.

.
.

Sabtu, 07 Januari 2017

Merajut Infrastruktur Menuju JAMBI TUNTAS 2021




Dirgahayu Provinsi Jambi Ke 60

BERITAKU-Jambi-Kini, usia Provinsi Jambi memasuki 60 tahun, tepatnya 6 Januari 1957- 6 Januari 2017. Usia yang sudah tua. Tentunya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di usia 60 tahun sungguh berkembang pesat. Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Provinsi Jambi merupakan program paling prioritas dalam
visi “Jambi Tuntas 2021” pembangunan Provinsi Jambi dibawah kepemimpinan Gubernur Jambi dan Wakil Gubernur Jambi Periode 2016 - 2021 H Zumi Zola Zulkifli-H Fachrori Umar. 

Sejalan dengan Visi Provinsi Jambi “Terwujudnya Jambi yang Tertib, Unggul, Nyaman, Tangguh, Adil dan Sejahtera 2021 (Jambi Tuntas 2021), tentunya pembangunan infrastruktur merupakan prioritas dalam mewujudkan Visi tersebut. 

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan itu sebagai urat nadi perekonomian yang harus didukung oleh pemerintah guna mewujudkan masyarakat mandiri dalam meningkatkan perekonomian.  Pentingnya percepatan pembangunan jalan dan jembatan di Provinsi Jambi, adalah salah satu solusi meningkatkan perekonomian di Provinsi Jambi khususnya di daerah produksi pangan. 

Guna mewujudkan pembangunan insfrastruktur yang berkelanjutan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi terus  bersinergi dengan Dinas PU Kabupaten/Kote se Provinsi Jambi. Dalam rangka Dirgahayu Provinsi Jambi ke 60 (6 Januari 2017), sebagai regulasi pembangunan infrastruktur di Provinsi Jambi, Dinas PU Provinsi Jambi khususnya Bina Marga memaknai usia 60 tahun Provinsi Jambi.

Dengan semangat kebersamaan dan saling mendukung dalam profesionalisme kerja guna mewujudkan pembangunan infrastruktur sesuai dengan “Motto PU, Bekerja Keras, Bergerak Cepat, Bertindak Tepat”, pembangunan Infrastruktur di Provinsi Jambi berkesinambungan dan tepat sasaran. Berikut ini tulisan khusus PU Provinsi Jambi menyambut Hari Ulang Tahun Ke 60 Provinsi Jambi oleh Asenk Lee Saragih dari www.jambipos-online dengan sumber Kepala Bidang Bina Marga PU Provinsi Jambi H Arfan.

Memasuki usia 60 tahun Provinsi Jambi, tentunya tolak ukur kemajuan daerah dilihat dari perkembangan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan kepad akses ekonomi masyarakat. Dalam Visi Pemerintah Provinsi Jambi, pembangunan infrastruk menjadi prioritas dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Tentunya program ini memerlukan anggaran yang cukup besar. Namun demikian Dinas PU Provinsi Jambi bisa mensiasati pembangunan infrastruktur yang menjadi  prioritas.

Menurut Arfan, realisasi pembangunan jalan di Provinsi Jambi hingga akhir 2016 lalu sudah mencapai 308 km atau mencapai 27 % dari 1.130 Km panjang jalan provinsi di daerah itu. Melalui pembangunan dan perbaikan jalan tersebut, kondisi jalan yang baik di Jambi saat ini mencapai 822 Km atau 73 %. Pembangunan dan perbaikan seluruh jalan provinsi di Jambi, termasuk jalan ke sentra produksi pertanian diperkirakan rampung sebelum akhir tahun ini.
Kabid Bina Marga PU Provinsi Jambi H Arfan menunjukkan gambar (peta) pembangunan infrastruk jalan di Provinsi Jambi kepada Gubernur Jambi H Zumi Zola.
Disebutkan, jalan ke sentra produksi pertanian di Jambi yang diupayakan rampung tahun ini antara lain, ruas jalan Talang Duku-Simpang Pudak-Suak Kandis Kabupaten Muarojambi. Kemudian jalan Sei Saren-Teluk Nilau- Senyerang-Batas Riau di Kabupaten Tanjungjabung Barat, ruas jalan Simpang Pulau Rengas-Muara Siau dan ruas jalan Muara Siau-Dusun Tuo, Merangin, Jalan Dusun Tuo-Jangkat, Kabupaten Merangin.

Kemudian ruas jalan Sungai Bahar-Durian Luncuk, Kabupaten Batanghari dan Muarojambi, jalan Peninjauan-Lubuk Mengkuang/TKA (Batas Sumbar) di Muarabungo, jalan Muarabungo-Peninjauan-Junction/Rantau Ikil-Batas Sumatera Barat, jalan Jujun-Sei Penuh-Sanggar Agung dan ruas Jujun-Lempur, Kabupaten Kerinci.

Dinas PU Jambi, lanjut Arfan, juga sedang melaksanakan pembangunan jalan sentra produksi pertanian di Kabupaten Sarolangun, yakni ruas jalan Simpang Pelawan-Sei Salak, jalan Sei Salak-Pekan Gedang/Batang Asai dan jalan Pekangedang/Batang Asai-Muara Talang-Jangkat.

“Jalan negara yang menjadi akses utama sentra-sentra pertanian dan perkebunan ke pusat perdagangan ditargetkan sudah mulus semua tahun ini. Percepatan pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten se-Provinsi Jambi,"katanya.

Sinergikan Program

Menurut H Arfan, bahwa sinergi antara Pemprov Jambi dengan kabupaten/kota harus dibarengi dengan keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan program sektoral. Diharapkan dapat mempercepat upaya pengembangan kawasan ini sebagai sentra agribisnis di Provinsi Jambi.

Pembangunan jalan dan jembatan di Provinsi Jambi ujung tombaknya berada pada PU Provinsi Jambi, khususnya Bidang Binamarga. Bina Marga bertanggung jawab terhadap implementasi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang bertujuan meningkatkan arus barang dan jasa serta mengurangi tingkat kesenjangan antar wilayah melalui program peningkatan jalan dan jembatan. 

Pendistribusian kegiatannya berdasarkan pendekatan kewilayahan (Wilayah Timur sampai Wilayah Barat Provinsi Jambi) melalui kegiatan-kegiatan berbentuk Pembangunan/Peningkatan dan Pemeliharaan rutin jalan dan jembatan di Provinsi Jambi.

Berdasarkan Surat keputusan Gubernur Jambi Nomor : 567/KPTS/2012 Tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya Sebagai Jalan Provinsi maka kewenangan penyelenggaraan jalan secara umum dan penyelenggaraan Jalan Provinsi dilaksanakan oleh Gubernur Jambi melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi.

Jalan provinsi itu mencapai 1.504,929 Km yang tersebar di Provinsi Jambi dengan rincian : Ruas Jalan Provinsi di Kabupaten Tanjab Barat sepanjang 111,372 Km, Kabupaten Tanjab Timur sepanjang 138,374 Km, Kabupaten Muarajambi sepanjang 138,281 Km, Kabupaten Tebo sepanjang 139,162 Km.

Kemudian Kabupaten Bungo sepanjang 102,884 Km, Kabupaten Batanghari sepanjang 210,763 Km, Kabupaten Kerinci sepanjang 200,239 Km, Kabupaten Merangin sepanjang 216,211Km, Kabupaten Sarolangun sepanjang 192,779 Km, Kota Sungai Penuh sepanjang 10,910 Km dan Kota Jambi sepanjang 43,954 Km. Disamping itu Provinsi Jambi juga menangani Jembatan yang tersebar di ruas Jalan provinsi sebanyak 312 unit atau sepanjang 9.213,05 Km.

Menurut H Arfan, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi disamping mempunyai program tersendiri, juga selalu mengakomodir program-program kegiatan yang diusulkan oleh kabupaten kota yang mempunyai nilai strategis dalam mendukung sistim jaringan transportasi di Provinsi Jambi. 

“Target pembangunan jalan tersebut mencapai 308 kilometer (Km) atau 27 persen dari sekitar 1.129,91 Km panjang jalan provinsi di Jambi. Hingga kini, jalan di Jambi yang sudah bagus mencapai 822 Km atau sekitar 73 persen," jelasnya.

Disebutkan, tahun 2016 ini pembangunan infrastruktur dipusatkan ke sentra produksi pertanian di Provinsi Jambi. Pembangunan itu pada jalur jalan provinsi di Provinsi Jambi dengan menggunakan dana dari APBD Provinsi Jambi 2016.

“Jalan negara yang menjadi akses utama sentra-sentra pertanian dan perkebunan ke pusat perdagangan ditargetkan sudah mulus semua tahun depan. Percepatan pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten se-Provinsi Jambi," ujarnya.

Perbaikan kerusakan maupun peningkatan kualitas jalan di Jambi, lanjut dia, perlu dipercepat untuk mempermudah pemasaran hasil-hasil pertanian dan perkebunan ke pusat perdagangan di wilayah Jambi dan daerah tetangga.

"Melalui perbaikan dan peningkatan kualitas jalan, hasil pertanian dan perkebunan sawit Jambi dapat lebih cepat diangkut ke pusat perdagangan di Kota Jambi maupun di provinsi lain," katanya.

Arfan mengatakan, pihaknya akan membangun secara terpadu infrastruktur kabupaten dengan kota se-Provinsi Jambi untuk meningkatkan konektivitas wilayah. Jalan yang baik antar kabupaten dan kota akan memperlancar pengangkutan penumpang dan barang. Dengan demikian kegiatan pertanian, perkebunan dan perdagangan di Jambi akan semakin menggeliat.

“Jalan yang baik antar kabupaten dan kota akan mempermudah warga masyarakat menjual hasil pertanian mereka ke pusat perdagangan. Kemudian jalan yang baik juga akan meningkatkan kegiatan perdagangan antar kabupaten dan provinsi," tambahnya. 

Disebutkan, bahwa sinergi antara Pemprov Jambi dengan kabupaten dan kota harus dibarengi dengan keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan program sektoral. Singkronisasi dan koordinasi program bertujuan untuk identifikasi awal isu-isu strategis Bidang PekerjaanUmum Dan Perumahan Rakyat sebagai bahan masukan Tahun 2017. 

Konsolidasi Program

Konsolidasi Program Tahun 2017 antara Dinas PU Provinsi Provinsi  dan Satker dengan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota terus dilakukan. Sehingga diperoleh kesepahaman terhadap pola penanganan dan distribusi program prioritas.

Bina Marga bertanggung jawab terhadap implementasi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang bertujuan meningkatkan arus barang dan jasa serta mengurangi tingkat kesenjangan antar wilayah melalui program peningkatan jalan dan jembatan. 

Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja (Renstra) Dinas PU Provinsi Jambi 2016-2021 meliputi pembangunan jalan sebagai akses ke Pelabuhan Laut Ujung Jabung. Kemudian pembangunan jalan untuk membuka daerah terisolir, pusat–pusat produksi (sentra-produksi) mengurangi disparitas antar wilayah, penghubung atau konektivitas antar kawasan. 

“Selanjutnya pembangunan jalan untuk mendukung atau menunjang kawasan ekonomi dan kenyamanan dalam arus orang dan barang. Pembangunan Jembatan Fly Over untuk mengatasi kemacetan dalam Kota Jambi,” kata Arfan.

Jalan Sungaibahar


Gubernur Jambi H Zumi Zola didampingi Kadis PU Provinsi Jambi Dodi Irawan, Kabid Bina Marga PU Provinsi Jambi H Arfan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muarojambi, Varial Adhi Putra dan sejumlah pejabat Pemkab Muarojambi saat meninjau ruas Jalan Nyogan-Sungaibahar, Kabupaten Muarojambi, Selasa (15/11/2016). 
Sementara itu, Gubernur Jambi H Zumi Zola didampingi Kadis PU Provinsi Jambi Dodi Irawan, Kabid Bina Marga PU Provinsi Jambi H Arfan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muarojambi, Varial Adhi Putra.dan sejumlah pejabat Pemkab Muarojambi meninjau jalan rusak di Kecamatan Sungaibahar, Selasa (15/11/2016).  

Zumi Zola pada kesempatan itu menegaskan, kerusakan jalan di Sungaibahar lebih disebabkan tonase kenderaan diambang batas kemampuan jalan. “Sebelum jalan ini dibangun, harus ada  ketentuan batas maksimal tonase beban jalan,” kata Zola.

Gubernur Jambi dan rombongan pada kesempatan itu meninjau beberapa titik jalan yang rusak, baik jalan yang statusnya jalan Provinsi Jambi, maupun jalan yang statusnya jalan Kabupaten Muarojambi. Dalam peninjauan jalan yang statusnya jalan Provinsi Jambi di Sungaibahar, didapati puluhan truk bertonase sangat besar memuat kayu akasia. 

Zumi Zola menegaskan, jika tonase jalan tidak ditentukan terlebih dahulu, tidak akan efektif untuk membangun jalan, karena akan cepat rusak. “Jangan sampai anggaran terbuang percuma kalau tonase tidak ditentukan. kalau truk-truk kayu yang sangat besar seperti itu, dengan tonase 40 sampai 50 ton yang melewati jalan, meskipun jalan dibangun, tidak akan bertahan lama, akan cepat hancur juga," jelas Zola.

Kontruksi Beton

Konstruksi rigid beton di Jalan Lintas Timur Provinsi Jambi.
Sementara Kepala Dinas PU Provinsi Jambi Dodi Irawan menambahkan, ruas jalan Penerokan - Sungai Bahar total 28,28 Km, dan tahun 2016 dibangun 2,6 Km, tahun 2017 direncanakan akan dibangun 3 Km, dengan konstruksi (semen cor beton) rigid beton.

Disebutkan, ruas jalan Penerokan - Sungaibahar yang sudah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jambi pada tahun anggaran 2016 sepanjang 2,6 Km, lebar 6 meter, dengan konstruksi rigid beton.

“Kalau kita lihat, jalan ini kan sangat bagus. Sebelumnya rusak berat seperti ruas jalan yang rusak parah tadi, tetapi karena tonase jalannya tidak melebihi 10 Km, jalannya bisa bagus," terang Dodi.

Sebelumnya, dalam peninjauan jalan rusak yang statusnya jalan Kabupaten Muarojambi, yakni di ruas jalan di Desa Nyogan Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, yakni ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Mestong dengan Kecamatan Sungaibahar, didapati puluhan truk bertonase besar, yang memuat tandan buah sawit. 

Disebutkan, ruas jalan Nyogan 32 Km, dan dari jalan yang rusak parah, 1,5 Km sudah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Muarojambi, dengan konstruksi rigid beton dan jalan aspal 200 meter, jadi total total 1,7 Km, menghubungkan Kecamatan Mestong ke Kecamatan Sungaibahar. 

Prioritas pembangunan infrastruktur di Provinsi Jambi sesuai dengan “Motto PU, Bekerja Keras, Bergerak Cepat, Bertindak Tepat” terus diupayakan. Hal ini sebagai sumbangsih pembangunan Provinsi Jambi menuju “Jambi Tuntas 2021” Semoga. Dirgahayu Provinsi Jambi Ke 60 Tahun. (ADV/Asenk Lee Saragih)

Tidak ada komentar: