Rabu, 12 Maret 2014

Jejak M Nuh Menginjakkan Kaki di SMA 1 Kota Jambi





Hangat: Mendikbud M Nuh didampingi Gubernur Jambi Hasan Basri Agus tampak berbincang akrab saat meninjau SMAN I Kota Jambi, Senin (10/3/14). Foto-foto Rizcho /Harian Jambi
KUNKER KE JAMBI

Pagi itu ratusan siswa SMA I Kota Jambi tampak sibuk mempersiapkan diri guna menyambut Menteri Pendidikan Kebudayaan M Nuh. Tampak  sejumlah murid merapikan taplak meja tamu, dan juga terlihat siswa membersihkan ruang kelas yang akan dikunjungi M Nuh. Sejumlah siswa juga tampak berbincang dengan M Nuh terkait dengan persiapan Ujian Nasional.

MURABIL FADIL, Jambi

Kehadiran M Nuh bersama Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) dan sejumlah pejabat ke sekolah SMA I Kota Jambi Senin (10/3/14), ibaratkan angin segar bagi ratusan siswa kelas 3 SMA I Kota Jambi dalam menghadapi Ujian Nasional mendatang.


Antusiasme siswa berbincang dengan M Nuh juga tampak bebas terkait dengan persiapan UN. Sekilas, tak ada beban siswa dalam menghadapi ujian mendatang. Karena M Nuh menegaskan kalau kelulusan penilain tidak lagi berdasarkan hasil UN secara menyeluruh, tapi ada penilaian dari pihak sekolah.

Menghadapi ujian nasional tahun pelajaran 2013/2014, dimulai 14 April mendatang, di tingkat SMA,MA, SMK/MAK. Berbagai kalangan, berharap dengan penyelenggaraan tersebut, bisa lebih lebih baik dari UN sebelumnya. 

Pihak terkait, yakni mulai dari Kementerian Pendidikan dan keBudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, serta peran dan partisipasi  pihak sekolah untuk mensukseskan ujian nasioanal  April mendatang.

Nah sewajarnya pula,
kekhawatiran yang pada akhirnya  menimbulkan keresahan, sehingga banyak menuai pro kontra. Apalagi, bicara UN, setiap menghadapi momen ujian akhir nasional itu,  ditemukan berbagai hambatan dan kendala.

Mulai dari persiapan awal UN, kemudian dari segi pengawasan, pendistribusian, hingga pada persoalan-persoalan tehnis yang berujung kekacauan. Dan memunculkan mosi ketidakpercayaan dari berbagai kalangan.

M Nuh
menyempatkan untuk berdialog dengan siswa-siswa di lokal 12 IPA 4 SMAN 1, terus kemudian melihat-lihat setiap ruangan, tak terkecuali masuk ke dalam ruangan kepala sekolah.

Mohammad Nuh mengatakan, beberapa hal yang bisa dikatakannya dalam lingkup pendidikan umumnya, termasuk di
Provinsi  Jambi. Mengenai persiapan UN ini, menjadi pembahasan menarik, yang mana dibenarkan olehnya, bahwa untuk UN tahun pelajaran saat ini, pihak penyelenggara berharap akan lebih baik lagi dari UN di tahun ajaran sebelumnya.

Pemda Harus Kawal Pelaksanaan UN

Bertekad untuk lebih baik dari UN yang dulu. Seperti kendala soal percetakan, dari 6 percetakan, hanya ada 1 yang macet. UN sekarang ini, kita upayakan berjalan dengan baik. Soal penditribusian, dua minggu lebih awal dari tahun lalu. Sehingga cukup waktu, 1 April udah masuk dan sampai ke provinsi. Kemudian juga bahkan daerah yang jauh kita selesaikan dulu,” kata M Nuh.

Mohammad Nuh juga mengatakan bahwa dalam soal ujian nasional tersebut, ada 20 variasi soal yang berbeda.

Tujuannya ialah supaya peserta didik, bisa fokus mengerjakan soalnya sendiri sendiri
. Ada rasa tanggung jawab terhadap ujian tersebut, sehingga ada pembelajaran dan tanggung jawab terhadap tugasnya.

Bertujuan supaya siswa fokus dalam mengerjakan soal ujian terebut, tidak melihat kesana kemari, dan pentingnya rasa tanggung jawab pada siswa itu sendiri,” katanya.

Kedatangan menteri pendidikan dan kebudayaan itu, sembari melihat kearah ruang belajar, dan ruang kepala sekolah. M Nuh menyempatkan untuk berdialog dengan para siswa yang tampak ngerespon dengan baik, beberapa pertanyaan darinya.

Awalnya pihak sekolah, menyambut dengan suasana yang sedikit formil, terus kemudian dengan sikap dan sapaan M Nuh yang seakan penuh dengan persahabatan itu, akhirnya suasana menjadi cair
.

Tampak sedikit mengumbar dua, tiga patah kata lelucon. “Ini anak berapa tingginya? mau nanti jadi menteri,” ujar M Nuh sambil tersenyum.

Kemudian selepas meninggalkan ruangan di sekolah, saat di luar tepatnya teras depan
sekolah. Kemudian ia juga mengatakan, setelah mengunjungi sekolah-sekolah di Jambi,  ada 3 hal, pertama, sekolah ini berprestasi bagus, tidak minder.

Kedua, yakni memiliki seni dan budaya, kemudian ketiga, sekolah bersih. Tata rapi dan kebersihan itu juga harus diutamakan. Saya berharap, semoga memiliki masa depan yang cerah, kehidupan sosial yang bagus, dan memiliki keoptimisan yang  kuat.

Selaras dengan apa yang dibahas tersebut yakni soal persiapan UN. Hingga harapan harapan ke depannya. Pihak sekolah SMAN 1, hingga saat ini, segala upaya yang dilakukan pihak sekolah agar peserta didiknya memperoleh nilai hasil yang maksimal.

Try Out Mengahadapi UN

Katakanlah mengikuti beberapaa try out yang dilaksanakan oleh Diknas Kota dan Provinsi Jambi. Kemudian juga difokuskan untuk belajar mata pelajaran yang akan diujikan di UN nantinya, ada 6 mata pelajaran.

Anak peserta didik yang sebentar lagi mengahadapi UN, mengikuti try out yang diadakan oleh diknas kota, Diknas provinsi dan 1 bulan penuh khusus mempelajari mata pelajaran yang diujikan nantinya. Terus kemudian juga sekolah mengadakan bimbel bagi anak peserta didik yang sebantar lagi UN,” kata Wakil Kepala Sekolah SMAN I Kota Jambi, Wawan.

SMAN 1 berharap, dalam pelaksanaan UN ini nantinya, agar disesuaikan dengan aturan. Artinya memang harus ada pengawasan dari semua lini. Pastinya harus disesuaikan dengan prosedurnya dan tidak ada pengaturan-pengaturan nilai, sehingga tahu, mana sekolah-sekolah yang benar benar kompetitif, mendapatkan nilai yang bagus dan maksimal.

Kemudian juga mewa
kili sekolah yang ada di Provinsi Jambi, dengan adanya kunjungan  seperti ini, secercah harapan.

Hapus Uang Komite

Agar pendidikan umumnya lebih maju lagi, kemudian juga aturan-aturan yang diberlakukan oleh Diknas Kota Jambi, misalnya seperti menghapuskan uang komite sekolah, sementara bantuan-bantuan dari pemerintah dan diknas yang kurang support, padahal pihak sekolah SMAN 1 ingin mengadakan kegiatan yang pada intinya menunjang SDM siswa.

“Sekolah ini, melaksanakan banyak kegiatan. Sebelumnya kegiatan itu, diperbantukan adanya uang komite sekolah. Waktu kita bisa mengadakan banyak kegiatan, ortu siswa tidak mempersoalkan hal tersebut. Karena dengan uang komite, ditujukan untuk kebaikan anak peserta didik, sekarang uang komite sekolah dihapuskan, setidaknya ada solusi mengenai berbagai pembiyaaan kegiatan sekolah,” kata Pak Wan. (*/lee)(HARIAN JAMBI EDISI CETAK PAGI SELASA 11 MARET 2014)

Tidak ada komentar: