Minggu, 03 September 2017

Ketika Lagu Indonesia Raya Menggema di Kebaktian Kebangsaan GKPS Resort Cililitan

Pesta Olobolob GKPS Resort Cililitan 
Lagu Indonesia Raya menggema saat Ibadah Kebaktian Kebangsaan dalam Rangka Pesta Olob-olob ( 114 Tahun Injil di Simalungun 2 Sept 1903- 2 Sept 2017) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Resort Cililitan, Sabtu (2/7/2017) malam. Photo2: Agust Juvenly Purba

BERITAKU-Lagu Indonesia Raya menggema saat Ibadah Kebaktian Kebangsaan dalam Rangka Pesta Olob-olob ( 114 Tahun Injil di Simalungun 2 Sept 1903- 2 Sept 2017) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Resort Cililitan, Sabtu (2/9/2017) malam. Dirigen Agust Juvenly Purba menuliskan pengalaman saat memimpin Lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan ribuan Jemaat pada Ibadah itu.

Berikut ini kutipan tulisan dan sejumlah photo kegiatan yang diposting Agus Juvenly Purba pada Sosial Media (FB) miliknya. 

Beyond My Expectation

Bermula ketika lagu Indonesia Raya berkumandang sesaat sebelum Votum tanda Kebaktian dimulai, ada rasa berbeda, dari sekian banyak saya mendirijeni Indonesia Raya, kali ini ada desiran mengalir dalam darah saya sepanjang tangan ini mendirijeni, seakan-akan saya merasakan hal yang sama dari setiap nada-nada yang dinyanyikan oleh seluruh jemaat.....ya....betapa kami penuh kerinduan menyanyikan lagu ini secara bersama-sama sebagai warga gereja terutama untuk saat- saat sekarang ini. Kerinduan yang dilampiaskan dengan penuh semangat. Entah apa yang ada dalam hati kami masing-masing, yang jelas rasa kebangsaan saya begitu tergugah.

Dilanjutkan dengan lantunan merdu dan high class lagu Indonesia Pusaka oleh Elvan Adventri Saragih Garingging, Tanah Airku oleh Susan Purba, Indonesia Jaya oleh Jhane Madly Cova Saragih, diselang-selingi oleh orasi kebangsaan oleh Bapak Djasarmen Purba, SH dan Irjen Pol. Wagner Damanik, menambah gugahan terhadap rasa cinta terhadap negeri ini.

Serasa belum terpuaskan, kemudian PUISI berantai yang membuat saya larut dalam setiap kata-kata yang mereka bawakan, bahkan sesekali saya lupa memimpin choir yang seharusnya humming lagu Dari Yakin Ku Teguh sepanjang puisi dibacakan seakan tidak mau terganggu sambil bernyanyi dan mendengarkan puisi. 

Saya juga banyak melihat anggota Padus yang larut. Tidak sia sia mereka belajar keras untuk itu. Thumbs up untuk St. John Jansen Purba Sidagambir, Marihot Nainggolan, Ermi Saragih, dan Ny. Rias Damanik yang sudah all out membawakannya. 

Tidak sia-sia saya memesan khusus puisi ini kepada Susanti Delkuriade Purba yang sejak kecil berbakat membuat puisi. Kata- katanya mengingatkan akan pentingnya berbuat untuk bangsa ini.

Belum habis rasa itu, kemudian anak-anak Children Choir Distrik VII kembali menyadarkan betapa bangganya dengan bangsa ini dengan lagu Berkibarlah Bendera Negeriku dan Bendera oleh penyanyi Coklat. Tak terasa seluruh jemaat riuh ikut bernyanyi, melambaikan bendera, bahkan jingkrak-jingkrak. 

Entah mengapa, mungkin kami benar benar rindu disadarkan pentingnya berbangsa dan bernegara ini, yang sudah lama rasanya tidur dan terabaikan bahkan dalam kehidupan berjemaat yang biasanya hanya sebatas doa-doa syafaat saja.

Puncaknya ketika setiap jemaat menuliskan komitmennya untuk negara dalam kertas yang sudah dibagikan, dan satu satu maju ke depan menempelkan kertas komitmen di pohon komitmen yang sudah tersedia. 

Sekilas saya baca....ada yang menuliskan bekerja lebih keras, menghindari korupsi, rajin belajar, aktif di kegiatan masyarakat, dan ratusan komitmen lainnya. 

Rasanya semangat benar benar terbangkitkan ketika penempelan komitmen tersebut diiri gi lagi Bagimu Negeri diakhiri menyanyikan lagu Kebyar Kebyar bersama sama oleh jemaat dan kantoria. Entahlah..,,kami semua terlarut.

Sesuatu memang. Dan memang harus demikian. Kita warga GKPS harus menjadi sesuatu bagi bangsa ini, sesuatu yang berguna, sesuatu yang membangun di bidsng masing- masing. Meski hanya sekitar 220.000 jiwa saja, jika memberikan arti pasti akan menjadi bahagian pembaharuan. 

Dimulai dari 'Lingkup Kecil' seperti pesan Ketua PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat Lebang. Semoga seperti komitmen yang kami tuliskan, dapat memberi arti bagi bangsa ini.

Dalam rangka dan semangat Pesta Olob-Olob GKPS 114 Tahun, berharap GKPS secara umum dan GKPS Resort Cililitan secara khusus akan semakin inklusif, perduli dan menjadi terang bagi bangsa ini.

Rasanya saya dapat tertidur lelap malam ini dan memiliki energi baru untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan tentunya dengan semangat kebangsaan yang baru. Hari ini beyond my expectation, semoga menjadi berkat buat bangsa ini.

Thanks to Pimpinan Majelis Se Resort Cililitan dan Pengurus GKPS Resort Cililitan yang mendukung terlaksananya acara ini terkusus untuk Porhanger kami Jaberkat Purba. Semua Jemaat GKPS Cililitan, GKPS Cipayung, GKPS Cibubur, GKPS Lubang Buaya. Berharap gugahan kebangsaan ini akan menyebar ke Jemaat yang lain. 

Terimakasih unuk semua rekan Panitia ysng sudah berlelah dan serius melaksanakan acara. Rasanya lelah hilang ketika terngiang tagar Saya GKPS, Saya Pancasila, Saya Indonesia!

Last but not least. Thanks to si gembul Roi Josen atas permainan musik tanpa cacatnya, yang kata tukang sound di pinggir panggung ikut membangkitkan semangat kebangsaannya. Merindibg sepanjang acara katanya. Semoga si lae sound itu ikut menjadi sesuatu untuk bangsa ini melalui bidangnya. Merdeka .....Merdeka.....Merdeka. (Lee)












1 komentar:

Monica Gabriella mengatakan...

Perlu diralat,...Sabtu (2/7/2017) malam ?? Kalau gak salah taggal 2 Juli 2017 adalah Hari Minggu.