.

.
.

Monday, 20 October 2014

Prediksi Rupiah di Hari Pelantikan Jokowi

Jakarta -Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhir-akhir ini dibayangi sentimen dari politik dalam negeri. Dolar AS sudah berhasil ditekan hingga Rp 12.100 di perdagangan terakhir pekan ini.

Kemarin setelah Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) bertemu rivalnya di masa pemilu presiden (pilpres) lalu Prabowo Subianto, rupiah langsung perkasa. Dolar AS pun ditutup di level Rp 12.110 dibandingkan posisi hari sebelumnya di Rp 12.245.


“Itu hanya sentimen politik secara fundamental. Berita politik hanya jadi bumbu penambah saja" Kata Pengamat Pasar Uang Farial Anwar ketika dihubungidetikFinance, Minggu (19/10).

Lalu bagaimana dengan prediksi rupiah terhadap dolar AS di hari pelantikan Jokowi sebagai presiden RI Senin mendatang? Menurut Farial dolar AS masih akan berada di kisaran Rp 12.000.

Ia menjelaskan, menguatnya rupiah tidak disebabkan oleh pemberitaan politik, tetapi lebih pada masih maraknya transaksi menggunakan dolar AS di dalam negeri.

“Sekarang semua transaksi pembayaran menggunakan dolar apapun bidangnya" ujarnya.

Farial menjelaskan bahwa semua transaksi mulai dari kontrak industri, bisnis, hukum sekalipun mereka transaksi menggunakan dolar AS. Karena pelaku tidak percaya terhadap rupiah yang nilai tukarnya tidak karuan yang masih belum stabil.


“Nilai tukar rupiah masih berantakan," katanya.

Kurs rupiah masih fluktuatif karena Indonesia masih banyak melakukan impor dan bayar utang berbentuk valuta asing.(dtk/lee)

No comments: