimana agar seluruh tenaga kerja di Provinsi Jambi ini bisa mendapatkan perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan. Ini nanti akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Tim Percepatan Implementasi Jaminan Sosial antara Tim dari BPJS Ketenagakerjaan dengan Tim dari Pemerintah Provinsi Jambi,” kata HBA.

Menanggapi masih rendahnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Provinsi Jambi, yakni baru 180 ribu orang peserta dari 1,5 juta tenaga kerja di Provinsi Jambi, Elvyn menyatakan, banyak faktor yang mempengaruhi.

“Salah satunya mungkin sosialisasi harus ditingkatkan. Itu sebabnya juga saya bertemu dengan Pak Gubernur dan tentu di sisi lain meningkatkan kesadaran dari pekerja bahwa jaminan sosial ini adalah kebutuhan agar hidupnya bisa lebih baik,” kata Elvyn. (Lee). (BACA EDISI CETAKNYA DI MEDIA REGIONAL JAMBI EDISI 90)

No comments: