.

.
.

Thursday, 19 July 2012

FK BUMN Jambi Buka Pasar Murah Rp 30 Ribu Per Paket

Pasar Murah : Gubernur Jambi HBA didampingi Ketua PWI Pusat Margiono saat memberikan secara simbolis sembako pasar murah BUMN Peduli di di halaman PT Telkom Jambi, Rabu (18/7/12). Foto batakpos/rosenman manihuruk

 

Jambi, BATAKPOS

Forum Komunikasi Badan Usaha Milik Negara (FK-BUMN) Provinsi Jambi mulai Rabu 18 Juli akan menggelar pasar murah sembako BUMN Peduli di 10 kabupaten/kota se Provinsi Jambi. Harga paket sembako tersebut dipatok Rp 30.000 per paket berupa beras, gula putih, minyak goreng, serta satu botol sirup.

Pasar murah BUMN Peduli dibuka Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) didampingi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Margiono di halaman PT Telkom Jambi, Rabu (18/7/12). Pembukaan pasar murah tersebut diwarnai hujan gerimis dan dihadiri ratusan rumah tangga sangat miskin yang telah mendapatkan kopun belanja.

Ketua FK BUMN Provinsi Jambi, Iskandar Sulaeman diwakilkan Direktur SDM/Umum PTPN VI Jambi, H.A Karimuddin pada kata sambutannya mengatakan, FK-BUMN Provinsi Jambi menggelar pasar murah sembako BUMN Peduli di 10 kabupaten/kota se Provinsi Jambi. Harga paket sembako tersebut dipatok Rp 30.000 per paket berupa beras, gula putih, minyak goreng, serta satu botol sirup.

Disebutkan, pasar murah tersebut digelar untuk masyarakat kurang mampu dalam menghadapi bulan suci Ramadhan. “Dalam pasar murah ini, paket yang akan dijual 14.615 paket, setiap paket berisi beras 5kg, 1 liter minyak goring, 2 kg gula pasir, satu botol sirup dengan harga Rp 30 ribu pe paket. Kita ingin membantu masyarakat kurang mampu di Provinsi Jambi dalam menghadapi bulan puasa,”katanya.

“Harga paket itu sebelum disubsidi Rp 100.000. Namun BUMN mensubsidi Rp 70.000, sehingga warga cukup bayar Rp 30.000 per paket. Di Kota Jambi akan dijual 2.615 paket, Muarojambi 1.250 paket, Batanghari 1.250 paket, Merangin 1.250 paket, Tebo 1.250 paket, Bungo 1.250 paket,”katanya.

Selanjutnya Kabupaten Tanjung Jabung Timur 1.250 paket, Tanjung Jabung Barat 1.250 paket, Sarolangun 1.250 paket dan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh 2.000 paket.

Pembelian paket itu dilakukan dengan system kupon yang pengaturannya diserahkan kepada bupati/walikota agar pembeli benar-benar warga kurang mampu dan tepat sasaran. “Jumlahnya memang tidak besar, namun hal ini menunjukkan kepedulian BUMN kepada masyarakat kurang mampu,”kata Iskandar.

Disebutkan, biaya pasar murah BUMN Peduli Bulan Suci Ramadhan 2012 berasal dari Kementerian BUMN senilai Rp 2,5 miliar. Jumlah anggaran dana tersebut meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu hanya Rp 1,5 miliar. “Jumlah paket itu bisa saja bertambah, namun gubernur harus meminta secara khusus kepada Menteri BUMN,”katanya.

Gubernur Jambi Minta Tambah Stok

Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) meminta  Kementerian BUMN RI untuk menambah stok sembako untuk pasar murah di Provinsi Jambi. Jumlah 14.615 paket yang  dijual dalam pasar murah Forum Komunikasi Badan Usaha Milik Negara (FK-BUMN) Provinsi Jambi, masih kurang jika dibandingkan dengan 25.322 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang kini tersebar di seluruh kabupaten/kota pada 131 kecamatan.

Permintaan itu disampaikan HBA disela-sela pembukaan pasar murah BUMN Peduli di halaman PT Telkom Jambi, Rabu. “Pasar murah BUMN Peduli cukup membantu RTSM di Provinsi Jambi dalam menghadapi Bulan Suci Ramadhan. FK-BUMN Provinsi Jambi kita harapkan dapat menambah pasokan bahan pasar murah sehingga menjangkau RTSM di pelosok desa,”katanya.

Disebutkan, salah satu penyumbang kemiskinan disebabkan lapangan pekerjaan. Untuk ukuran Jambi, masalah lapangan pekerjaan dan pengangguran masih dalam tahap wajar dan terkendali.

“Jika dilihat dari kebiasaan masyarakat yang notabene berada di daerah agraris tapi masih kurang minat dalam mengerjakan hasil pertanian dan perkebunan,”katanya.

Disebutkan, jumlah 25.322 RTSM itu tersebar di seluruh kabupaten/kota pada 131 kecamatan. Namun melalui program Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake) Pemprov Jambi sudah mampu mengurangi angka kemiskinan dari 34 ribu menjadi 25 ribu. RUK

No comments: