.

.
.

Selasa, 25 Maret 2014

Revolusi Belajar Menghadapi Ujian Nasional


DOK/HARIAN JAMBI
Erwan Damhuri, Kepala Ganesha Operation (GO) Cabang Jambi


Ragam cara dilakukan orangtua dan siswa untuk menghadapi momen pendidikan yang menegangkan, yakni Ujian Nasional (UN). Sebagian di antaranya memutuskan untuk menempuh pendidikan non formal, seperti halnya di Ganesha Operation (GO). Lembaga ini menawarkan metode revolusi belajar, untuk mempermudah siswa dalam menghadapi ujian.

KAHARUDDIN, Jambi

Dalam dunia pendidikan, apa pun akan dilakukan orangtua, demi meningkatkan mutu pendidikan anaknya. Tidak hanya di sekolah-sekolah mempercayakan anak-anaknya kepada sekolah formal. Beberapa di antara orangtua murid pun mempercayakan pendidikan anaknya kepada lembaga pendidikan swasta seperti Ganesha Operation (GO).


GO adalah salah satu tempat bimbingan belajar yang melayani anak yang ingin meningkatkan kecerdasannya dalam pembelajaran dan prestasi. Ganesha Operation (GO) menerima anak-anak bimbingan belajar untuk Ujian Nasional  UN dan masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan jaminan 100 persen lulus dan jika tidak lulus maka uang administrasi dikembalikan.

Kepala Cabang GO Jambi  Erwan Damhuri S Si  Mengungkapkan, kurikulum yang digunakan dalam pempelajaran di GO mengikuti kurikulum pendidikan nasional. Bimbingan belajar  adalah mitra sekolah yang berfungsi untuk membimbing anak di luar sekolah, dan dengan ikut bimbingan belajar anak dapat memicu prestasinya di sekolah. GO juga berperan membantu anak dalam hal seperti, membantu PR anak-anak dan membantu kesulitan dalam belajar anak.  

Adapun metode yang diterapkan di GO, adalah metode  Revolusi Belajar, yaitu metode bersifat perubahan teknik mengajar, yang bertujuan agar siswa lebih mudah menyerap pelajaran. GO memakai metode revolusi belajar The King, yakni metode yang bisa membuat anak-anak bisa menjawab setiap pertanyaan dengan mudah dan cepat. Kedua Break, yakni  waktu istirahat di tengah-tengah pelajaran. Ketiga, Break Gym, yakni ketika bel berbunyi, bukan merupakan tanda berakhirnya pelajaran istirahat sejenak bagi anak-anak yang telah belajar selama 45 atau 90 menit.

Ada juga revolusi belajar yang di sebut MTRI bertujuan untuk memotivasi anak dalam belajar. Dan ada juga pertemuan rutin dengan orang tua murid dalam satu tahun setiap empat jam sekali  ada juga namanya Tutorial Service Time (TST) belajar tambahan di luar jam pelajaran, jika ada pelajaran yang belum dimengerti, misalnya ada anak-anak yang kurang faham dalam penyampaian maka anak-anak bertanya, maka besoknya saat tidak ada jadwal belajar siswa akan diberikan pelayanan gratis seperti dengan membantu PR anak-anak, membantu kesulitan anak-anak dalam menghadapi pelajaran.

Ada juga metode yang digunakan dalam rangka  mengakrabkan guru dan siswa seperti memanggil bapak atau abang. Hal tersebut  untuk mengakrabkan mereka. Sehingga dengan keakraban yang telah terjalin antara anak dan guru pengajar maka anak-anak tidak takut untuk bertanya. 

"Itulah yang disebut dengan metode revolusi belajar, jadi ada perbedaan-perbedaan yang kita buat dengan di sekolah, Itulah metode yang di gunakan GO, maka hal itulah yang membedakan GO ini denga tempat kursus yang lain," ucap Erwan.

Hadapi Ujian Nasional


GANESHA OPERATION: Aktifitas belajar mengajar di Ganesha Operation (GO) Telanaipura Kota Jambi.


Sebenarnya GO mempunya cara-cara tersendiri untuk menempuh Ujian Nasional, seperti telah mempersiapkan para siswa dari jauh-jauh hari. Contohnya di GO diadakan Try Out setiap bulan. Tray out yang dipersiapkan untuk anak SMP menggunakan try Out yang isinya materi UN. Materi try out itu diambil dari pelajaran kelas dua dan kelas tiga,  hal itu di karenakan GO mempersiap para siswanya untuk ikut UN.
 
"Jadi mereka dibiasakan dengan soal-soal, jika mereka terbentur atau lupa maka diterapkan lagi sistem tutorial service time  (TST) belajar tambahan diluar dari pada pelajaran," ungkap Kepala Cabang GO Jambi  Erwan Damhuri S Si.

Dalam mempersiapkan anak menuju ujian nasonal dan jika waktunya tinggal sebulan lagi, maka anak dperkenalkan denga nama UN vaganza yang isinya hanya membahas soal-soal UN sekaligus memprediksi soal-soal yang sering mucul di UN dengan demikian para siswa akan terbiasa mengerjakan soal-soal itu sehingga dapat mengerjakan soal dengan mudah. 

Selain itu, GO juga mendesain buku-buku pelajaran yang standar UN. Sementara untuk SMS ada dua buku panduannya karena selain mau UN mereka juga akan masuk ke perguruan tinggi. Masing-masing anak dibekali dengan buku pelajaran dan adan juga namanya buku sakti yaitu kumpulan soal-soal UN.
 
"Jadi buku sakti itulah yang akan menjadi pedoman mereka dalam mengisi soal dan jika ada yang tidak di mengerti oleh anak makan hal itu akan di tanyakan dalam pelajaran tambahan," ucap Erwan.(*/poy)   

***
Delapan Titik GO Kota Jambi

Di Kota Jambi ada delapan titik GO, yakni berada di Jalan HA Manap Komplek Unja No A-02 Telanai Pura, Jalan HA Manap No 59 Telanai Pura, Jalan Kolonel Abunjani No 60 Sipin Ujung, Jalan Jendral Sudirman No 60 Thehok di samping Harian Jambi Independen,  Jalan Jend Sudirman No 34 Thehok,  Jalan Sultan Agung No 38 Simpang Pulai, Jalan Ir Juanda No 16-B Depan RS MMC Mayang Mamurai  dan Jalan Sentot Alibasah No 36 Payo Selincah. 

Sementara itu, untuk di luar kota seperti Kabupen Batanghari ada dua, Kabupaten Merangin ada satu, Kabupaten Bungo satu, Kabupaten Tebo ada satu yaitu di Rimbo Bujang dan sedang dipersiapkan untuk membuka cabang di Sungai Penuh.
 
"Di setiap cabang ada pimpinannya masing-masing, namun tetap mengacu ke pusat karena sistem yang digunakan adalah sistem terpadu. Kalau untuk Kabupaten Muarajambi belum ada karena muara jambi mengelilingi kota jadi susah dan dua Kabupaten lainnya sepeti Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Tanjung Timur juga belum ada dan mudah-mudahan kedepannya kita buka juga di sana," ungkap Kepala Cabang GO Jambi  Erwan Damhuri S Si.

Fasilitas pendidikan yang ada Ganesha Operation diantaranya, Buku SMS (Strategi Menuju Sukses) yaitu Inovasi terbaru yang hanya ada di GO, setiap siswa akan dipantau kemajuan belajarnya lewat sistem informasi akademik yang terkomputerisasi. 

Siswa dipandu melalui metode khusus, sesuai dengan yang dicita-citakan dan menampilkan jurusan-jurusan yang tersedia di PTN beserta passing grade sehingga siswa dapat memilih jurusan sesuai dengan minat dan kemampuan, menyediakan EPB( Evaluasi Prestasi Blajar) seperti, Hasil Try Out di analisis perbutir soal perbidang studi. Kelulusan siswa akan di prediksi pada evaluasi hasil Try Out yang di berikan sesuai dengan tingkat kemampuan.

"Jadi kita menjamin anak-anak yang ikut bimbel di GO untuk lulus UN atau lulus Tes SBMPTN, namun kehadiran anak harus 90 persen untuk di jamin kelulusannya. Jika kehadiran anak hanya  80 persen dalam bimbel  bisa dipastikan anak tersebut  tidak lulus.  Dan jika anak tidak lulus maka pihak GO akan mengembalikan biaya pendaftaran dan uang yang digunakan selama bimbel," jelas Erwan.

Sistem Penerimaan

Ada dua macam sistem penerimaan di GO dan fasilitasnya,  seperti; Reguler Super Intensif SBMPTN dengan syarat pendaftaran, biaya sebesar Rp 200 ribu, eks GO gratis dengan menunjukan GO kard/GO executive dengan biaya pesan tempat sebesar Rp 500 ribu. Dan biaya bimbel reguler sebesar Rp 1.950.000

Untuk yang eksekutif super intensif SBMPTN syarat pendaftaranya sama yaitu sebesar Rp 200 ribu eks siswa GO gratis dengan menunjukan GO kard/GO executive dan biaya pesan tempat sebesar Rp 3 juta dan biaya bimbel sebesar Rp 3,5 juta.
 
Dalam pembelajaran, peran pengajar bagi GO merupakan ujung tombak, karena dalam dunia belajar-mengajar, tidak melulu penguasaan materi yang dipentingkan. Pengajar yang punya talenta serta mampu menyampaikan materi dengan cara yang menarik, memotivasi, dan mampu menerapkan metode khusus bagi anak didik adalah yang terpenting.

“Tenaga pengajar GO mendapat pelatihan yang intens untuk mempertahankan kemampuan pengajar harus sama antara satu dengan pengajar yang lainnya,” imbuhnya.(khr/poy)(HARIAN JAMBI EDISI CETAK PAGI SENIN 24 MARET 2014)

Tidak ada komentar: