.

.
.

Selasa, 09 Desember 2014

Nilai Ekspor Jambi Alami Penurunan 25,35 Persen

Jambi-Nilai ekspor Provinsi Jambi Oktober 2014 tercatat 83,32 juta dolar AS, mengalami penurunan sebesar 25,35 persen dibandingkan bulan sebelumnya, September, yang mencapai 111,62 juta dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, Yos Rusdiansyah, di Jambi, Senin (8/12) mengatakan, penyebab utama terjadinya penurunan nilai ekspor pada Oktober 2014 tersebut adalah tidak adanya transaksi ekspor migas yang dicatat BPS setempat.


Sampai dengan Oktober lalu kelompok industri masih memberikan kontribusi terbesar terhadap total ekspor melalui pelabuhan di Jambi sebesar 60,73 persen diikuti kelompok pertambangan 36,08 persen dan pertanian hanya 3,19 persen.

Bila dirinci menurut jenis komoditi, kelompok industri didominasi karet dan olahannya sebesar 34,76 persen kemudian kertas atau pulp 13,68 persen dan komoditi minyak nabati 10,54 persen. Dengan demikian total ekspor asal Jambi pada Oktober lalu mengalami penurunan sebesar 5,97 persen.

Ekspor melalui pelabuhan Jambi juga mengalami penurunan sebesar 24,91 persen sedangkan yang melalui pelabuhan luar Jambi naik sebesar 4,22 persen dan secara kumulatif sejak Januari hingga Oktober 2014 mengalami peningkatan sebesar 21,16 persen, di mana peningkatan melalui pelabuhan Jambi 14,81 persen dan yang melalui pelabuhan luar provinsi ini tercatat 26,32 persen.

Secara umum nilai ekspor melalui pelabuhan di Provinsi Jambi bulan Oktober itu ke berbagai negara mengalami penurunan. Penurunan ekspor terjadi karena tidak ada ekspor migas yang melalui pelabuhan Jambi.

Penurunan ekspor terjadi yang ke negara Thailand, sedangkan ekspor Jambi ke negara lain mengalami peningkatan, seperti ke Malaysia, Jerman, Tiongkok, Amerika Serikat, India dan Korea Selatan. Persentase kenaikan nilai ekspor tertinggi ke India dan Malaysia, sedang penurunan nilai ekspor tertinggi ke Thailand.

Perkembangan ekspor komoditi utama ke lima negara, terbesar ke Thailand pada September didominasi migas dan minyak nabati, sementara selama Oktober tidak ada ekspor migas, sehingga ekspor ke Thailand hanya minyak nabati dan pulp/kertas.

Komoditi ekspor lainnya ke lima negara tujuan utama selain minyak nabati dan pulp/kertas adalah karet olahan dan batu bara yang mulai muncul pada Oktober 2014.(ant/lee)

Tidak ada komentar: