.

.
.

Monday, 20 October 2014

Investor Bakal Pede Bila Usai Pelantikan Jokowi Kerjakan 2 Hal Ini


Jakarta-Investor sangat menantikan dimulainya masa pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi). Yang ditunggu-tunggu adalah pembentukan kabinet dan kebijakan strategis seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Edimon Ginting, Deputy Country Director Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk Indonesia, menyebutkan komposisi kabinet memang patut mendapat perhatian. Apalagi Jokowi pernah menjanjikan sejumlah posisi strategis di bidang ekonomi seperti keuangan, energi, atau pertanian akan diisi oleh kalangan profesional.


“Kabinet yang membawa confidence untuk pasar jika menteri-menteri yang strategis akan berasal dari profesional," ungkapnya kepada detikFinance, Minggu (19/10).


Kemudian, lanjut Edimon, investor juga berharap pemerintahan Jokowi segera memberi kejelasan soal kenaikan harga BBM bersubsidi. Pasalnya, kepastian kebijakan ini sangat dinantikan investor.
“Kalau begitu cepat mereka keluarkan kebijakan yang bagus, itu akan langsung positif. Misalnya seperti BBM, lakukan saja," tegasnya.

Dengan begitu, tambah Edimon, investor yakin bahwa pemerintah mendukung reformasi struktural. Subsidi BBM menjadi bagian dari reformasi ini karena memberikan dampak terhadap fundamental ekonomi.

“Jadi kalau dilakukan dengan tepat, itu akan dilihat pasar dan langsung confidence," sebut Edimon.

Beberapa waktu lalu, menurut Edimon, pasar sempat bergejolak akibat kegaduhan politik. Namun kini sudah mulai cair, terutama karena pertemuan Jokowi dengan pimpinan Koalisi Merah Putih, Prabowo Subianto.



“Pada intinya, mereka menyadari untuk kembali ke pertumbuhan ekonomi 7% itu bekerja sama saja susah. Apalagi kita harus gontok-gontokan," tuturnya.(ant/lee)

No comments: