.

.
.

Tuesday, 13 January 2015

Penyelam di KN Jadayat Temukan Kotak Hitam Terhimpit Serpihan Pesawat



Baru 48 Jenazah Ditemukan

Akhirnya, tim penyelam KN Jadayat menemukan kotak hitam. Namun kotak hitam itu terhimpit serpihan pesawat sehingga agak sulit diangkat. Sementara Kapal milik Tiongkok pun tiba di area penemuan pesawat dan mengklaim mampu melakukan evakuasi terhadap black box. Jenazah penumpang AirAsia QZ8501 yang ditemukan menurut Basarnas hingga Minggu (11/1/2015) masih 48 jenazah. Sedangkan yang sudah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri adalah 32 jenazah.
M IQBAL, Jakarta

“Black box berada pada himpitan serpihan badan pesawat, keadaan ini sangat menyulitkan tim penyelam dalam proses pengambilanya," kata Koordinator Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, A Tonny Budiono dalam siaran pers, Minggu (11/1).


Tonny menjelaskan, tim penyelam TNI AL yang berada di KN Jadayat milik Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, berhasil menemukan kotak hitam Air Asia QZ8501 itu pada koordinat 03.37.21 S atau 109.42.42 E dengan kedalaman sekitar 30-32 meter. Namun upaya hari ini belum berhasil mengangkat kotak hitam berisi rekaman peristiwa sebelum pesawat tujuan Surabaya-Singapura itu jatuh.

“Dikarenakan keterbatasan waktu, maka diputuskan bahwa proses pengambilan black box akan dilaksanakan esok pagi hari dengan mengeser berlahan-lahan serpihan badan pesawat tersebut," ujarnya.

Namun apabila rencana pengeseran ini mengalami kegagalan, maka tim akan melaksanakan dengan cara mengangkat serpihan badan pesawat tersebut dengan menggunakan teknik balon seperti yang dilakukan pada ekor pesawat.

“Untuk memudahkan pekerjaan selanjutnya esok pagi hari maka tim penyelam TNI AL telah memasang marker buoy (pelampung penanda) kecil yang sebelumnya telah disiapkan di KN. Jadayat," imbuh Tonny. 

Sebelumnya, sinyal ping yang diduga kuat dari black box itu juga diterima kapal Baruna Jaya di koordinat ‎3 derajat 37 menit 20,7 detik LS dan 109 derajat 42 menit 43 detik Bujur Timur., dan KM Java Imperia di koordinat 3 derajat 37 menit 21,13 detik Lintang Selatan, 109 derajar 42 menit 42, 45 detik Bujur Timur.

Kapal Tiongkok

Walau sejumlah kemajuan terkait SAR Pesawat AirAsia QZ850 sudah didapat, bantuan dari negara tetangga tetap berdatangan. Kapal milik Tiongkok pun baru saja tiba di area penemuan pesawat dan mengklaim mampu melakukan evakuasi terhadap black box yang masih dicari-cari.

“Kapal dari China datang, mereka yang menawarkan. Kapal Hanjian, mereka bantu cari kotak hitam dan pesawat," ujar Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di Posko Gabungan di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Minggu (11/1).

“Mereka mengklaim bisa mengangkat kota hitam. Saya pikir besok bisa ditemukan," sambungnya.

Para penyelam Basarnas sebenarnya sudah melakukan penyelaman hari ini untuk mencari lokasi sinyal ping yang letaknya tidak jauh dari penemuan ekor pesawat. Namun akibat cuaca yang masih kurang baik, hasilnya pun nihil.

“Pakai patroli maritim. Kalau tim yang pakai side scan sudah ketemu tapi setelah diselami nggak ada. Jarak pandang satu meter. Meraba raba nda ketemu, yang selama ini kita pikir ping jarak satu kilo," kata Supriyadi.

Tim SAR bantuan dari negara asing hari ini juga melakukan pencarian. Pesawat jet Amfibi milik Rusia disebutnya berusaha melakukan pendaratan di laut namun gagal.

“Yang laporan baru Rusia. Ada rombongan mereka belum bisa bergabung karena awak pesawat Beriev 200 kesulitan saat mendarat karena gelombang tinggi jadi mereka memutuskan kembali," Supriyadi menuturkan.

Penyelaman dan pencarian pun masih akan dilakukan esok hari. Beberapa kapal juga masih dikerahkan dalam operasi SAR ini.

“Besok penyelaman masih di lokasi yang sama. Kapal Baruna Jaya, Java Enterprise, Geosurvey, KN Pacitan dari basarnas merapat ke sana," tutup Perwira Tinggi Bintang 1.

Kotak Hitam di Hari Ke-14 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menurunkan kapal Baruna Jaya I untuk membantu proses SAR AirAsia QZ8501, termasuk mencari kotak hitam. Pencarian kotak hitam ini ditargetkan 17 hari. Namun ternyata, Kapal Baruna Jaya I mendengar sinyal di hari ke-14 hari pencarian AirAsia QZ8501.

“Sebenarnya kita targetnya 17 hari. Tapi ini juga sudah lebih cepat 3 hari. Kita ikuti sampai selesai, karena ini juga terkait anggaran," kata Kepala BPPT Unggul Priyanto di Kantor BPPT, Jl MH Thamrin, Jakpus, Minggu (11/1).

Target ini dibuat terkait jumlah anggaran yang harus disiapkan namun, Unggul enggan menjelaskan berapa anggaran yang sudah dikeluarkan.

Kapal Baruna Jaya I milik BPPT saat ini sudah berada di lokasi ping yang diduga berasal dari kotam hitam. Tetapi, karena tim penyelam sudah ada untuk mengevaluasi alat tersebut, maka kapal tersebut bergeser beberapa meter.

Baruna Jaya I ini mengikuti misi pencarian pesawat AirAsia sejak 30 Desember 2014 lalu. Anggota tim BPPT baru akan dipulangkan jika kotak hitam sudah ditemukan.

“Kalau sudah selesai kita pulangkan, ini tunggu sampai benar-benar ditemukan," ucapnya.

Kapal Baruna Jaya I menemukan sinyal 'ping' diduga dari kotak hitam pada Sabtu (10/1/2015) pukul 22.25 WIB. Ping yang ditangkap kapal survei Baruna Jaya I milik BPPT adalah 03.37207S (Lintang Selatan) dan 109.4243E (Bujur Timur). Lokasi ini berjarak 2,5 km barat laut dari lokasi ditemukannya ekor pesawat. 

Sedang koordinat ping hasil survei kapal Java Imperia adalah 03.3712113S (Lintang Selatan) dan 109.424245E (Bujur Timur). Kapal lain yang menangkap ping adalah Kapal Negara (KN) Trisula milik Kemenhub.

Sinyal Ping 

Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo menegaskan pada pencarian hari kelima belas ini kembali tidak menemukan jenazah penumpang AirAsia QZ8501. Namun, di dekat ditemukannya sinyal ping, Kapal Baruna Jaya menemukan serpihan sayap pesawat AirAsia.

“Hari ini Baruna Jaya menangkap sinyal ping di posisi kurang lebih 1,9 mil laut dari ekor pesawat. Di tempat yang berdekatan, di detect juga ada objek yang diduga bagian dari pesawat dan dikonfirmasi penyelam-penyelam kita," kata Soelistyo di kantor Basarnas, jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (11/1/2014).

“Saya belum dapat gambar karena visibility di bawah kurang bagus, tapi itu adalah bagian wing atau sayap dan serpihan bagian engine pesawat," tambahnya.

Kemudian, Soelistyo menjelaskan bahwa sinyal ping yang diduga dari black box sudah ditangkap. Namun, dia belum dapat menetapkan bahwa black box sudah ditemukan.

“Saya akan sampaikan ditemukan (black box) kalo sudah ada buktinya, saya tidak ingin kalian (wartawan) dapat info simpang siur. Yang pasti sampai saat ini saya belum mendapatkan laporan dan bukti bahwa blackbox itu ada, yang ada hanya ping, sinyal yang diduga dari blackbox," tegasnya.

Lanjutnya, penyelam juga telah menemukan lubang didasar laut tapi sudah tertutup oleh tanah baru. Diduga lubang tersebut terjadi karena hantaman dari pesawat AirAsia QZ8501.

“Jadi bukan karang tapi dugaan lubang tertutup tanah baru bercampur lumpur, itu kita duga adalah impact dari bagian pesawat," pungkasnya.

Selanjutnya, besok penyelam telah disiapkan dari Kapal Baruna Jaya dan dari KRI Banda Aceh. "Diharapkan besok bisa dikonfirmasi sinyal yang ditangkap itu apakah benar-benar black box, kita harap segera bisa ditemukan sehingga langkah-langkah berikutnya bisa kita ambil," jelas Soelistyo.

Sejumlah tim investigator dari Air Bus melihat kondisi ekor pesawat AirAsia QZ8501. Para tim dari Airbus melakukan penyelidikan di Pelabuhan Utar, Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Berdasarkan pengamatan detikcom, tim AirBus datang ke lokasi Minggu (11/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka langsung mengecek beberapa bagian ekor pesawat yang bentuknya sudah tidak begitu utuh lagi.

Mereka diberikan izin oleh tim dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melihat kondisi ekor pesawat. Tim juga diberi izin untuk membantu proses penyelidikan penyebab jatuhna pesawat.

Saat melakukan pengecekan mereka ditemani oleh petugas asal Indonesia. Belum ada kesimpulan yang dapat mereka berikan kepada wartawan yang berada di lokasi. (dtk/lee)

No comments: