.

.
.

Friday, 3 July 2015

Jambi Dapat Dana Hibah Rp 38,4 Miliar untuk Revitalisasi 23 Pasar Tradisional

PEDAGANG TELOR DI PASAR ANGSO DUO KOTA JAMBI. FT ASENK LEE SARAGIH

Presiden: Gratiskan Izin Usaha Mikro

Jambi, MR-Provinsi Jambi pada 2015 mendapat kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kementerian Perdagangan sebesar Rp 38,4 miliar untuk membiayai program revitalisasi sebanyak 23 pasar tradisional di Provinsi Jambi.

Revitalisasi pasar bermaksud untuk menyediakan sarana dan fasilitas memadai untuk transaksi antara pembeli dan penjual guna memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dan merangsang tumbuhnya ekonomi lokal dan pendapatan masyarakat.

Hal itu terungkap saat peluncuran program Revitalisasi 1.000 Pasar Rakyat sekaligus peletakan batu pertama perbaikan Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah oleh Presiden Joko Widodo, Selasa (30/6/15) yang disiarkan langsung oleh TVRI Nasional.

Menurut Jokowi, revitalisasi pasar tradisional harus disertai dengan kemudahan pedagang mikro dan kecil mengakses permodalan perbankan. Untuk itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan semua bupati dan wali kota memberikan izin usaha mikro secara gratis kepada semua pedagang untuk mengantisipasi jeratan rentenir.

“Selain secara fisik dan manajemen, program revitalisasi juga membenahi akses permodalan. Saya perintahkan semua bupati dan wali kota memberikan izin usaha mikro gratis. Tak perlu menunggu, tetapi datangi langsung pedagangnya," kata Presiden Joko Widodo.

Jokowi hadir di Banyumas didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi. Sejumlah menteri Kabinet Kerja turut serta, antara lain Menteri Perdagangan Rachmat Gobel serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Jokowi mengatakan, pemerintah pusat telah mengawali penyerahan kartu izin usaha mikro kecil. Untuk itu, dia meminta semua daerah mengikutinya. Dengan izin tersebut, pedagang bisa lebih mudah mengakses ke perbankan sehingga tidak lagi terjerat rentenir.

Untuk membantu permodalan, pemerintah juga bakal menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat mulai 2016 dari 12 persen per tahun menjadi 9 persen per tahun. "Jadi sebulan hanya 1 persen. Kalau ke rentenir berapa?" kata Jokowi.

Dia mengungkapkan, sebenarnya izin usaha diperlukan oleh pedagang sebagai syarat mendapatkan kredit usaha mikro dari perbankan. "Pemerintah menyubsidi Rp 900 miliar. Ke depan (subsidi) akan dinaikkan jadi Rp 7 triliun untuk bunga saja. Jangan takut untuk mencari pinjaman dari perbankan," kata Jokowi.

Rachmat Gobel mengungkapkan akan ada 5.000 pasar rakyat direvitalisasi selama lima tahun ke depan. Revitalisasi pasar diutamakan pada pasar dengan usia lebih dari 25 tahun, pernah mengalami kebakaran, dan berada di daerah tertinggal. (Berbagai Sumber/Lee)


No comments: