.

.
.

Wednesday, 20 May 2015

Gubernur Jambi Apresiasi Peralihan Status 398 KM Jalan Provinsi Jadi Jalan Nasional


Sarolangun-Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) menyatakan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) telah mengeluarkan SK yang isinya 398 Km jalan yang statusnya jalan provinsi menjadi berstatus jalan nasional. Hal tersebut dikemukakan oleh gubernur dalam Peringatan Isra Miraj 1436 H, bertempat di Masjid Al-Hidayah, Desa Mekar Sari, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun, Selasa (19/5/2015) malam.

Gubernur mengatakan, dengan ditariknya jalan provinsi tersebut menjadi jalan nasional, sangat membantu Pemerintah Provinsi Jambi, karena dana pembangunan 398 Km jalan tersebut bisa dialihkan untuk pembangunan lainnya.

Gubernur mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan hasil koordinasi dan kerjasama yang baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.


Gubernur menjelaskan, mayoritas permintaan masyarakat di Provinsi Jambi adalah pembangunan jalan. Namun demikian, gubernur menyatakan bahwa karena keterbatasan anggaran, baru jalan yang statusnya jalan provinsi yang bisa dibangun, serta berharap agar kedepannya, sebagian jalan-jalan kabupaten dan kota bisa dibantu pembangunannya.

Gubernur juga mengungkapkan, dengan pertimbangan keterbatasan anggaran, maka pada awal kepemimpinannya sebagai Gubernur Jambi, Jalan Jangkat yang dibangun dengan pola anggaran multi years (tahun jamak). "Baru setelah itu menyusul Jalan Kerinci dan Jalan Batang Asai di-multi years-kan," ujar gubernur.

Selain menjelaskan pembangunan jalan, gubernur juga mengemukakan tentang pembangunan sektor kelistrikan, dan saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Jambi sudah 80%.

Selain itu, gubernur menjelaskan tentang program bedah rumah (sudah 27 ribu rumah yang sudah dibedah), upaya untuk pemenuhan kebutuhan beras, daging, dan ikan di Provinsi Jambi, program bebas pasung (sudah 274 orang yang sudah dibebaskan dari pasung), dan rencana untuk membangun jalan sarana produksi ke sawah dan ke kebun. Selanjutnya, gubernur memberikan bantuan untuk kegiatan masjid Al-Hidayah senilai Rp5 juta.

Wakil Bupati Sarolangun, H.Pahrul Rozi, dalam sambutannya, menghimbau masyarakat untuk menghayati dan mengamalkan hikmah Isra Miraj.

Pahrul Rozi menjelaskan berbagai program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun, diantaranya dalam pembangunan bidang keagamaan, yakni Program Seribu Dai, dan saat ini sudah 800 dai yang dihonorkan oleh Pemerintah Daerah.

Pahrul Rozi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun memberikan insentif Rp500 ribu bagi anak yang khattam Al-Qur'an dan Rp5 juta bagi anak yang hafal Al-Qur'an.

Menanggapi permintaan masyarakat di Desa Mekar Sari dan di Singkut VII, Pahrul Rozi menyatatakan, dari 1.136 Km panjang jalan yang statusnya Jalan Kabupaten Sarolangun, 500 Km berada di eks transmigrasi, termasuk didalamnya 197 Km di eks transmigrasi Singkut.

Dikatakan oleh Pahrul Rozi, permasalahan utama dalam pembangunan jalan adalah keterbatasan anggaran (APBD Kabupaten Sarolangun Rp945 miliar). Maka dari itu, lanjut Pahrul Rozi, dirinya berharap agar jalan eks transmigrasi yang tadinya dibangun oleh Pemerintah Pusat dan setelah otonomi daerah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten, bisa menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, atau setidaknya dibangun dengan sharing APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten.

Tokoh Masyarakat Singkut VII, H.Rohendi, dalam sambutannya, pada intinya menghimbau masyarakat untuk memperkuat iman dan taqwa.

Kepala Desa Mekar Sari, Saifuddin, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Sarolangun, Cek Endra atas pembangunan 3 gedung baru SD Negeri 224, pembangunan jaringan PLN dimana hampir 100% masyarakat Mekar Sari sudah menikmati listrik, serta pengaspalan jalan.

Saifuddin mengapresiasi program pembangunan Pemerintah Provinsi Jambi dibawah kepemimpinan HBA, diantaranya Program Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake) dan kondisi jalan Sarolangun - Jambi yang sudah bagus, yang sangat menyentuh bagi kehidupan masyarakat. Saifuddin berharap supaya Gubernur Jambi dan Bupati Sarolangun membangunan jalan ke Singkut VII.

Ketua Panitia Penyelenggara Peringatan Isra Miraj 1436 H Masjid Al-Hidayah, Ulwi, dalam sambutannya menyatakan, sudah 36 tahun eks transmigrasi Singkut, baru HBA Gubernur Jambi yang datang ke eks transmigrasi Singkut tersebut.

Ulwi mengungkapkan, di Singkut VII terdapat 6 SD dan 2 SMP, namun SLTA belum ada, sementara jarak dari Singkut Tujuh ke Sarolangun jauh.

Untuk itu, Ulwi berharap agar gubernur bisa membantu untuk mendirikan SMA di Singkut Tujuh, serta berharap agar gubernur membantu pembangunan perbaikan jalan Singkut VII. Usai penyampaian sambutan-sambutan, ustadz Zulkarnain Alpard memberikan tausiah. (Mustar Hutapea)

No comments: