.

.
.

Jumat, 17 Oktober 2014

Kabut Asap di Kota Jambi Mulai Menipis

MULAI NORMAL: Aktifitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi mulai normal. Tampak Maskapai Garuda Indonesia take off di Bandara Jambi, Kamis (16/10). ROSENMAN MANIHURUK/HARIAN JAMBI 
Maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia Sudah Terbang 

JAMBI-Pasca diguyur hujan, kabut asap di Kota Jambi mulai menipis. Bahkan angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) juga kian membaik. Sementara Bandara Sultan Thaha Jambi sudah mulai beraktifitas. Setidaknya maskapai Lion Air sudah melakukan penerbangan sebanyak 3 kali dan Maskapai Garuda 2 kali, Kamis (16/110). Diprediksi aktifitas Bandara Sultan Thaha Jambi mulai normal kembali seiring dengan menipisnya kabut asap di Kota Jambi.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Jambi, Didik Yulianto, Kamis (16/10) mengatakan angka ISPU di Kota Jambi pada pukul 13.00 WIB Kamis sudah diangka 57. “Itu info dari BMKG, kalau tidak salah 57. Artinya sudah normal,” ujarnya. Sementar aktivitas sekolah juga sudah mulai normal.

Meskipun demikian, masyarakat tetap dianjurkan untuk menggunakan masker ketika di luar rumah. “Kita himbau warga pekai masker sehingga bisa terhindar dari ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut),” ujarnya.

Didik juga mengatakan, angka penderita ISPA di Kota Jambi belum ada peningkatan yang signifikan. Yang ada, hanya masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, lantaran punya riwayat asma.

Hujan Halau Asap di Jambi

Sementara hujan tipis dan nagin kencang yang mengguyur Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Provinsi Jambi Kamis (16/10) sore mulai menghalau asap di daerah itu. Asap yang menyelimuti Kota Jambi dan beberapa kabupaten hingga Kamis (16/10) siang sudah mulai menipis.


Pantauan Harian Jambi, Kamis (16/10) sore, asap dari kebakaran lahan dan hutan masih menyelimuti, namun sudah menipis. Namun ketebalan asap berkurang dibandingkan keadaan Senin (13/10) lalu. Menipisnya asap di Kota Jambi Kamis sore membuat jarak pandang sudah mencapai 1,5 kilometer (km). Sedangkan pada Senin pagi– sore, asap tebal yang menyelimuti Kota Jambi membuat jarak pandang di bawa satu kilometer.

Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Bahar Abdullah kepada wartawan di Jambi, Kamis (16/10) siang menjelaskan, kabut asap sudah mulai menipis. Namun asap masih tetap akan menyelimuti Jambi jika lokasi kebakaran lahan dan hutan di Jambi, Sumatera Selatan dan Riau itu tidak padam total. Supaya seluruh kebakaran lahan dan hutan di tiga daerah itu padam total dan asap menghilang, minimal hujan harus turun dua hari berturut-rurut.

Dijelaskan, berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, hotspot (titik api) di Jambi dan Sumatera Selatan masih cukup banyak. Titik api yang terpantau di Jambi Kamis menurun dari 18 titik Senin lalu kini menjadi 12 dan di Sumatera Selatan dari 328 titik Senin lalu kini menurun jadi 250 titik.

Titik api tersebut hingga Kamis (16/10) sore belum seluruhnya padam kendati hujan mengguyur kedua daerah itu Kamis sore. Karena itulah asap masih menyelimuti daerah itu hingga Kamis sore. Namun asap sudah menipis karena sebagian titik api berhasil padam karena hujan.

Sementara itu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi Kamis (16/1) sudah berangsur normal karena asap di kota itu sudah menipis dan jarak pandang sudah mulai normal, yakni mencapai 1,5 km. Pesawat dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jawa Barat dan dari Bandara Hang Nadim, Batam, Provinsi Kepulauan Riau sudah ada yang mendarat di Bandara STS Kota Jambi Kamis (16/10) siang.

Kepala Bandara Sultan Taha Jambi, Dorma Manalu kepada Harian Jambi, Kamis (16/10) sore mengatakan, pesawat Lion Air sudah tiga kali mendarat dan Garuda Indonesia dua kali. Aktifitas maskapai penerbangan sudah mulai mengatur seluruh jadwal penerbangan dari dan ke Bandara STS Kota Jambi Kamis (16/10).

Disebutkan, jarak pandang di Kota Jambi Kamis siang sudah di atas 1,5 km, sehingga pesawat sudah mampu mendarat di bandara tersebut. (*/lee)


Tidak ada komentar: