.

.
.

Kamis, 03 September 2015

Bandara Jambi Lumpuh, Sekolah Libur Total

Kondisi Udara Kota Jambi (Jelutung) Kamis 3 September 2015 Pukul 11.OO Wib. Seluruh Sekolah (PAUD-TK-SD-SMP-SMA) Kamis hingga Sabtu 5 September 2015 diliburkan. Pemda Membiarkan Saja Kabut Asap Kian Menyengsarakan Warga Tanpa Ada Solusinya. FOTO-FOTO ASENK LEE SARAGIH

Kondisi Udara Kota Jambi (Komplek Gereja) Kamis 3 September 2015 Pukul 11.OO Wib. Seluruh Sekolah (PAUD-TK-SD-SMP-SMA) Kamis hingga Sabtu 5 September 2015 diliburkan. Pemda Membiarkan Saja Kabut Asap Kian Menyengsarakan Warga Tanpa Ada Solusinya. FOTO-FOTO ASENK LEE SARAGIH

Kondisi Udara Kota Jambi ( Paal 5 Kotabaru) Kamis 3 September 2015 Pukul 11.OO Wib. Seluruh Sekolah (PAUD-TK-SD-SMP-SMA) Kamis hingga Sabtu 5 September 2015 diliburkan. Pemda Membiarkan Saja Kabut Asap Kian Menyengsarakan Warga Tanpa Ada Solusinya. FOTO-FOTO ASENK LEE SARAGIH

Pj Gubernur Jambi Irman bersama Para Pimred Media di Jambi, Kamis (3/9). Foto IST Tribunjambi.
BERITAKU-Kondisi Udara Kota Jambi (Jelutung, Komplek Gereja, Paal 5 Kotabaru) Kamis 3 September 2015 Pukul 11.OO Wib. Seluruh Sekolah (PAUD-TK-SD-SMP-SMA) Kamis hingga Sabtu 5 September 2015 diliburkan. Pemda Membiarkan Saja Kabut Asap Kian Menyengsarakan Warga Tanpa Ada Solusinya. 

Sementara Pj Gubernur Jambi Irman memanggil Pimred Media di Jambi guna membahas bencana asap. Namun pembicaraan hanya pada soal Lumpuhnya Aktifitas Bandara Jambi. Irman meminta agar Bandara Jambi memasang ILS (Instrument Landing System) dan Alat Bantu Pendaratan Visual/AFL (Airfield Lighting System).

ILS Penting
Guna menunjang operasional Bandara Jambi, perlunya sejumlah alat pendukung bandara seperti ILS atau fasilitas bantu pendaratan. ILS adalah salah satu prasarana penujang operasi bandara, dan dibagi  dua kelompok peralatan, yaitu Alat Bantu Pendaratan Instrumen/ILS (Instrument Landing System) dan Alat Bantu Pendaratan Visual/AFL (Airfield Lighting System).
Alat Bantu Pendaratan Instrument terdiri dari ILS adalah alat bantu pendaratan instrumen (non visual) yang digunakan untuk membantu penerbang dalam melakukan prosedur pendekatan dan pendaratan pesawat di suatu bandara. 
Peralatan ILS terdiri atas 3(tiga) subsistem Localizer, yaitu pemancar yang memberikan sinyal pemandu azimuth, mengenai kelurusan pesawat terhadap garis tengah landasan pacu, beroperasi pada daerah frekuensi 108 MHz hingga 111,975 MHz.
Kemudian Glide Slope, yaitu pemancar yang memberikan sinyal pemandu sudut luncur pendaratan, bekerja pada frekuensi UHF antara 328,6 MHz hingga 335,4 MHz dan Marker Beacon, yaitu pemancar yang menginformasikan sisa jarak pesawat terhadap titik pendaratan. dioperasikan pada frekuensi 75 Hz. 
Marker Beacon terdiri dari 3 buah, yaitu Outer Marker (OM) terletak 3,5 - 6 nautical miles dari landasan pacu. Outer Marker dimodulasikan dengan sinyal 400 Hz. Kemudian Middle Marker (MM) terletak 1050 ± 150 meter dari landasan pacu dan dimodulasikan dengan frekuensi 1300 Hz dan Inner Marker (IM) terletak 75 – 450 meter dari landasan pacu dan dimodulasikan dengan sinyal 3000 Hz.

Airfield Lighting System (AFL) adalah alat bantu pendaratan visual yang berfungsi membantu dan melayani pesawat terbang selama tinggal landas, mendarat dan melakukan taxi agar dapat bergerak secara efisien dan aman.
AFL meliputi peralatan-peralatan sebagai berikut, Runway edge light, yaitu rambu penerangan landasan pacu, terdiri dari lampu-lampu yang dipasang pada jarak tertentu di tepi kiri dan kanan landasan pacu untuk memberi tuntunan kepada penerbang pada pendaratan dan tinggal landas pesawat terbang disiang hari pada cuaca buruk, atau pada malam hari.
Kemudian Threshold light, yaitu rambu penerangan yang berfungsi sebagai penunjuk ambang batas landasan, dipasang pada batas ambang landasan pacu dengan jarak tertentu memancarkan cahaya hijau jika dilihat oleh penerbang pada arah pendaratan.
Selanjutnya Runway end light, yaitu rambu penerangan sebagai alat bantu untuk menunjukan batas akhir/ujung landasan, dipasang pada batas ambang landasan pacu dengan memancarkan cahaya merah apabila dilihat oleh penerbang yang akan tinggal landas.
Taxiway light, yaitu rambu penerangan yang terdiri dari lampu-lampu memancarkan cahaya biru yang dipasang pada tepi kiri dan kanan taxiway pada jarak-jarak tertentu dan berfungsi memandu penerbang untuk mengemudikan pesawat terbangnya dari landasan pacu ke dan atau dari tempat parkir pesawat.
Flood light, yaitu rambu penerangan untuk menerangi tempat parkir pesawat terbang diwaktu siang hari pada cuaca buruk atau malam hari pada saat ada pesawat terbang yang menginap atau parkir.

Approach light, yaitu rambu penerangan untuk pendekatan yang dipasang pada perpanjangan landasan pacu berfungsi sebagai petunjuk kepada penerbang tentang posisi, arah pendaratan dan jarak terhadap ambang landasan pada saat pendaratan.
Kelengkapan Bandara Jambi masih banyak dibutuhkan guna mendukung Bandara Jambi sebagai Bandara Internasional seperti yang diidam-idamkan Pemerintah Provinsi Jambi. (Asenk Lee)

Tidak ada komentar: