.

.
.

Selasa, 28 Oktober 2014

Kabinet Kerja Jokowi Berbatik Saat Dilantik

Kabinet Kerja Jokowi-JK. Foto Antara
Ini Kata Desainer Indonesia

Jakarta-Setelah mengumumkan susunan menteri dalam pemerintahannya yang bernama Kabinet Kerja, Senin (27/10) Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla secara resmi melantik ke-34 menteri tersebut di Istana Negara, Jakarta Pusat. Pelantikan anggota kabinet yang biasanya identik dengan setelan formal kemeja, dasi, dan jas itu kini telah tergantikan dengan kehadiran batik sebagai dress code.

Era Soekamto yang merupakan desainer kenamaan Indonesia menyambut baik ide Jokowi dalam penggunaan batik untuk foto resmi para menteri tersebut. Wanita yang sudah berkecimpung di dunia fashion selama lebih dari 15 tahun ini mengatakan memang sudah sepatutnya seorang presiden mempunyai visi misi yang jauh ke depan dalam membawa batik agar lebih dikenal lagi hinggal bahkan di dunia internasional.

“Jadi saya rasa Presiden Joko Widodo ingin memberdayakan apa yang Indonesia miliki tanpa bergantung kepada aset-aset yang dimiliki oleh negara lain. Dalam hal ini adalah batik yang memang merupakan hasil karya orang Indonesia," tutur desainer dari rumah mode Iwan Tirta  Senin (27/10).


Meski para menteri pilihan Presiden Jokowi baru dilantik hari ini, desainer yang baru saja memamerkan koleksi terbarunya di Bazaar Fashion Festival itu menaruh harapan yang besar kepada Kabinet Kerja, khususnya terhadap industri kreatif dunia mode Indonesia. Ia berharap para menteri bisa lebih memperhatikan serta mendukung para pelaku industri kreatif dalam mencapai minatnya di dunia mode.

Hal ini pun sudah diperjuangkannya sejak lama dengan melakukan presentasi kepada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, namun hasilnya masih belum maksimal. "Harapan saya, Kabinet Kerja ini bisa menjadi mercusuar atau benteng yang mampu menyokong minat industri kreatif Indonesia sehingga pelakunya pun merasa lebih tertantang dalam berkarya," jelasnya lagi.

Selain itu, wanita yang juga menaruh minat besar terhadap dunia pendidikan Indonesia ini berharap bahwa kabinet yang baru dibentuk tidak menggeneralisasikan pendidikan. "Bangsa Indonesia ini dari Sabang sampai Merauke. Terdiri dari suku, pulau, dan bahasa yang berbeda-beda. Mungkin sebaiknya melakukan pendekatan secara personal dalam dunia pendidikan," pungkasnya. (dtk/lee)

Tidak ada komentar: