.

.
.

Thursday, 11 December 2014

Warga Lega Karena Luapan Sungai Batanghari Mulai Surut


SURUT: Debit Sungai Batanghari tampak naik berdasarkan Stasiun Duga Air Automatik (AWLR) Sungai Batanghari milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi di Taman Tanggo Rajo, Kota Jambi, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, Selasa (9/12) sore,  menunjukkan, luapan Sungai Batanghari sudah mulai surut. ROSENMAN MANIHURUK/HARIAN JAMBI

Ribuan warga di Kota Jambi yang diliputi kekhawatiran terhadap ancaman banjir besar akibat luapan Sungai Batanghari selama dua pekan terakhir mulai merasa lega. Warga yang sempat berkemas – kemas mengungsi akibat terus naiknya banjir kembali tenang dan tidak jadi mengungsi karena luapan Sungai Batanghari mulai menurun.

R MANIHURUK, Jambi

Firdaus Lupri (40), warga Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi kepada wartawan di Kota Jambi, Selasa (9/12) mengatakan, warga Kelurahan Legok sudah banyak yang bersiap–siap mengungsi pekan lalu karena banjir sudah hampir masuk rumah panggung mereka. Namun karena banjir mulai surut, warga pun mengurungkan rencana mengungsi.

“Mudah–mudahanlah banjir terus surut hingga halaman permukiman kami yang sudah hampir dua pekan terendam banjir kering kembali. Dengan demikian kami bisa melakukan aktivitas sehari–hari seperti biasa. Sejak dua pekan lalu hingga kini kami terpaksa menggunakan sampan untuk bepergian ke luar rumah karena halaman rumah – rumah panggung warga di Legok terendam banjir,”katanya.


Sementara itu pantauan Harian Jambi pada alat pengukuran debit Stasiun Duga Air Automatik (AWLR) Sungai Batanghari milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi di Taman Tanggo Rajo, Kota Jambi, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, Selasa (9/12) sore, ketinggian luapan sungai itu sekitar 12,70 meter. Ketinggian luapan sungai itu turun 80 cm dibandingkan kondisi ketinggian luapan sungai itu Jumat (5/12) llau sekitar 13,40 meter.

Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi, Ridwan mengakatan, surutnya luapan Sungai Batanghari dipengaruhi menurunnya curah hujan di daerah itu selama empat hari terakhir. Namun demikian pihak BPBD setempat tetap mewaspadai naiknya kembali luapan Sungai Batanghari karena Desember 2014 – Januari 2015 merupakan musim hujan.

Untuk itu, lanjut Ridwan, warga Kota Jambi yang bermukim di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari diinta tetap waspada banjir. Kemudian BPBD Kota Jambi juga tetap mengaktifkan posko siaga banjir selama 24 jam di beberapa lokasi di tepi Sungai Batanghari.

“Patroli petugas posko siaga banjir tetap dilakukan secara intensif ke permukiman warga yang terendam banjir. Selain itu sarana dan prasarana evakuasi warga, lokasi pengungsi dan berbagai bantuan pangan mupun obat-obatan tetap kami siapkan,”katanya. (lee)

No comments: