.

.
.

Tuesday, 13 January 2015

Petani Padi Jambi Enggan Menjual Beras ke Bulog

 
JAMBI-Petani padi di Provinsi Jambi enggan menjual hasil panenya ke Bulog Jambi karena harganya dibawah harga pasar. Kini petani di Jambi lebih memilih menjual sendiri hasil panennya daripada dijual ke Bulog Jambi. 

Perum Bulog Jambi kini kesulitan dalam memenuhi target pembelian beras lokal petani Jambi. Rendahnya produksi beras lokal Jambi masih dipengaruhi oleh kondisi lahan pertanian yang belum memadai.


Kabag Humas Bulog Jambi, David Susanto kepada wartawan, Minggu (11/1) serapan beras petani lokal Jambi di 2014 tercatat mencapai 1.839 ton. Jumlah ini jauh dari target yang ditetapkan sebesar 3.500 ton.

Sementara untuk pemasok beras lokal paling banyak berasaal dari Kerinci yang mencapai 1.737 ton dan sisanya dari kabupaten lain. Kata dia, kondisi lahan pertanian yang belum memadai, membuat produksi beras di Jambi tidak banyak jika dibandingkan daerah lain.

Jika produksi beras di Jambi banyak, secara otomatis harga jualnya rendah. Karena produksi beras di Jambi rendah, sehingga memaksa petani menjual hasilnya  dengan harga  tinggi.

David menjelaskan, Bulog sendiri membeli beras di kalangan petani sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan. Dimana sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) yakni sebesar Rp6.600.‎
“Harga beras di petani Jambi tinggi. Sementara itu kita membeli beras di petani harus sesuai HPP, kalau petani tidak mau menjual dengan harga yang kita tawarkan, kita tidak bisa memaksa," terangnya.

Kondisi itulah, kata dia, yang menjadi kendala Bulog Jambi tidak pernah mencapai target serapan beras petani lokal. (lee)

No comments: