.

.
.

Kamis, 25 Juli 2013

Pemprov Jambi Jalin Kerjasama Dengan UPI Dalam Penguatan Profesi Guru



Jambi, Bute Ekspres

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, selama 3 tahun ke depan akan bekerja sama dalam peningkatan mutu pendidikan dan profesionalisme guru melalui program lesson study.

Penandatangan kerjasama ini dilaksanakan Senin (22/7) bertempat di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Hadir sebagai wakil dari pemerintah Sekda Provinsi Jambi Ir.H.Syahrasaddin, M.Si, Rektor UPI Prof.Dr.Sunaryo Kartadinata,M.Pd, Perwakilan DPRD kabupaten/kota, dan undangan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Erwan Malik menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah provinsi Jambi pada pendidikan dan pada tahun ajaran 2013 ini ada  18 sekolah yang dipilih oleh pemerintah kota SD 6 sekolah, SMP 6  sekolah, SMA 4 sekolah, dan 2 SMK .

Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus dalam sambutan tertulisnya dibacakan Syahrasaddin menyatakan bahwa dalam visi Jambi Emas peningkatan kualitas SDM sebagai prioritas dalam pembangunan daerah.

Dimana salah satu faktor dominan dalam upaya peningkatan SDM itu adalah pendidikan dan melalui pendidikan yang berkualitas inilah akan melahirkan manusia-manusia pembangunan yang tidak saja memiliki kecerdasan intelektual semata, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. 
“Terbentuknya pendidikan yang berkualitas dapat tercapai apabila adanya sinergitas antara manajemen pendidikan, ketersediaan sarana dan prasarana, pembiayaan serta ketersediaan guru yang cukup dari sisi kuantitas dan kompetensinya,” ujar HBA.

Disebutkan,  bahwa program ini merupakan salah satu upaya serius pemerintah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas  pendidikan melaluo inovasi dan kreatifitas yang progresif.

“Untuk itu, saya menyambut baik kerjasama yang dibangun ini, sebagai salah satu upaya kita untuk meningkatkan kompetensi guru di provinsi Jambi. Program ini memang telah dikembangkan di negara-negara  maju dan terbukti dapat semakin meningkatkan kualitas SDM mereka. Pengenalan program ini di Indonesia dan telah dilakukan pengayaan program yang sesuai dengan kearifan lokal,”katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Ir.H.Syahraddin, mengungkapkan kerjasama ini dapat  mendongkrak kualitas pendidikan di Indonesia. “Program lesson study ini diharapkan menjadi ajang perbaikan, pembenahan dan reformasi pendidikan di provinsi Jambi sehingga dapat meningkatkan kualitas guru dan murid dan juga praktisi pendidikan,”ujar Sekda.

Sekda menambahkan, bahwa kerjasama ini merupakan langkah maju Pemprov Jambi di bidang pendidikan. “Seperti yang disampaikan bahwa kita akan melakukan proses pembelajaran tidak hanya kepada guru tetapi juga lingkungannya, termasuk juga orang  tua,”katanya.

Tahun 2013 target  Pemprov Jambi 16 ribu guru, dan secara bergulir selama tiga tahun, nanti guru kita dengan total kurang lebih sampai dengan 60 ribu ini nanti akan tercover , dan mudah-mudahan program ini adalah outputnya nanti akan menghasilkan dan mencetak, dan memperkuat SDM kita baik guru maupun murid yang berkualitas berwatak Indonesia.

“Dengan kerjasama ini diharapkan SDM kita semakin bertambah dalam rangka mewujudkan generasi EMAS 2015,”katanya.

Rektor UPI Prof.Dr.Sunaryo Kartadinata,M.Pd, menyatakan bahwa Lesson study, adalah model pembinaan dan pelatihan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Dimaksudkan guna memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru mengajar melalui peningkatan kopetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

Kopetensi ini meliputi kemampuan pedagogik, mengelola pembelajaran, kopetensi kepribadian, kopetensi profesional, kemampuan penguasaan pembelajaran serta kompetensi sosial kemampuan komunikasi secara efektif.

Diharapkan, melalui program ini para guru dituntut menajamkan materi pembelajaran, mengembangkan sistem hubungan sosial yang harmonis, serta kemampuan memberi nilai tambah terhadap rekan seprofesi dan peserta didik.

“Saya menilai lesson study memiliki sentuhan yang lebih manusiawi, karena ada sisi lain dari proses dan hasil pembelajaran yang mendorong kemajuan guru, peserta didik dan masyarakat,”ujar Rektor UPI.

Sunaryo Kartadinata menuturkan, Lesson Study adalah sebuah program strategi pembelajaran yang 10 tahun lalu telah dikembangkan UPI melalui berbagai riset, penelitian dan praktek lapangan.

Lesson Study hingga kini terus semakin memperoleh kepercayaan, penguatan dan makin memperoleh tingkat keberterimaan, khususnya di masyarakat kependidikan. Untuk itu, UPI mengangkat Lesson Study sebagai program unggulan dalam upaya memperbaiki dan  meningkatkan mutu pendidikan.

Proses pendidikan bermutu, menurutnya tidak semata-mata dilihat hari hasil dalam bentuk prestasi akademik yang bagus. Prestasi ini harus dipertahankan dengan juga mengedepankan proses pembelajaran yang bermutu. Sehingga sebuah proses pendidikan tidak terbentuk dari perilaku-perilaku instan tetapi dari perilaku yang betul-betul dilandasi sebuah motivasi, kegiatan dan kinerja yang bermutu juga. 
Ini sangat relevan dengan model pendidikan berbasis karakter yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Nasional.

“Kita ingin menempatkan karakter ini sebagai tujuan primer pendidikan. Karena karakter pendidikan berkaitan dengan nilai-nilai luhur kehidupan, berkaitan dengan kekuatan kinerja, motivasi, kejujuran, semangat dan daya juang yang tinggi. Mari kita tempatkan
karakter ini sebagai tujuan utama pendidikan sebagai kekuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.srg

Tidak ada komentar: