.

.
.

Wednesday, 26 February 2014

LAMBAN, Menyoal Pembangunan Infrakstruktur



Jalan Rusak Rt 34 di Pemancar RCTI Kecamatan Kotabaru, Kenali Besar Jambi. Foto Muslihin/Harian Jambi

Infrakstruktur merupakan salah satu bentuk kesejahteraan rakyat. Dengan jalan yang bagus masyarakat akan nyaman melewati diatasnya. Baik untuk membawa hasil pertanian, perkebunan dan juga memacu perkembangan bisnis. Infrastruktur yang baik juga secara tidak lansung akan meningkatkan penghasilan warga masyarakat.

MUSLIHIN, Jambi        
  
Sudah seharusnya pemerintah memperhatikan jalan yang layak baik diperkotaan maupun dipedesaan secara merata, tanpa ada diskriminasi, membeda-bedakan wilayah jalan  kota maupun desa dengan  alasan keberpihakan dalam politik.

Jalan pedesaan masih bisa dimaklumi jika infrakstrukturnya belum memadai karena terkadang jauh dari kontrol pemerintah. Namun ironisnya jalan kota saja yang dekat dengan pusat pemerintahan masih ada yang terbengkalai tidak diurus oleh pemerintah.

Seperti di wilayah Jalan Rt 34 di Pemancar RCTI Kecamatan Kotabaru, Kenali Besar Jambi. Kondisi jalan tampak berlubang dan sebagaian belum tersentuh dengan aspal. Jalan juga tanpak tidak rata lagi kerikil-kerikil aspal sudah lepas dari badan jalan.

Kurangnya perhatiaan pemerintah berakibat jalan warga setempat terbengkalai belasan tahun lamanya hingga sekarang. Selain penempuhan kendaraan yang tidak nyaman juga mengusik kenyaman warga lewat diatasnya pada saat diguyur hujan jalan akan melumpur.

Saat hari panas debu-debu juga dapat mengotori rumah warga. Hal serupa diakui Warga  Rt 34  Bahar. Kata dia, jalan ini adalah jalan warga yang dilewati setiap hari dan dapat dikatakan jalan umum bagi  masyarakat sini.

Akan tetapi hingga saat ini jalan tak juga di perbaiki pemerintah. Jalan sering menjadi lumpur ketika diguyur hujan dan berdebu ketika musim panas. Kami berharap pemerintah untuk meninjau dan memperhatikan jalan ini.

Begitupun Aton warga Rt 34, juga tak luput dari keluhannya. Mengenai jalan tersebut, menurutnya jalan Rt 34 sudah lama tidak diperhatikan Pemerintah Kota Jambi

Caleg Lupa Janji

Jalan yang terbengkalai belasan tahun. Dulu para caleg Dapil Kotabaru sudah banyak yang berjanji untuk memperjuangkan jalan tersebut, namun ketika dirinya menang duduk di kursi dewan ternyata ia lupa dengan janjinya.

“Tidak hanya sekali pemilihan bahkan berulangkali kami ditipu dengan janji-janji manis. Jalan yang tak kunjung diperbaiki. Sewajarnya membuat kami gerah dan kecewa,” ujar Buk Anton.
Jalan Rusak di Kacapiring Telanaipura Kota Jambi. Foto Muslihin/Harian Jambi

Selain itu juga Dinas Pengerjaan Umum (PU) Kota Jambi telah pernah mengukur jalan yang rusak tersebut di Rt tersebut. Tapi semua itu sia sia belaka. Setelah mengukur tak muncul kembali.
“Apa lah artinya sebuah mengukur tanpa dilaksanakan dikerjakan pembangunan,” sebut Bbuk Aton, seorang warga yang berfrofesi berdagang manisan ini.

Bak pepatah miring mengatakan, peletakan batu pertama sekaligus peletakan batu terakhir. Itu pantas ditujukan kepada jalan warga Rt  34 atas perlakuan pemerintah yang kurang perhatian.

Kami juga sudah kesal dengan para caleg yang hanya mengumbar janji saat pesta demokrasi. “Pasalnya tanpa bukti yang nyata, sebelum ia dipilih calon anggota DPR  itu dulunya mengemis dengan kita agar warga mau memilih menyumbangkan suara untuknya. Setelah duduk dikursi dewan mereka pura -pura tidak tau,” katanya.

Kendati demikian walau sering dibohongi, Aton masih optimis, kedepan semoga pemilihan legeslatif dalam tahun 2014 ini kita dapatkan yang berpihak dengan kita masyarakat. 

Kami sebagai warga sangat mengharapkan bantuan pemerintah untuk memperhatikan dan memperbaiki jalan saat ini yang telah rusak. Ironisnya jalan kami  ada sebagian yang tidak pernah tersentuh aspal padahal wilayahnya dalam lingkup Kota Jambi,” katanya.
Cermat Memilih Caleg

Menanggapi persoalan itu, Ketua DPRD Kota Jambi, Zainal Abidin mengatakan, sesungguhnya bila masyarakat merasa dibohongi oleh sebagian anggota DPR dulunya yang tidak tepati janji, masalah itu perlu ditinjau kembali.

“Bisa jadi kesalahan masyarakat yang kurang hati-hati memilih calon perwakilan rakyat. Seharusnya apalagi saat ini masyarakat harus melihat bakal cikal calon yang dipilihnya, agar nanti perwakilan rakyat yang duduk mampu memperjuangkan aspirasinya,” kata dia.

Mengenai kondisi jalan di wilayah tersebut, pemerintah akan memperbaikinya semuanya sudah ada anggaran tinggal bagaimana tindak lanjut dinas PU dan peninjauan kepalapangan.

“Nampaknya jalan tersebut harus di aspal ulang. Apalagi pada tahun 2015 akan ditargetkan penghitaman jalan yakni memperbaiki infrakstruktur di Kota Jambi secara keseluruhan,” katanya.
 
Menurut sejumlah warga, ada rencana dewan perwakilan rakyat untuk memperjuangkan jalannya tersebut, diketahui Ketua DPRD Kota Jambi. “Kami dari warga Rt 34 rencananya akan ada pertemuan dengan ketua dewan untuk pembahasan tentang jalan. Mengenai waktu ia belum tau pasti,kemarin mau ketemu tapi pak zainalnya belum sempat karna beliau ada kesibukan keluar kota,” kata beberapa warga Rt 34.
PU Kota Lamban


Ketika  Harian Jambi menayakan hal itu ke Dinas PU Kota Jambi, salah satu stafnya mengatakan pada akan membenahi jalan yang rusak tersebut di Rt 34 karena masuk dalam wilayah Kota Jambi.
Namun kecendrungan jawaban rencana perbaikanpun masih ngaur yang diucapkan dari Dinas PU Kota Jambi. Bahkan untuk menemui Kadis PU Kota Jambi wartawan sangat sulit. (*/lee)(HARIAN JAMBI EDISI CETAK PAGI RABU 26 FEB 2014)

No comments: