Selasa, 02 September 2014

BCA Janji Turunkan Bunga KPR Hingga 0,5%

Jakarta -Industri perbankan tengah mengalami tren menaikkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akibat ketatnya likuiditas yang memaksa perbankan menyesuaikan tingkat suku bunga kredit yang mereka keluarkan.

Namun tidak demikian dengan PT Bank Central Asia (BCA) yang justru berencana menurunkan suku bunga KPR-nya.


“Kita lihat, KPR memang agak melemah. Tapi saya memang sedang beripikir di bulan September malah mengurangi (bunga), saya mungkin akan turunkan 0,25% - 0,5%," kata Direktur Utama BCA, Jahja Setiaamadja di sela acara Indonesia Banking Expo (IBEX), Jakarta, Jumat lalu.


Ia menuturkan, suku bunga KPR yang dimilik BCA saat ini berada pada level 9%-11,5%. Jahja menambahkan alasannnya menurunkan suku bunga KPR lebih karena perusahaan ingin meningkatkan kinerja sektor tersebut. 

“Karena kita lihat dengan menurunkan bunga KPR dapat meningkatkan penyaluran kita di KPR, karena kita kan ingin dorong kenaikan di situ," sambung dia.



Berbeda dengan BCA, sejumlah bank malah sudah menaiikkan suku bunga KPR-nya. Di antara bank-bank tersebut adalah Bank Tabungan Negara (BTN) yang pada periode Juli-Agustus mengalami kenaikan 0,5%. Artinya, bunga KPR BTN untuk fixed rate berkisar 11,5%.

Mulai Agustus 2014, CIMB Niaga juga menaikkan suku bunga KPR sebesar 25 basis poin atau 0,25%. Saat ini rata-rata floating rate KPR sebesar 12,75%.

Selain itu juga ada Bank International Indonesia (BII) yang menaikkan suku bunga KPR. Per Juni 2014 lalu, BII menaikkan suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR sebesar 50 basis poin menjadi 11,75%.(dtk/lee)

Tidak ada komentar: