.

.
.

Tuesday, 3 February 2015

Sebagai Lokasi Usaha Hingga Disulap Jadi Hotel Melati


DOK/HARIAN JAMBI
RUKO: Meski disebut sebagai rumah kotak ataupun rumah toko, yang digunakan sebagai tempat membuka usaha, ada juga diantaranya yang memanfaatkannya dengan sengaja alih fungsi jadi hotel bertingkat. Seperti bangunan ruko 6 pintu di Jelutung Kota Jambi, tepatnya di depan Bank BCA Jelutung Jambi. 


Melirik Bisnis Rumah Kotak di Jambi


Pertumbuhan rumah kotak atau rumah sekaligus toko di Jambi semakin menggiurkan banyak pihak. Ruko kini dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat usaha hingga nekat mengalihfungsikan jadi hotel melati hingga pergudangan. Namun ada juga diantaranya yang merangkap sebagai tempat tinggal. Memiliki bangunan ini dinilai efektif, untuk dijadikan sebagai investasi jangka panjang. Kini Kota Jambi yang identik dengan kota ruko sudah kebablasan soal pengawasan alih fungsi ruko tersebut.

R MANIHURUK, Jambi

Berkembangnya bisnis properti di Kota Jambi, juga seiring dengan pertumbuhan Ruko di Jambi. Bisnis properti di Jambi seperti halnya perumahan, membawa bisnis pembangunan rumah kotak atau biasa disebut dengan istilah Ruko. Ada juga yang menyebutnya sebagai rumah toko ini pun ikut berkembang. Bahkan, tidak sedikit yang menjadikan bangunan ini sebagai investasi.

Ragam cara yang dilakukan pada bangunan ini untuk dijadikan sebagai lahan investasi. Ada yang memanfaatkannya sebagai tempat untuk membuka usaha, tapi ada juga yang memilih untuk menyewakannya kepada orang lain.


Selanjutnya, terkait perkembangan bisnis perumahan yang ada di Kota Jambi, para developer juga membangun ruko-ruko yang berada di kawasan perumahan. Tujuannya, untuk mempermudah warga perumahan untuk berbelanja. Karena pada dasarnya, ruko yang berada di kawasan perumahan dijadikan sebagai pasar kecil pusat perbelanjaan.

Sehingga jarak warga untuk berbelanja tidak terlalu jauh. Itulah mengapa, developer perumahan telah membangun fasilitas yang lebih bagus, sehingga bagi warga yang ingin mengenbangkan usahanya dapat terwujud. Hal inilah juga membuat nilai invetasi sebuah ruko pun menjadi tinggi.

“Developer membuat sebuah bangunan ruko untuk mempermudah warga perumahan, untuk bisa berbelanja dan digunakan untuk pengembangan usahanya,” ujar Andi Baso Pawelangi, investor ruko.  

Provinsi Jambi khususnya Kota Jambi, seolah menjadi kawasan seribu ruko. Jika berkeliling di kawasan kota, pandangan mata Anda akan diselimuti oleh bangunan-bangunan ruko. Bangunan Ruko akan dijumpai hampir di sepanjang pinggiran jalan kota. Ini menandakan, bahwa investasi ini cukup menarik perhatian masyarakat Jambi.

“Pembangunan ruko sangat pesat di Provinsi Jambi, karena ruko merupakan salah satu investasi yang cukup tinggi,” ujarnya.
Pada umunya, Rumah Kotak atau ruko, dibangun oleh para pengusaha untuk dijadikan sebagai tempat untuk menjalankan usaha yang dimilikinya, namun hal ini tidak selalu demikian. Karena pembangunan ruko oleh pengusaha, juga banyak orang menggunakannya sebagai rumah atau tempat tinggal disertai dengan usaha yang dimilikinya.

“Sebenarnya ruko itu memang hanya untuk tempat usaha, tapi sekarang sudah banyak orang yang dijadikannya sebagai tempat tinggal,” ujarnya.

Ruko yang dijadikan sebagai tempat tinggal ini menurutnya, bukanlah menjadi hal yang tepat. Karena pada umunya, apabila ruko dijadikan sebagai tenpat tinggal, akan memiliki beberapa kelemahan. Di antaranya dilihat dari segi kesehatan, pada umunya ruko secara pembangunan tidak memiliki fentilasi atau jendela untuk masuknya udara, ditambah dengan barang-barang usaha atau dagangan yang memilki bahan kimia.

Sehingga uap barang daganganya tidak secara normal bisa terjaga dan menimbulkan keadaaan ruangan dalam rumah tidak sehat. Hal ini yang diraskan oleh Andi Basok Pawelangi beserta keluarga, ia memiliki dua pintu ruko yang dijadikannya sebagai tempat usaha sekaligus tempat tinggal mereka.

“Banyak pertimbangan yang harus dilakukan apabila ruko dijadikan sebagi tempat tinggal sekaligus tempat usaha. Salah satunya adalah dari segi kesehatan bagi keluarga yang menempatinya,” ungkapnya.

Apa yang menjadi pertimbangan sehingga ruko dijadikan sebagai tempat tinggal? Ia menjawab, bahwa yang menjadi pertimbangan pertama, karena kurangnya biaya untuk membangun sebuah rumah pribadi. Kedua menjaga barang dagangan dan mudah melakukan pengontrolan tempat usaha atau ruko yang dimiliknya.

“Karena tidak ada biaya mau bangun rumah dan juga barang dagangan kita bisa selalu kita jaga,” ungkapnya.

Ketertarikan Investor

Secara hitung-hitungan bisnis, nilai invesasi ruko lebih tinggi dari pada rumah pribadi. Kenapa demikian? Karena secara bisnis ruko, tingginya nilain ruko ini disebabkan oleh adanya sebuah peluang usaha.

Menurut Andi Basok Pawelangi, Investor ruko menjelaskan, peluang usaha inilah yang dilihat oleh para investor untuk membeli ruko, dengan pertimbangan tempat yang strategis dan nantinya akan membuat usahanya bisa berkembang dan maju. Sedangkan rumah pribadi atau rumah biasa, hanya digunakan sebagai tempat tinggal, yang nilainya pun juga tidak terlalu meningkat bereda dengan ruko.

“Nilai jual ruko lebih tinggi dari pada rumah biasa, apabila ada jaminan peluang usaha akan maju. Sedangkan nilai jual rumah, akan selalu normal. Kalaupun tinggi, tidak setinggi nilai jual ruko, yang memang tempatnya strategis,” ujarnya.

Tempat yang strategis merupakan salah satu pertimbangan untuk memiliki atau membuat sebuah bangunan ruko. Ingin memiliki usaha yang berkembang, harus disertai dengan sebuah bangunan yang memadai dan tempat yang memang layak untuk membentuk sebuah usaha.
“Ingin membuat ruko, paling pertama yang harus dilihat adalah lokasi atau tempat untuk pembuatan ruko dan pilihlah tempat yang lebih strategis,” ujarnya.   

Nilai Jual Tinggi

Nilai jual ruko, salah satu pertimbangan untuk menjadikan nilai jualnya lebih tinggi adalah, dari segi tempat lokasi, secara bangunan, itu tidak menjadi daya tarik bagi investor atau orang yang ingin membeli sebuah ruko, karena pada umumnya ruko memiliki bentuk yang sama, hanya saja hal yang juga menjadi pertimbangan adalah luas wilayah atau luas bangunan ruko.

“Untuk menjdikan nilai jual ruko tinggi, salah satunya adalah lokasi dan yang kedua adalah luas bangunan,” ujarnya.

Gambaran nilai jual bangunan ruko yang terletak di pinggiran jalan protokol Kota Jambi dengan bangunan ruko yang terletak jauh dari jalan Kota Jambi. Menurutnya, nilai ruko yang berada dalam kota atau pusat keramaian, gambaran harga sekitar Rp 800 juta sampai dengan Rp 1 miliar lebih. Sedangkan untuk bangunan ruko yang jauh dari  perkotaan sekitar Rp 300 juta hingga Rp 500 juta.

Ruko dikatakan sebagai salah satu investasi yang banyak dibuat oleh pengusaha, merupakan suatu yang relatif apabila dikatakan sebagai investasi tinggi. Karena menurutnya, pembangunan sebuah ruko, harus memiliki penghasilan perekonomian yang tinggi. (*/lee)

No comments: