.

.
.

Tuesday, 28 October 2014

Konflik Pesantren, Kapolda Perintakan Personil Siaga

Selamat Datang Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman
Kapolda Jambi, Brigjen Pol Bambang Sudarisman (kiri)
JAMBI-Konflik antara Ninik Mamak dengan pihak Pesantren Nurul Haq, Desa Lubuk Mayan Kecamatan Rantau Pandan, Kabupatem Muaro Bungo, Minggu (26/10) pukul 19.000 Wib mencekam. Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman meminta aparat kepolisian untuk siaga di lokasi. 

Konflik ninik mamak Desa Lubuk Mayan yang meminta salah satu pengajar untuk meninggalkan pondok pesantren, diduga dipicuh persoalan salah seorang ustad salah mendidik para santri. Guna mengantisipasi konflik tersebut, Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman memerintahkan aparat Polres setempat untuk berjaga ekstara ketat agar konflik tidak terulang.

Pemicu yang dipersoalkan para Ninik Mamak Desa Lubuk Mayan tersebut diduga Ustadz Rasyid, yang diminta untuk keluar dari Ponpes tersebut. Tidak menjalankan tugas sebagai pendidik dalam agama Islam yaitu saat belajar di Bulan Ramadhan, santri cuma dua kali melaksanakan sholat tarawih.


Kemudian waktu libur tidak pernah. Pada saat bulan Ramadhan 2013, tidak melaksanakan ibadah puasa dan menonton televisi memakai infocus di dalam masjid selama tiga malam.

Pada saat mendatangi pesantren  ninik mamak tersebut tidak disambut baik, malah dilempari dengan pasir dan batu oleh para santri.

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Bambang Sudarisman, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa tersebut. Guna mengantisipasi keributan dengan mengambil keputusan pemerintah setempat akan melakukan pertemuan yang melibatkan unsur Muspika, Dinas Pendidikan, dan Agama dan meminta aparat kepolisian setempat (Polres Bungo) melakukan cipta kondisi.

“Iya saya sudah terima laporannya, dan anggota kepolisian disana diperintahkan untuk menjaga kondisi agar tetap kondusif dan agas kasus ini tidak berkembang luas,” tegas Bambang, Senin (27/10).

Dari petemuan antara kedua belah pihak yang dihadiri langsung, Camat dan Polsek Rantau Pandan, serta unsur Muspika langsung mengambil langkah melakukan musyawarah dan pemilik yayasan meminta maaf terhadap kehilafan Ustad Rasyid. Kemudian melakukan pertemuan lanjutan dengan pengawalan aparat kepolisian untum memonitoring perkembangan konflik agar situasi kondusif.(ian/lee)

No comments: