.

.
.

Tuesday, 29 April 2014

Jangan Biarkan Kesenian Tradisi Bekawau Punah di Negeri Sendiri

Sri Purnamasyam mendapmpingi Mak Jamila dalam pertunjukan Seni Bekuwao

Banyak yang tidak mengenal kesenian tradisi Bekawau. Kesenian tradisi ini ternyata kini hanya satu nenek yang masih bisa memerankannya. Baru-baru ini Taman Budaya Jambi (TBJ) menggali kesenian tradisi ini melalui menggelar dua kegiatan di bulan April 2014, yaitu kegiatan Festival Teater Remaja (FTR) se-Provinsi Jambi dan Apresiasi Sanggar Seni (ASS). Namun ada yang membuat miris dan prihatin dari pertunjukan itu, yakni dengan terancam punahnya kesenian tradisi Bekwau yang berasal dari Kabupaten Merangin.

Dengan wajah lusuh oleh balutan kulit keriput, tampak seorang nenek dengan piawai memainkan kesenian tradisi asli Jambi asal Kabupaten Merangin yang namanya Kesenian Bekuwau. Penampilannya yang memukau, membuat si nenek tak sadar kalau dirinya usianya sudah uzur.

Namun karena kecintaannya terhadap seni
budaya daerahnya, si nenek ini terus dengan semangat memainkan kesenian Bekuwau hingga memukau penonton. Namun, tak semua mengenal si nenek ini, adalah satu-satunya di Provinsi Jambi yang masih bisa memainkan kesenian tradisi Bekuwau.

Adalah Mak Jamila, nenek yang sudah menginjak usia 74 tahun ini, tetap tegar dan sehat waluu usianya sudah uzur. Militansi seniman yang ditunjukkannya, membuka mata penontonnya agar mencintau budaya daerah itu sendiri.

Mak Jamila yang berasal dari Desa Pulau Aro, Kabupaten Merangin ini, seolah mengajak masyarakat Jambi untuk tidak membiarkan kesenian tradisi Bekawau punah di Negeri sendiri.

Sri Purnama Syam Mendapmingi Mak Jamila.
Salah satu kesenian tradisi yang terancam punah adalah kesenian Bekawau yang diperankan oleh Mak Jamila. Kesenian ini dikatakan sebagai salah satu kesenian yang terancam punah karena pelaku seni yang bisa melakukanya hanya tinggal satu orang yaitu Mak Jamila yang tinggal di Desa Pulao Aro Kabupaten Merangin.

Penampilan yang dibawakan oleh Mak Jamila, memberikan sebuah inspirasi baru oleh Taman Budaya Jambi (TBJ). Kesenian ini membutuhkan sebuah perjuangan yang dilakukan oleh TBJ untuk mencari kesenian Bekuwao.

Dengan kesempatan ini maka TBJ sengaja mendatangkan Mak Jamilah untuk memperlihatkan kesenian Bekawao itu masih ada di Provinsi Jambi.

Menurut Kepala TBJ, Sri Purnamasyam, dengan waktu yang cukup lama, akhirnya pecarian kami mendapatkan hasil yang memuaskan. “Mendapakan sebuah kesenian tradisional bekawau membuat team TBJ sangat puas dan senang,” katanya.

Kesenian Bekuwao masih sering dilakukan pada saat pelaksanaan kegiatan adat, seperti pindah rumah, sunatan anak dan sebagainya. Yang melakukannya hanya Mak Jamilah yang bisa.

Kepala Desa Pulau Aro, Ramdhan menguatkan, dirinya sengaja ikut mendampingi Mak Jamila. “Bekawao ni masih sering dilakukan, hanya saja yang bisa itu cuma Mak Jamila,” ujar Ramdhan.

Dengan kesenian yang terancam punah ini, memberikan sebuah motivasi TBJ, untuk selalu berupaya agar kesenian ini tidak punah. Pada kesempatan itu pula Mak Jamilah merupakan salah satu Maestro Kesenian Tradisi Jambi yang harus mendapatkan sebuah penghargaan oleh pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kabupaten Merangin.

“Untuk dapat melestarikan kesenian tradisi Bekuwao. Dengan kesenian Bekuwao ini, maka kita akan berupaya agar kesenian ini, bisa mendapatkan sebuah penghargaan oleh negara dengan dijadikannya sebagai Warisan Budaya tak benda dan kita akan mengupayakan itu,” kata Sri Purnama Syam.

Selain itu, Staf Ahli Bupati Merangin, Nurdin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Merangin akan selalu berupaya agar kesenian tradisi Bekuwao selalu di lestarikan.

Kesenian Tradisi Jambi

Mak Jamila
Nurdin juga menjelaskan akan selalu membangun sebuah kerja sama dengan Taman Budaya Jambi untuk selalu bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik. Agar kesenian tradisi lainya, yang belum terungkap bisa dikembangkan dan bisa dilestarikan.

Hampir ratusan bahkan ribuan, kesenian tradisi Jambi yang belum terungkap. Oleh karena itu, hal ini merupakan tugas TBJ, untuk selalu mencari agar kesenian tradisi yang belum ditemukan bisa ditemukan dan dikembangkan.

“Oleh karena itu, TBJ akan selalu mencari kesenian tradisi Jambi yang belum terungkap. Karena saya yakin masih banyak kesenian Jambi yang tidak diketahui, ratusan malah mungkin mencapai ribuan,” kata Sri Purnama Syam.

Dengan berbagai kegiatan yang telah maupun yang akan dilaksanakan TBJ. Tentunya TBJ membentuk sebuah misi yaitu, mendukung promosi dan propaganda daerah, agar kelembagaan budaya dapat dikenal masyarakat luas.

Sri Purnamasyam pun juga menegaskan bahwa, TBJ akan selalu memberikan ruang agar para generasi muda, tidak berhenti berkesenian, baik kesenian popular, tradisi maupun juga kesenian kontenporer.(*ANDRI MUSTARI, Jambi /lee) (HARIAN JAMBI EDISI SELASA 29 APRIL 2014)

No comments: