.

.
.

Wednesday, 18 July 2012

Ratusan Ribu Hektar Sawah di Indonesia Beralih Fungsi

Menteri Pertanian RI Ir. H. Suswono (kanan) didampingi Wagub Jambi (tengah) dan Anggota DPR RI (Dapil Jambi) H Muradi saat melakukan panen padi sawah di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Minggu (15/7/12). Foto batakpos/rosenman manihuruk

52 Persen Irigasi Rusak Berat

Jambi, BATAKPOS

Seluas 100 ribu hektar lebih sawah di Indonesia beralih fungsi jadi permukiman penduduk dan areal perkebunan. Sementara 52 persen saluran irigasi di Indonesia rusak berat. Kondisi ini mengancam ketersediaan pangan di Indonesia saat ini.

Secara Nasional Indonesia rawan pangan dan terus mengintai karena menurunya produksi beras akibat petani marak mengalihfunsikan lahan pertanian dengan menanam komoditi lain seperti perkebunan sawit dan karet.

Menteri Pertanian RI Ir. H. Suswono mengatakan hal itu di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Minggu (15/7/12) saat melakukan kunjungan kerja ke Kerinci, Provinsi Jambi. Menurutnya, secara nasional saat ini 100 ribu hektar sawah telah dialih fungsi. Akibatnya, Pemerintah Pusat harus merogoh kocek cukup besar untuk mengembalikan sawah yang  hilang tersebut.

Menurut Suswono, kendala lain dalam mencapai swasembada beras, saat ini akibat 52 persen irigasi secara Nasional rusak berat. Untuk memperbaikinya Negara harus mengeluarkan biaya Rp 3 triliun.

“Untuk mencetak sawah baru kita harus mengeluarkan biaya tak kurang dari Rp.11 juta perhektar. Tahun depan direncanakan pemerintah akan mencetak 1000 hektar sawah baru di Kabupaten Kerinci. Tujuannya untuk menunjang target swasembada beras Nasional 2014,”katanya.

Disebutkan, seluruh Indonesia, tahun ini pemerintah akan mencetak sawah baru, guna menunjang keberhasilan dibidang pertanian ini, pemerintah telah membentuk Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3).

Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, H. Fachrori Umar  mengatakan, Pemprov Jambi terus berupaya mamacu produksi pangan dengan mensinergikan kegiatan-kegiatan yang didanai APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, dan swadaya masyarakat.

Disebutkan, Kementerian Pertanian RI, telah mengalokasikan dana untuk cetak sawah baru di Provinsi Jambi seluas 5.859 hektar dalam kurun waktu tujuh tahun.

Sementara itu, Bupati Kerinci H. Murasman menyebutkan hasil produk pertanian masyarakat Kerinci cukup bagus. Namun produksi padi tersebut sering kali tidak diimbangi oleh harga jual. Ini menjadi persoalan yang kerapkali dikeluhkan petani. RUK

No comments: