.

.
.

Rabu, 07 November 2012

Siswa SD Bertaraf Internasional Terserang Hepatitis A

Siswa Diliburkan Sehari

Jambi, BATAKPOS

Siswa SDN 47 Kota Jambi yang bertaraf internasional itu Selasa (6/11) diliburkan satu hari. Hal itu menyusul mewabahnya hepatitis A di sekolah itu hingga menelan korban sakit 20 orang lebih. Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinkes Kota Jambi telah melakukan tes darah kepada siswa dan akan melkaukan penyuluhan kepada orangtua tentang penyakit Hepatitis yang diderita beberapa siswa SD 47.

Wakil Kepala Sekolah SDN 47 Kota Jambi, Nurmaida SPd kepada wartawan, Senin (5/11) mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Jambi dan Dinkes Provinsi Jambi telah memeriksa lingkungan sekolah Senin. Pemeriksaan tersebut dilakukan mulai dari situasi lingkungan, seperti
kondisi ruangan, tempat sampah, tempat jajanan, serta menanyakan soal makanan yang dimakan siswa sebelum tanggal 30 Oktober lalu.

Disebutkan, undangan untuk orangtua sudah diberikan kepada siswa. Selasa (6/11) pukul 8.30 wib, akan ada sosialisasi dan penyuluhan tentang penyakit Hepatitis A. Dengan penyuluhan tersebut, nantinya diharapkan kepada orangtua agar tidak cemas dan tidak berfikir jelek dengan
sekolah dan penyakit ini.

“Kata dokter, penyakit Hepatitis A ini memang cepat menular. Namun penyakit ini juga cepat sembuhnya,”katanya.

Menurut Nurmaida, belum diketahui sumber penjangkitnya, meski kejadian telah berlangsung
beberapa hari. Kondisi terungkap setelah banyak murid tiba-tiba masuk rumah sakit. Sekolah mengetahui serangan penyakit menular itu beberapa hari lalu.

Awalnya, sejumlah murid tidak masuk sekolah, dan setelah dicek ke orangtuanya, mereka mengaku anaknya sedang sakit, dan sebagian malah dirawat di rumah sakit. “Kami curiga. Kok anak-anak kami banyak yang tidak masuk. Rata-rata anak yang sakit itu berasal dari kelas tiga dan empat yang masuk sore hari,”katanya. Pihak sekolah langsung melaporkan ke Puskesmas terdekat.

Ketua Komite SD 47 Kota Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), mengatakan, komite sudah sepakat dengan pihak sekolah, untuk meliburkan siswa selama empat hari, dengan rekomendasi dokter, karena sifatnya menular.

Dikatakan, peliburan siswa bertujuan untuk mengantisipasi semakin bertambahnya jumlah korban yang terjangkit virus hepatitis A tersebut. Terkait rencana meliburkan siswa tersebut, BBS mengatakan sudah dilaporkan kepada UPTD Dinas Pendidikan setempat.

“Dalam satu minggu belakangan ini ada peningkatan (jumlah korban,red). Untuk itu kita berinisiatif meliburkan siswa, untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut biar tidak menyebar. Hal ini juga akan disampaikan ke Dinas Kesehatan Kota Jambi,”katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Polisman Sitanggang, menyayangkan keputusan libur yang diberlakukan pihak sekolah dasar 47 Kota Jambi.  Menurutnya, keputusan yang diambil pihak sekolah terlalu tergesagesa tanpa ada koordinasi dengan dinas kesehatan.

“Sebenarnya keputusan libur terlalu tergesagesa tanpa dasar yang kuat. Itu juga bukan KLB, jangan terlalu didramatisir. Pihak kami sedang melakukan pengumpulan data untuk mengetahui sumber penyakit, namun hal itu bisa dilakukan tanpa meliburkan murid, sehingga murid tidak perlu ketinggalan pelajaran,”katanya.

Disebutkan, Dinkes Kota Jambi belum tahu itu penyebabnya dari dalam atau luar sekolah. “Kita
sedang selidiki. Tapi sebenarnya nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Kami sudah mulai melakukan crosscheck data ke rumah sakit, dan sesuai rencana, Senin telah mengutus tim ke
sekolah untuk melakukan penelitian.

Menurut Polisman, biaya perawatan pasien murid siswa tersebut, bahwa pemerintah sejauh ini belum mengalokasikan dana karena kasus yang menimpa murid dan guru di SD 47 bukan termasuk kategori KLB. Namun menurutnya jika ada diantara korban yang berasal dari keluarga kurang mampu maka SKTM bisa digunakan.

“Sejauh ini belum ada yang mengeluhkan soal biaya perawatan. Mereka hanya minta penyebab penyakit segera ditemukan dan dihentikan. Itu pasti akan kita lakukan. Namun bila ada korban yang berasal dari keluarga kurang mampu bisa pergi ke puskesmas dengan membawa SKTM,”katanya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Jambi Jefri Bintara Pardede, meminta instansi terkait segera mengambil tindakan agar penyakit serupa tidak menyerang lebih banyak orang. Ia juga meminta kepada pihak sekolah untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

“Kita sempat lihat juga disana kan ada galon air minum yang disediakan untuk murid dan guru. Mungkin gelasgelasnya itu juga perlu diperhatikan kebersihannya,”katanya.

Tidak Bersih

Menurut Dr Hengky Indradjaja, pengamat kesehatan, pen yakit hepatitis penyakit menular. Namun menularnya penyakit ini melalui proses tertentu yang sangat erat kaitannya dengan tingkat kebersihan. Baik kebersihan diri maupun lingkungan.

 “Jika penyakit ini menjangkiti beberapa orang di sebuah lingkungan, di sekolah misalnya, besar kemungkinan lingkungannya tidak sehat. Yang paling besar kemungkinannya adalah dari makanan yang tidak sehat. Bisa jadi dari warung di sekitar sekolah yang menjadi tempat jajan anak-anak,”katanya.

Disebutkan, atau bisa jadi juga ada pihak lain yang tangannya dalam kondisi tidak steril, menyentuh makanan, yang kemudian dibeli dan dimakan orang lainnya, sehingga terjangkit.

Penyakit hepatitis menular dari cairan tubuh manusia. Namun demikian, bukan berarti bersentuhan dengan orang yang mengidap penyakit ini akan langsung tertular, tidak demikian.

“Meskipun bersentuhan atau bergaul dengan pengidap penyakit hepatitis, namun belum tentu bisa tertular. Akan tertular apabila yang pengidap, misalnya buang air besar atau buang air kecil, dan kemudian tangannya tidak dicuci dengan baik,”ujarnya.

Menurut mantan Kadinkes Kota Jambi ini, melalui inilah penyakitnya bisa menular dengan cepat. Intinya adalah harus bersih, baik diri, lingkungan, dan terutama makanan. Karena itulah sangat dianjurkan mencuci tangan dengan sabun. Karena apabila tidak dicuci dengan sabun, bisa jadi masih banyak bibit penyakit yang tertinggal di tangan pasca beraktifitas. RUK

Tidak ada komentar: