.

.
.

Selasa, 09 Desember 2014

Kasus DBD Tertinggi Di Muara Bulian


MUARA BULIAN–Ancaman serius kasus demam berdarah degue (DBD) di Kabupaten Batanghari terus menghantui masyarakat Kabupaten Batanghari. Perubahan cuaca merupakan salah satu faktor yang menyebaban nyamuk DBD terus berkembang biak. Setiap harinya masyarakat yang mengidap DBD terus bertambah.Terutama pada kecamatan Muara Bulian. Namun hal itu tentunya tidak hanya suatu saat akan mengancam masyarakat Batanghari.

Berdasarkan angka yang tercatat pada dinas kesehatan (Dinkes) Batanghari pengidap DBD pernovember hingga awal desember 2014 ini, pengidap DBD di Batanghari sudah mencapai angka 252 kasus.


Tidak main-main, bahkan salah satu pengidap dari DBD ini sudah memakan korban jiwa. “dari november hingga awal desember ini kasus pengidap DBD sudah mencapai angka 252 kasus, tercatat pula salah seorang dari pengdap DBD hingga meninggal dunia.” Kata kepala bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Almi Cab kepada wartawan Senin (8/12).

Dia juga mengatakan dengan jumlah tersebut, kecamatan Muara Bulian merupakan kasus tertinggi di Kabupaten Batanghari. “dengan angka tersebut kecamatan Muara Bulian dengan kasus tertinggi diantara kecamatan lainya di Batanghari.” Kata Almi saat di konfirmasi diruang kerjanya.

Tingginya angka korban pengidap DBD ini di perkuat dari laporan puskesmas dan dari RSUD Hamba Batanghari. “Angka ini tercatat dari laporan puskesmas dan RSUD kita,” tambah Almi.

Untuk itu Almi  menganjurkan kepada masyarakat agar dapat membasmi dengan cara mengubur menguras dan menutup penampungan air karena nyamuk aides aigevti akan cepat berkembang di tempat penampungan air yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah.

“Selain upaya yang dilakukan oleh dinkes dengan foging, tentunya kami meminta kesadaran masyarakat untuk tidak membiarkan nyamuk tersebut berkembang biak, tentunya dengan cara 3M,” sebut Almi.

Dengan itu lanjut Almi, adanya kesadaran masyarakat di abupaten Batanghari merupakan upaya penting dalam penanggulangan kasus DBD di Batanghari. Setidaknya dengan adanya upaya dari masyarakat sendiri mampu mengurangi kasus DBD.

“Faktor tingginya populasi penduduk di Bulian dapat menyebabkan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya DBD. Walau pun dilakukan penyemprotan dan bubuk abortil belum tentu dapat membasmi nyamuk . yang dapat membasmi adalah kesadaran masyarakat untuk bergotong royong dalam membasmi nyamuk agar tidak dapat berkembang biak di dalam air,” demikan Almi.(Ofy/lee)

Tidak ada komentar: