.

.
.

Kamis, 27 Juni 2013

17 Instruktur SPN Jambi Diperiksa



Kapolda Jambi Brigjen Pol Satriya Prasetya.Foto=foto Rosenman  Saragih Manihuruk
Kapolda Jambi: Penyebab Meninggalnya 2 Siswa SPN Jambi Akibat Kelelahan


Jambi, Bute Ekspres

Berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh dokter forensik dari Palembang, Sumatera Selatan, diketahui penyebab kematian dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi yakni Hottua Halomoan Tampubolon (19) dan Fery Wahyudi (19) disebabkan oleh suhu tinggi yang mengakibatkan kerusakan organ tubuh saat latihan fisik. Dari pemeriksaan luar dan dalam, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap kedua korban tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi Brigjen Pol Satriya Prasetya didampingi Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, Karo Ops Polda Jambi, Kombes Pol Iskandar MZ, Kabid Propam, AKBP Nurcholis, Kabid Dokkes AKBP Freddy Worang, di Mapolda Jambi, Rabu (26/6/13).

Menurut Brigjen Pol Satriya Prasetya, dari hasil dari hasil visum, kematian Hottua yang ditemukan Minggu (23/6) disebabkan suhu tinggi yang menyebabkan kerusakan organ tubuh saat menjalani tes fisik cross country ini menempuh jarak sekitar 6 km. hal Penyebab yang sama juga terjadi pada korban Ferry Wahyudi, tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit, Jumat (17/6/13).

Disebutkan, siswa SPN Jambi yang masih dirawat kini menjadi 7 orang di RS Bhayangkara Polda Jambi dan satu siswa dirawat intensif di RS DKT Jambi. Sementara satu siswa asal Sarolangun bernama Andi RL  hingga Rabu (26/6/13) masih melarikan diri dari SPN Jambi.

“Polda Jambi telah menghubungi orang tua siswa tersebut di Sarolangun, kata orang tuanya anaknya Andi RL sudah menelepon dan mengaku tidak mau lagi kembali ke SPN Jambi karena trauma akibat latihan fisik yang berat,”kata Brigjen Pol Satriya Hari Prasetya.

Menurut Brigjen Pol Satriya Hari Prasetya, sebanyak 17 pembina atau instruktur di SPN Jambi kini dalam pemeriksaan karena ditemukan unsure kelalaian dengan melakukan pembiaran terhadap siswa yang mengalami heidrasi (kekurangan cairan) saat latihan fisik disiang hari.

“Kini 17 instruktur SPN Jambi masih dalam penyelidikan, termasuk Kepala SPN Jambi. Kalau ada unsure pelanggaran hukum akan ditindak tegas. Tunggu saya hasil dari pemeriksaan. Kemudian latihan fisik siswa SPN Jambi sudah mulau dikurangi mengingat suhu udara di SPN Jambi bisa mencapai 35derajat celcius,”katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi yakni Hottua Halomoan Tampubolon (19) dan Fery Wahyudi (19) tewas usai menjalani tes fisik cross country ini menempuh jarak sekitar 6 km. Korban Ferry Wahyudi tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit, Jumat (17/6/13). Kedua siswa asal dari Polda Metrojaya.

Sementara korban  Hottua Halomoan Tampubolon ditemukan tewas, Minggu (23/6/13) di kebun Warga di Pondok Meja, Kabupaten Muarojambi, tak jauh dari SPN Jambi. Sedangkan sebanyak 11 orang siswa SPN Jambi hingga Senin (24/6), masih menjalani perawatan disejumlah rumah sakit yang ada di Kota Jambi.

Sebelumnya, para siswa SPN tersebut harus dilarikan ke rumah sakit usai mengikuti giat pelajaran ketangkasan lapangan dengan rute 6 km, Jumat (17/6) lalu. Dua calon bintara lainnya dalam kondisi kritis dan saat ini dirawat secara intensif di ICU RS Bratanata. srg

Tidak ada komentar: