Kamis, 10 Februari 2011

Warga Jambi dari Mesir Tiba di Jambi

Jambi, BATAKPOS

Sebanyak 11 orang warga Jambi yang tinggal di Mesir, tiba di Kota Jambi dalam keadaan selamat. Warga Jambi tersebut menumpang pesawat Lion Air dari Jakarta tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi, Sabtu (5/2) pukul 15.30 WIB. Kedatangan warga Jambi dari Mesir tersebut diselimuti tangis haru dari sanak saudara.

Kedatangan warga Jambi itu disambut Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Asisten II Haviz Husaini, dan juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Idham Khalid.

Warga Jambi dari Mesir itu saat tiba di bandara langsung dibawa ke ruang VIP Bandara STS Jambi. Haru dan bahagia terlihat di wajah-wajah warga Jambi yang sejak Jumat (4/2) telah tiba di Jakarta.

Keluarga yang menjemput tampak haru saat berjumpa saudara mereka yang pulang dari Mesir akibat gejolak politik di Mesir. Tangispun langsung pecah saat ke 11 orang warga Jambi ini keluar dan bertemu dengan keluarga.

Salah seorang warga Jambi asal Kabupaten Bungo yang tinggal di Mesir Abdurrahman Yuzak dan istrinya Lemira Gusriani kepada wartawan mengatakan, rombongan warga Jambi yang bertolak dari Mesir sebanyak 13 orang, namun 2 orang diantaranya saat ini tidak langsung pulang ke Jambi, namun ke rumah keluarga mereka di Bengkulu.

Abdurrahman berharap semoga seluruh warga Jambi yang masih tinggal di Mesir agar bisa segera dievakuasi. Menurutnya, ada sekitar 60 orang warga Jambi yang tinggal di Mesir dan saat ini baru 13 orang yang bisa kembali pulang ke Jambi.

“Warga Jambi yang masih tinggal berharap bisa segera meninggalkan negara yang sedang dilanda pergolakan politik yang memanas tersebut. Memang sebagian diantaranya masih enggan pulang namun melihat keadaan yang semakin genting ia berharap mereka segera bisa dievakuasi,”ujar Yuzak.

Lemiri Gusriani mengatakan, keadaan yang bergejolak dan genting membuatnya takut berada di sana dan memutuskan untuk ikut kembali ke Jambi.

Said Yahya warga Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan yang sudah 9 tahun tinggal di Mesir mengaku terpaksa pulang karena melihat keadaan yang semakin bergejolak dan tidak menentu.

Kata Said, lumpuhnya perekonomian dan juga berbagai fasilitas publik di Mesir mengakibatkan naiknya berbagai kebutuhan pokok semakin sulit dicari. Selama pergolakan terjadi Said dan keluarganya telah menstok bahan makanan.

Khawatir akan pergolakan tersebut semakin buruk dan mengancam kelangkaan pangan, membuat Said bertekad untuk kembali ke Jambi.

Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar merasa senang bisa melihat ke 11 orang tersebut bisa pulang dalam keadaan selamat. Menurutnya keselamatan warga yang tinggal disana adalah hal yang terpenting.

"Kita menghimbau bagi yang masih berada di sana untuk bisa segera pulang. Walaupun beberapa diantara warga yang masih tinggal disana telah kenal dan mengetahui seluk beluk negeri tersebut, kita berharap mereka bisa kembali ke tanah air menunggu keadaan kembali aman,”katanya.

Warga Jambi dari Mesir yang tiba di Jambi yakni, Abdurrahman Yusak, Lemira Gusriani, Leimur Rohmah El Yasir, Adi Sucipto, Septi Waliana, Helmiranti Napitupulu, Said Yahya, Zulfa Abdullah, Zakiyah Said, Samiyah Said, Tarisem binti Emon, Muhammad Muhammad Syari, Lukluk Al Makmu. ruk

Tidak ada komentar: