.

.
.

Wednesday, 11 February 2015

PT Angkasa Raya Jambi Belum Punya Solusi Atasi Bau Busuk

Pabrik Karet Milik PT Angkasa Raya Jambi di Seberang Kota Jambi. Foto Rosenman Manihuruk

Bau Busuk di Rumah Dinas Gubernur Jambi

JAMBI-Aaroma tak sedap yang diresahkan masyarakat sekitar pinggiran Ancol
Tango Rajo Kota Jambi hingga ke halaman Rumah Dinas Gubernur Jambi masih terjadi sewaktu-waktu. Aroma itu berasal dari PT Angkasa Raya Jambi yang bergerak bidang pengeringan karet.

Humas PT Angkasa Raya Jambi, Akun saat ditemui Harian Jambi di ruanganya, Senin (9/2) mengatakan, pihaknya mengakui kalau bau tak sedap itu berasal dari PT Angkasa Raya Jambi. 


“Bahwa bau yang tak sedap itu memang berasal dari pabrik karet kami. Pihak perusahaan membeli dari pengepul sudah berbau tak sedap. Hal itu karena banyaknya campuran bahan-bahan oleh pengepul agar berat timbangannya naik. Sebenarnya jika kita di Jambi memiliki lahan sendiri dan diolah melalui kebun atau hasil sendiri mungkin tidak ada bau-bau yang menyengat seperti bau-bau karet yang kita ketahui sekarang,” ujar Akun.

“Ya memang kita tidak bisa banyak bicara dari dahulu sampai sekarang memang pendapatan pabrik karet di Jambi sendiri  yaitu dari para pengepul. Karena  Provinsi Jambi ini sudah tekenal dengan daerah kota karet,” katanya. 

Solusi untuk penanganan bau tak sedap ini, kata Akun secara singkat, bahwa pabrik itu terlebih dahulu dibangun sebelum masyarakat menempati  lingkungan sekitar pabrik.

Ketua TP Sriwijaya Provinsi Jambi  Said Pariq MH  mengatakan bahwa pabrik itu ada karena masyarakat ada. “Yang namanya industri harus ikut serta dalam pembangunan. Disini pihak usaha industri harus mencari solusi jangan lempar batu sembunyi tangan,” ujarnya.

“Dalam hal ini pemerintah jangan mau tutup mata untuk masalah tersebut. Udara sehat itu adalah udara yang tidak berbau namun sebaliknya jika udara itu berbau maka udara itu tidak sehat,” ujar Said Fariq.

Segera Dipindahkan

Seperti diberitakan Harian Jambi sebelumnya, hampir setiap malam aroma tak sedap yang cukup menyengat tercium di seputaran Ancol Tanggo Rajo hingga kehalaman rumah dinas Gubernur Jambi. Terlebih ketika angin bertiup kencang dari arah sungai Batanghari. Bau busuk ini berasal dari pabrik karet PT Angkasa Raya Jambi yang terletak di RT 12 RW 4 Kelurahan Arab Melayu kota Jambi.

Kondisi ini diakui warga sudah berlangsung bertahun tahun dan sangat mengganggu pernafasan masyarakat sekitar pabrik dan terasa hingga kerumah dinas Gubernur Jambi.

Karyadi, SH salah satu warga Jambi mengaku sangat terganggu dengan aroma tidak sedap tersebut, bahkan sengatan bau busuk  selain mengganggu kenyamanan untuk menikmati indahnya jembatan pedestrian dan gentala Arsy hingga menghilangkan selera makan.

“Saya merasa tidak nyaman dengan bau busuk ini, begitu juga dengan yang lain, jujur saja saya malu sekali saat menjamu tamu saya saat santap malam di tempat ini” kata Karyadi saat bersama rekan bisnisnya di balkon lantai 3 Wiltop Hotel Kota Jambi.

Ketua TP Swiwijaya Propinsi Jambi, Said Pariq, MH, mengatakan, pemerintah harus mengkaji ulang amdal perusahaan dan keberadaan Industri crumbrubber tersebut, apalagi saat ini pemprop Jambi lagi focus membenahi sektor pariwisata kawasan Ancol Kota Jambi.

“Jangan sampai program pemerintah propinsi Jambi untuk meningkatkan sektor pariwisata di kawasan tersebut menjadi terganggu oleh aroma yang tak sedap, apa lagi dana yang dikeluarkan ratusan milyar rupiah untuk sektor pariwisata ini” ungkapnya. (cr1/cr2/lee)







No comments: