.

.
.

Wednesday, 11 January 2017

Tangkap Pelaku Perubah Hiasan Natal di Novita Hotel yang Membuat Resah




Ornamen Hiasan Natal di Novita Hotel Jambi. Istimewa

Hiasan Natal Bertuliskan Tulisan Arab

Jambipos Online, Jambi-Seorang pengguna nitizen dengan nama akun Bram Aprianto dan Fiet Har Yadi menambahkan tiga foto dan sebuah video tentang hiasan Natal di Novita Hotel Jambi, Jumat (23/12/2016). Foto dan video itu dibagikan juga kepada 40 pengguna sosial media lainnya.

Dalam postingan itu dituliskan surat terbuka kepada sejumlah Pejabat Penting di Jambi. Berikut ini tulisan tanda diedit dalam lampiran foto dan video tersebut. 

“Kepada yth, bapak gubernur jambi, ketua DPRD, Bapak Kapolda Jambi, Bapak Danrem, bapak Walikota Jambi, Departemen Agama Prov. JambiKesbangpol, Cc. Kabid Penanganan Konflik Bp. Sigit Eko Yuwono :

Mohon di chek keberadaan hiasan natal ini, yang terletak di pelataran Novita Hotel Jambi, mengenai tulisan ALLAH ( tulisan yang biasa kami umat islam gunakan) yang di letakkan di lantai di bawah simbol Salib ( simbol nasrani). Jangan sampai ini seperti kasus Ahok di jakarta...wassalam.salam #JALEBA_TASPADU,” demikian dituliskan Bram Aprianto.

Melihat foto dan video itu viral di sosial media, secara mendadak warga dan organisasi massa (FPI) mendatangi Novita Hotel yang berada dikaw
asan Pasar Kota Jambi. Kehadiran massa itu karena mengetahui adanya tulisan ataupun ukiran lafadz Allah SWT sebanyak dua tulisan, di ornamen natal Hotel Novita.(Baca: Kondisi Hiasan Natal 22 Desember 2016 Seperti Ini)

Lafaz Allah dalam bahasa Arab di karpet lantai ornamen tersebut. Dalam ornamen natal itu terdapat miniatur bangunan gereja yang terdapat halaman depannya. Di dekat miniatur gereja itu pun terdapat boneka salju dan bingkisan.(Baca: Diselidiki Siapa Staf Novita Hotel Membuat Lafaz di Hiasan Natal)

Massa yang penasaran terlihat berdatang ke lokasi dan berkumpul di pelataran Hotel Novita Jambi. Suasana Novita Hotel sempat dipenuhi massa. Penjagaan oleh polisi makin diperketat. Polisi melakukan penjagaan dua lapis. Di pintu lobi ada sejumlah polisi yang berjaga-jaga. Begitupun di sekitar miniatur ornamen natal juga terlihat polisi yang berjaga-jaga.

Wakapolresta Jambi AKBP Sriwinugroho yang berada di lokasi meminta agar masyarakat menjaga situasi dan kondisi. "Kita jaga situasi dan kondisi dulu ya. Kita masih menunggu penjelasan pihak hotel," katanya.

Sementara pihak FPI Kota Jambi melalui Ahmad Supri mengatakan harus menindak tegas adanya temuan tersebut. “Tadi kami dapat kiriman, pas dicek ternyata betul. Lantai berbentuk ukiran lafadz Allah SWT dan kami FPI sangat menyayangkan kejadian ini, kami minta harus ada keputusan dari pihak managemen hotel," kata Ketua FPI Kota Jambi Ahmad Supri.

Saat ini pihak manajemen masih belum mengeluarkan statemennya. Ukiran tersebut tepat berada di depan banner Wali Kota Jambi. Sementara Wali Kota Jambi Sy Fasha tiba di Novita Hotel sekitar pukul 22.30 WIB Jumat (23/12/2016). 
Situasi ni Novita Hotel Jambi, Jumat 23 Desember 2016 Malam dan Sabtu 24 Des 2016 Dini Hari. Istimewa
Sy Fasha disambut ratusan warga yang memprotes pihak hotel karena dianggap telah melakukan penistaan agama Islam. Sy fasha tampak berang melihat situasi itu. “Sungguh sangat disesalkan ini terjadi, percayakan kepada kami agar memprosesnya" ujar Sasha dihadapan warga.

Warga juga meminta agar Wali Kota Jambi tegas menutup Novita Hotel secapatnya. “Tutup hotel ini pak," ujar penngunjukrasa.

Fasha meminta masyarakat masih mempercayai Pemkot Jambi serahkan semua urusan kepada pihak terkait. “Kalau masyarakat masih percaya biarkan hukum yang bekerja. Kalau masih mau menunggu sekarang saya akan rapat sama Dandim dan Kapolresta Jambi,” ujarnya.

Kemudian Pemkot Jambi melalui Walikota Jambi, Sy Fasha, di tengah kerumunan massa memastikan untuk menghentikan sementara waktu operasional Hotel Novita Jambi.

Massa yang awalnya ramai dan bereaksi keras atas kejadian ini terlihat mulai tenang begitu mendapat kepastian dari Pemkot Jambi. Massa berangsur membubarkan diri. Sementara pengamanan masih tetap diperketat dan sejumlah perwira di lingkup Polda Jambi masih berada di lokasi, seperti Kasat Brimob Polda Jambi maupun Kapolresta Jambi.

Sy Fasha menegaskan kepada massa bahwa Hotel Novita ini akan dihentikan operasinya. Penegasannya ini terlihat dari kertas yang diperlihatkannya kepada massa yang berkerumun di muka hotel dan meluber hingga ke ruas jalan. Di kertas yang diperlihatkan Fasha itu bertuliskan, ‘maaf!! hotel ini dihentikan operasinya!!!

Di samping itu juga terlihat di pintu sudah terpasang police line. Di bagian lain, sampai saat ini pengamanan masih tetap diperketat dan sejumlah perwira polisi baik dari Polda Jambi dan Polresta Jambi masih berada di sekitar hotel.

Sementara Dandim 0415/BTH, Letkol Inf Denny Noviandi, yang diwawancarai wartawan Sabtu (24/12/2016) dini hari mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan sejumlah petugas untuk membantu pihak kepolisian.

“Kami telah mengerahkan 35 personil untuk membantu pihak kepolisian untuk memperkokoh pengamanan. Jadi ada 150 personil Polisi dan TNI disiagakan di sini," ujarnya.

Sedangkan Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bernard Sibarani, juga telah menegaskan bahwa pihaknya memang juga mendapat bantuan dari TNI untuk mengamankan lokasi. “Sesungguhnya kami dari TNI dan kepolisian akan mengamankan daerah ini (lokasi Hotel Novita),” katanya.

Kapolresta Jambi juga telah menegaskan akan mencari siapa-siapa yang terkait dengan kejadian tersebut. “Kami akan mencari siapa-siapa yang berkompeten,” katanya. Menurut dia, sudah ada delapan saksi yang masuk dalam pantauan pihak kepolisian untuk menelusuri kasus tersebut. “Saksi sekitar 8 orang. Ada 4 orang yang mengunggah (di media sosial, red), dan 4 orang lagi 4 pihak hotel,” ucapnya.

Kombes Pol Bernard Sibarani menegaskan, bahwa pihaknya akan mencari siapa-siapa yang terkait dengan kejadian tersebut. Dia juga meminta agar pihaknya diberi kesempatan untuk mengungkap tuntas kasus yang memicu kehebohan tersebut. “Biarkan aparat kepolisian bekerja dulu untuk mengungkap kasus ini,” katanya.

Usut Tuntas

Wakil Ketua PW Muhammadiyah, Nasroel Yasier meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. “Saya juga mengutuk keras dengan ulah dari oknum yang tak bertanggung jawab ini. Pihak manajemen hotel musti bertanggung jawab terkait hal ini. Kami mengutuk keras. Kalau memang pihak hotel terlibat, kami merekomendasikan agar hotel ini untuk ditutup," katanya.

Termasuk kepada pihak kepolisian agar serius menangani masalah tersebut. “Kami minta Polda Jambi untuk mengusut tuntas supaya pelakunya bisa langsung diketahui,” katanya.

Nasroel Yasier juga meminta aparat untuk menelusuri ada oknum-oknum yang sengaja memimu adu domba lewat agama di Provinsi Jambi. Dia juga meminta seluruh Umat untuk menahan diri dan memberikan aparat kepolisian menuntaskan kasus ini.

Sementara itu, Gubernur Jambi Zumi Zola, Kapolda Jambi Brigjen Pol Yazid Fanani langsung menyikapi kejadian di Novita Hotel Jambi tersebut. Kapolda Yazid menginstruksikan anggotanya untuk memeriksa manajemen Hotel Novita. Beberapa saksi pun diperiksa. Kapolda Yazid Fanani menegaskan bahwa Polda Jambi akan mengusut tuntas kasus ini. 

“Ya kasus ini sedang kita dalami. Semua saksi dan manajemen hotel akan kita periksa," ujar Yazid.

Sementara Gubernur Jambi Zumi Zola meminta masyarakat Provinsi Jambi tidak tersulut dengan kajian ini. Dia meminta agar masyarakat di Provinsi Jambi tetap menjaga toleransi Umat Beragama yang sudah terpupuk selama ini. 

Zola juga meminta masyarakat untuk tidak ganpang tervrofokasi lewat sosial media. Gubernur Jambi Zumi Zola juga menyakini kalau Polda Jambi akan segera menuntaskan kasus ini. (JP-03)

(Sumber: www.jambipos-online.com)

No comments: