.

.
.

Rabu, 05 Maret 2014

Kerinci Menunggu Sentuhan Adi Rozal

SUMBER IKLAN HARIAN JAMBI
ADI Rozal akhirnya resmi menjadi Bupati Kerinci periode 2014-2019. Sentuhan tangan dingin mantan Wakil Walikota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat kini ditunggu masyarakat Bumi Sakti Alam Kerinci. Tugas berat Adi Rozal dan Zainal Abidin pertama harus menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.

Asalannya, gesekan jelang pelantikan pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) banyak hal-hal negatif yang terjadi di Kabupaten Kerinci, mulai dari peristiwa berdarah hingga kebakaran. Sikap untuk mengakomodir dan menciptakan suasana yang kondusif itu hanya butuh komunikasi. Jika memang komunikasi kurang dibangun, maka imbaskan terhadap program pembangunan yang nantinya akan dijalankan oleh bupati-wakil bupati yang baru.

Kini, masyarakat menunggu realiasi visi misi Adi Rozal dan Zainal Abidin saat kampanye. Secara konsep pembangunan, mungkin Adi Rozal sudah memiliki pengalaman saat menjabat di kampung orang. Hendaknya juga akan mengantarkan kemajuan di tanah sakti untuk lima tahun ke depan.

Dengan bermodalkan pengalaman, semoga pasangan yang diusung Partai Demokrat dan Gerindra ini tak menyia-nyiakan setumpuk harapan menuju perubahan Kerinci yang lebih baik. Tugas berat memang sudah berada di depan mata, namun tangan dingin sang doktor yang berkolaborasi dengan tokoh muda ini wajib mengantarkan Kerinci mampu bersaing dan hadir di mata dunia.

Seperti yang pernah diucapkan Adi Rozal sehari sebelum dirinya dilantik, di mana arah pembangunan Kerinci ke depan difokuskan ke beberapa pembangunan. Karinci adalah daerah agraris, maka pertanian tetap menjadi arah pembangunan Kerinci. Selain itu, SDM, pembangunan agama, adat dan sosial juga harus jadi prioritas.

Misalnya, janji Adi Rozal di mana pertanian tetap akan menjadi prioritas, karena memang masyarakat Kerinci umumnya adalah petani. Selain itu, sumber daya manusia juga akan menjadi arah pembangunan Kerinci ke depan. Bicara SDM, berarti sekolah harus bagus, aparatur harus ditingkatkan, gedung dan kualitas guru juga harus jadi prioritas pembangunan.

Selain pertanian dan SDM, pembangunan agama, adat dan sosial juga akan menjadi prioritas pembangunan ke depan. Pembangunan agama, adat dan sosial akan menjadi arah pembangunan kita. Dulu saya saat turun ke masyarakat saya selalu sampaikan ada 6 R, yakni rumah ibadah dan isinya harus bagus, rumah sekolah, rumah tangga, rumah sakit, rumah adat, rumah kantor tetap lebih cepat dibangun. (*)


Sumber: Harian Jambi Sore edisi cetak Selasa 4 Maret 2014http://harianjambi.com

Tidak ada komentar: