.

.
.

Thursday, 3 September 2015

Inflasi Jambi Agustus 2015



BERITAKU-Pada bulan Agustus 2015, Kota Jambi tercatat mengalami inflasi sebesar 0,25% (mtm), lebih rendah dari inflasi nasional 0,39% (mtm). Sementara laju inflasi tahunan (year on year) tercatat sebesar 6,78. Inflasi utamanya disebabkan oleh kenaikan harga kelompok volatile food seperti beras, daging dan telur ayam ras, sawi hijau dan patin serta kenaikan harga kelompok inti (core inflation) seperti biaya sekolah dasar, sekolah menengah atas, bimbingan belajar, mie dan kontrak rumah seiring dengan dimulainya kegiatan sekolah.

Inflasi di Kabupaten Bungo tercatat 0,23% (mtm) dengan laju inflasi tahunan (year on year) tercatat sebesar 6,22%. Sejalan dengan inflasi di Kota Jambi, inflasi Bungo utamanya disebabkan oleh kenaikan harga pada komoditas kelompok Volatile Foods seperti cabai merah, daging sapi, cabai rawit, bawang merah, ketimun, serai dan cakalang serta kenaikan harga kelompok Administered Prices yang berasal dari komoditas rokok kretek filter, rokok kretek dan rokok putih.


Memperhatikan perkembangan harga pada Agustus 2015 tersebut, pada periode bulan September 2015 mendatang, diperkirakan akan terjadi inflasi sekitar 0.53% (mtm). Adanya momen hari raya keagamaan (idul adha), potensi kenaikan harga pangan akibat gagal panen serta kenaikan harga daging sapi dan daging ayam akan memberikan tekanan pada inflasi September 2015. Secara tahunan, inflasi kota Jambi diperkirakan akan berada pada kisaran 7,20%(yoy).

Ke depan, beberapa potensi risiko yang dapat menyebabkan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari prakiraan (upside risks) antara lain risiko inflasi akibat rencana Pemerintah mengenai penetapan harga BBM yang mengacu pada perkembangan harga minyak dunia dan kurs dan potensi kenaikan realisasi belanja Pemerintah Pusat/Daerah pada beberapa proyek atau kegiatan yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga bahan bangunan.

Mencermati masih cukup tingginya risiko inflasi, TPID Provinsi Jambi bersama TPID Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi akan terus mengadakan rapat koordinasi tim teknis untuk memantau kecukupan stok, memitigasi risiko El Nino dan kenaikan harga BBM. TPID akan terus berkomitmen melakukan kegiatan pemantauan stok ke pasar-pasar utama dan distributor utama sembako untuk memantau kecukupan stok serta melakukan kegiatan pengendalian ekspektasi harga di masyarakat melalui penyampaian informasi stok, harga dan program kerja TPID melalui media cetak dan media elektronik. (Aya Sophia-Kepala Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan-KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA PROVINSI JAMBI)

No comments: