.

.
.

Rabu, 11 Februari 2015

Pembangunan Rel Kereta Api di Jambi Harus Diwujudkan

Trans-Sumatera Rel Kereta Api

Jalur Kereta Api Trans Sumatera 2019 Konek

JAMBI-Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA) menegaskan bahwa pembangunan rel kereta api di Jambi. HBA juga akan fokus sepenuhnya untuk mensuksekan pembangunan rel kereta api di Provinsi Jambi, khususnya menuju Pelabuhan Laut Ujung Jabung. 

Hal itu dikatakan HBA kepada wartawan usai Rapat Percepatan Pembangunan Jalur Kereta Api Trans Sumatera, bertempat di VIP Room Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu lalu.

“Saya akan fokus sepenuhnya untuk mensukseskan kegiatan pembangunan rel kereta api ini, dan ini sangat mendasar betul. Yang namanya angkutan kereta api ini, sepuluh kali lipat untungnya dari angkutan darat. Tadi sudah dibandingkan oleh Pak Dirjen (Perkeretaapian), antara menggunakan mobil dengan kereta api. Kereta api bisa ribuan (orang) sekali angkut, sekali tarik, termasuk puluhan ton bisa diangkut batu baranya, dibandingkan dengan menggunakan mobil. Itu kalau seratus ton berapa mobil, belum lagi kerusakan jalannya, kecelakaan,” ujar HBA.


“Jadi, kalau Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan akan mengambil langkah dengan kebijakan Presiden, Pak Jokowi, saya pikir ini sangat tepat dan luar biasa. Sistem kerja beliau-beliau ini, saya lihat memang luar biasa bedanya. Pokoknya kita tidak perlu banyak omong, main cepat-cepatan (kerja). Kami sudah berapa kali dikumpulkan oleh Bapak Menteri Perhubungan, Pak Jonan, mulai dari masalah proyek juga terbuka, ini loh proyek yang kami bangun di daerah Bapak, seperti itu cara beliau,” ujar HBA.

“Jadi, kita memang betul-betu termotivasi, para kepala daerah ini untuk ikut mensukseskan kegiatan ini. Oleh sebab itu, kita akan mengambil langkah. Setelah ini, akan ada tim dari Kementerian Perhubungan yang akan kerja di sini, kita siapkan kantor di Bappeda untuk melakukan koordinasi, jadi setiap hari bisa nyambung ke Pak Dirjen, termasuk juga Pak Direktur di Jakarta,” lanjut HBA.

Disebutkan, khusus ke Ujung Jabung, HBA mungkin akan menggunakan dana APBD, bukan untuk membangun fisiknya, mungkin desainnya. 

“Kalau bisa pembebasan tanahnya kita usahakan juga. Sebab Pusatkan akan fokus untuk menyambung Sumatera dulu. Sekalian kita rencana membebaskan pembangunan jalan kita, sebab kita sudah hitung-hitung, apalagi ke arah pelabuhan, harus kereta api. Kalau membangun jalan, biayanya besar, kemudian daya tahannya juga tidak seperti kereta api,” jelas HBA.

“Amdal bisa kita bantu, dengan APBD Perubahan nanti bisa kita masukkan, mana yang bisa kita bantu, yang kecil-kecil itu kita, walaupun dari Pusat siap semuanya, tapi kita akan mencoba, yang bisa kita kerjakan akan kita kerjakan secepatnya,” ungkap gubernur.

“Untuk pembebasan lahan, terlebih dahulu harus disepakati trasenya. Sebab kalau tidak diketahui dan disepakati trasenya, tidak tahu sasaran jalan yang akan dilewati. Tidak mungkin dibebaskan. Kalau yang megang trasenya adalah Kementerian Perhubungan, atas usulan dari gubernur,” tandas HBA.

Dirjen Perkeretaapian RI, Hermanto Dwiatmoko menyatakan, pihaknya dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian mendapat tugas utuk membangun rel kereta api Trans Sumatera, dalam waktu 5 tahun. 

“Sebenarnya, dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, target yang akan dilakukan untuk memulai pembangunan, tahun 2030. Namun demikian karena ada perintah dari Bapak Presiden, dipercepat, tahun 2019 sudah harus nyambung. Nayambung dalam arti kata menghubungkan Sumatera Utara dengan Sumatera Selatan,” katanya.

Disebutkan, saat ini titik Sumatera Utara itu yang paling jauh adalah Rantau Parapat. “Nanti nyambung dari Rantau Parapat sampai perbatasan Riau, namanya Kota Pinang. Dari Kota Pinang nanti nyambung sampai ke Pekanbaru-Dumai,-Duri-Pekanbaru, terus nanti nyambung sampai ke Jambi dan terus sampai ke Palembang. Demikian juga dari Pekanbaru nanti kita tarik ke Barat, ke Padang, ke Muarobungo,” tutur Hermanto. 

“Total di Sumatera ini, 1.300 sampai 1.500 Km trek yang harus dibangun. Tadi sudah disepakati bahwa walaupun ada yang main line (jalur utama) tadi, ada juga nanti trek-trek yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan, maupun yang ke arah Muarobungo sampai ke Muaro di Sumatera Barat. Itu nanti tahapan keduanya. Tahap utama adalah yang menghubungkan dari Riau ke Sumatera Selatan, kira-kira 200 sampai 250 Km. Kami harapkan, setetelah pembebasan lahan, bisa langsung dibangun tahun depan,” lanjut Hermanto.

Hermanto menambahkan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum, untuk pembebasan lahan dibutuhkan waktu kira-kira 327 hari, itu minimal kalau tidak ada permasalahan, kalau lebih, ada yang demo, ada yang keberatan, kira-kira 430-an hari. 

“Sehingga, kalau kita mulai hari ini, berarti, tanah baru bisa dibayar kira-kira pertengahan tahun depan, mungkin bulan Mei. Sehingga konstruksi baru bisa dilakukan setelah itu. Kalau lancar semua, untuk 200 sampai 250 Km, diharapkan 2 sampai 3 tahun bisa selesai. Sehingga kami targetkan, sekarang 2015, berarti tahun 2018 selesai untuk Jambi. Namun secara paralel, untuk Riau dan Sumatera Selatan bersamaan waktunya, sehingga target 2019 bisa tercapai,” jelas Hermanto.

Dikatakan Hermanto, panjang rel kereta api untuk Jambi sekitar 200-an Km, yang utamanya, main line. “Supaya menyambungkan dulu, kemudian tahun-tahun berikutnya akan disambungkan ke Sumatera Barat, ke Pelabuhan Ujung Jabung dan sebagainya. Itu nomor dualah, supaya tidak terpecah, supaya nyambung dulu,” sebut Hermanto.

Hermanto menegaskan, anggaran semuanya menggunakan APBN, termasuk juga tanah dan sebagainya. “Anggaran sedang kita hitung dalam lima tahun kedepan. Biasanya, diluar tanah, kurang lebih Rp25 miliar per kilometer untuk single track (satu jalur). Kurang lebih ya, tergantung kondisinya apakah banyak jembatan dan sebagainya. Tanahnya kita butuhkan antara 40 sampai 50 meter (lebarnya). Kami bangun single dulu, tapi tanahnya sudan double, sehingga nanti kalau diperlukan, kalau kapasitas sudah besar, tinggal nambah rel berikutnya,” ujar Hermanto.

Kata Hermanto, kalau dalam satu dua bulan ini keluar trase yang disepakati, akan dibuat SK mengenai trase, setelah itu akan langsung dimulai pembebasan lahannya.

Sebelumnya, Hermanto menyampaikan paparan dengan judul Percepatan Pembangunan Jalur Kereta Api Trans Sumatera dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi Ansori menyampaikan paparan dengan judul Percepatan pembangunan Infrastruktur Bidang Perhubungan di Provinsi Jambi.

Hadir pada rapat itu Kepala Dinas Pehubungan Provinsi Jambi, Sri Sapto Edi dan Asisten II Sekda Provinsi jambi, H.Haviz Husaini. (lee)

Tidak ada komentar: