TOKO PANCING DI JAMBI

TOKO PANCING DI JAMBI
TOKO BUANA FISHING & BUANA PANCING DI JAMBI. KLIK BENNER UNTUK INFO SELENGKAPNYA. KONTAK Yudi HP 085266609191

Wednesday, 24 February 2016

Soal Penutupan HKBP Syalom Aurduri Jambi, Pdt Lisker Sinaga STh: “Kami Hanya Ingin Tempat Kami Beribadah Dengan Anak-Anak Kami”

  



Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih
Pdt Lisker Sinaga STh. Foto Asenk Lee Saragih.
Jambipos Online, Jambi-Suasana minggu pagi yang selalu khusuk dan tenang berubah jadi hiruk-pikuk dan tegang. Tegang karena ada kejadian luar biasa di Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. 

Gereja ini yang biasanya sepi karena memang lokasi gereja ini  adalah hutan, rawa-rawa dan cukup jauh dari keramaian, tiba tiba dikejutkan oleh hadirnya ratusan aparat keamanan dengan seragam dan perlengkapan yang lengkap. 

Ini membuat jemaat yang datang dengan kepolosan dan ketulusan hatinya bertemu dengan TuhanNya dalam ibadah Minggu di gereja yang telah delapan belas tahun mereka dirikan dan tempati, sock! Kehadiran ratusan aparat keamanan dengan bus yang siap mengangkut ke kantor Walikota Jambi membuat jemaat bingung, cemas, marah, sedih, kesal dan jengkel bercampur aduk menyesaki dada mereka. 

Demikian cerita Pimpinan Jemaat HKBP Syalom Aurduri Jambi Pdt Lisker Sinaga STh kepada wartawan, mengisahkan kejadian Minggu (7/2/2016) lalu. Dalam suasana hiruk pikuk demikian, hilir mudiknya aparat keamanan, kehadiran jemaat yang semakin lama semakin ramai, hampir mencapai seribuan, ditambah dengan desiran gerimis dari langit yang tak kunjung henti, terdengarlah arahan dari pengurus gereja.

“Hari ini kita beribadah di kantor Walikota Jambi, gereja ini mesti kita kosongkan karena belum memiliki izin mendirikan bangunan dan mereka yang mengatasnamakan diri tokoh masyarakat sekitar yang berkeberatan dengan berdirinya gereja kita ini telah bersiap untuk menyerang kita saat kebaktian nanti,” ujar Pdt Lisker Sinaga STh.

“Kita mau ibadah yang tenang dan damai jauh dari keributan dan anarki. Karena itu Bapa, ibu, Pemuda, Remaja dan anak sekolah Minggu mari kita naik bus yang telah tersedia di halaman kompleks gereja kita, agar kita berangkat dan melaksanakan ibadah kita di kantor Walikota Jambi. Sekarang sudah jam 09.30 mestinya ibadah kita mulai pukul 08.30 dan perjalanan ke kantor Walikota bisa jadi karena macet memakan waktu paling tidak satu jam,” ujar Pdt Lisker Sinaga STh. 

Jemaat menurut tapi air mata mereka tak kuasa lagi  mereka bendung. Air mata mereka tumpah, mereka menangis, menjerit dan beberapa pingsan. “Pak Polisi, kami bukan penjahat, kami bukan Gafatar, kami hanya mau beribadah di tanah dan bangunan kami sendiri,” demikian antara lain teriakan jemaat kepada Polisi yang sedang melakukan tugas pengamanannya, seperti ditirukan Pdt Lisker Sinaga STh. 

“Apa yang dialami ribuan jemaat HKBP Syalom Aurduri adalah potret realita nyata ternodanya kerukunan umat beragama yang dibanggabanggakan petinggi negeri ini. Kita bangsa percontohan dalam kerukunan umat beragama di dunia, demikian sering suara petinggi negeri ini menyesaki telinga melalui aneka media cetak dan elektronik. Nyatanya?  Pelarangan beribadah di sana, sini kian marak. Marak di negeri demokrasi terbesar ketika, yang dengan gagah bermotto: “Bhineka Tunggal Ika”,” sebut Pdt Lisker Sinaga STh.

Menurut Pdt Lisker Sinaga STh, enam orang sudah Presiden silih berganti menahkodai negeri ini. Tapi nasib HKBP Syalom Aur Duri Jambi tidak berganti, masih tetap ngeri. Dimulai dari Bapak Seoharto hingga bapak Jokowi. Salam dua jari akankah jadi salam gigit jari?

Pdt Lisker Sinaga STh pun menceritakan sejarah berdirinya Gereja HKBP Syalom Aur Duri Jambi. Gereja ini berdiri 10 Oktober 1997. Kala itu tempat lokasi HKBP Syalom Aur Duri masih hutan. Rumah di sekitar belum ada dan listrik juga belum masuk. Bahkan jalan adalah lumpur sehingga harus dipasang titian papan. 

Jemaat ke gereja bukan kakinya yang pakai sepatu melainkan tangannya. Sepatu ditenteng tidak bisa dipakai akibat lumpur rawa yang dalammya hampir dua meter. Jemaat gereja ini semakin bertambah sangat dipengaruhi oleh Perumnas. 

Perumnas membangun Perumahan Grya Aurduri kurang lebih 1 KM dari lokasi gereja  ini dan banyak orang Kristen yang membeli rumah di Perumnas tersebut. Perumnas Grya Aur Duri ini, cukup besar kurang lebih 3000-an unit tapi tak satupun gereja, tempat ibadah umat Kristen didirikan. 

Mesjid ada delapan unit. Pun demikian orang Kristen yang mancapai 500 KK di perumahan ini tidak mengeluh, mereka mencari sendiri gereja terdekat, disana mereka terdaftar, membangun dan aktif beribadah, itulah yang membuat sekarang jemaat HKBP Syalom Aur Duri 1872 jiwa sekarang ini.

Riak-riak suara yang mengatas namakan tokoh masyarakat mulai terdengar dan semakin nyaring pada Desember tahun 2011. Kurang dari 40-an orang mereka demonstrasi ke DPRD Kota Jambi. Tak lama kemudian terbitlah SK Walikota Jambi yang isinya penghentian aktifitas pembangunan dan segala aktifitas peribadahan di gereja HKBP Syalom Aur Duri. Satpol PP melakukan tugasnya dengan sangat baik, pada subuh 23 Desember 2011 gereja inipun disegel. Bingkisan Natal yang teramat pahit!

“Gereja ini terus berupaya membangun komunikasi dengan warga, tokoh masyarakat dan juga pemerintah. Terakhir pada bulan September 2015 surat dukungan dari 74 (tujuh puluh empat) masyarakat sekitar diberikan pada kami oleh tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat," katanya. 

"Ini adalah salah satu syarat pengurusan izin mendirikan rumah ibadah sebagaimana disebut-sebut dalam SKB Menteri 2006. Tapi sayang kejadian sebelum-sebelumnya terulang lagi. Mereka yang tidak keberatan dan mendukung adanya gereja ini diintimidasi, dikatakan kafir karena mengizinkan gereja berdiri di lingkungan tempat tinggalnya dan diancam dikeluarkan dari kegiatan adat-istiadat kampung. Merekapun dengan berat hati terpaksa menarik dukungannya. Mereka menyalami kami di kantor camat dan berkata, “maaf ya bapak Pendeta,” cerita Pdt Lisker Sinaga STh.    

Terlebih setelah turunnya keputusan Mahkamah Agung yang memenangkan Pemerintah Kota Jambi atas kasasi mereka atas keputusan Pengadilan Tingggi Tata Usaha Negeri Medan, mereka yang mengatasnamakan tokoh masyarakat semakin gencar menekan Pemerintah Kota Jambi agar bersegera mengeksekusi bangunan gereja dan mengacam jika Pemerintah Kota Jambi tidak melakukannya maka mereka sendiri yang akan membongkar bangunan gereja ini. 

“Gugatan pihak gereja atas Penyegelan gereja oleh Walikota Jambi, di tingkat Pengadilan Tata Usaha Negara di Kota Jambi dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara di Kota Medan gerejalah yang menang. Di Tingkat Mahkamah Agung terbalik. Mahkamah Agung membenarkan penyegelan rumah ibadah dan penghentian segala aktifitas beribadah di HKBP Syalom Aur Duri. Sangat Tragis,” kata Pdt Lisker Sinaga STh.

Kata Pdt Lisker Sinaga STh, sangat menarik di simak, yang pertama, demam penutupan dan pembongkaran gereja, kumat selalu saat menjelang perayaan keagamaan umat Kristen. Saat Natal. Dan puncaknya baru-baru ini. (Baca Juga: Minggu 7 Februari 2016 Jemaat HKBP Beribadah di Kantor Walikota Jambi)

Menjelang Natal 2016  Satpol PP Jambi yang katanya atas desakan warga sekitar kembali melayangkan surat agar gereja ini dikosongkan dan dibongkar sebelum 14 Desember 2016. Dan kalau pihak gereja tidak membongkar sendiri maka pihak Satpol PP sendiri yang akan membongkar. 

Yang kedua, mereka yang mengatasnamakan warga dan tokoh masyarakat tempat tinggalnya 4-7 Km dari gereja ini. Yang ketiga, selama delapan belas tahun gereja ini berdiri dan melaksanakan aktifitas peribadahannya di tempat ini tidak pernah ribut, cekcok atau bertengkar dengan masyarakat sekitar gereja. 

Bahkan beberapa dari mereka selalu menjajakan aneka makanan dan dengan senang hati antar-jemput jemaat dengan ojek. Dan kegiatan kepemudaan kami selalu dukung dengan dana. Yang keempat, bukankah soal izin adalah soal administrasi? Kami bersedia melengkapi segala persyaratan hanya saja karena kami selama ini kami dipersulit mohon dibantu.

“Kini, sembari menanti bagaimana selanjutnya nasib kami ribuan jemaat gereja HKBP Syalom Aur Duri, kami beribadah di Kantor Walikota Jambi,” ujar Pimpinan Jemaat HKBP Syalom Aurduri Pdt. Lisker Sinaga, STh. (Asenk Lee Saragih)

Sejarah Ringkas HKBP Syalom Aur Duri

Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih
1.            Pada tanggal 09 Mei 1993 orang batak yang beragama Kristen yang berdomisili di Aur Duri membentuk suatu perkumpulan Saroha, perkumpulan Saroha tersebut merupakan perkumpulan kebaktia Wijk Telanaipura yang didukung oleh jemaat HKBP Kota Baru Jambi.

2.            Pada tanggal 29 Mei 1994, HKBP Jambi menetapkan perkumpulan Saroha menjadi Pos Pelayanan HKBP Kota Baru di Aur Duri, oleh Pdt. T.P Hutagalung dan terpilih bapak T. Tambunan-br Simanjuntak menjadi Koordinator Pos Pelayanan dan ditetapkan menjadi Calon Sintua.

3.            Pada tanggan 14 Mei 1995 Pendeta HKBP Resort Jambi, Pdt. T.P. Hutagalung melalukan penahbisan T.Tambunan-br Simanjuntak menjadi Sintua di Pos Pelayanan HKBP Kota baru di Aur Duri.

4.            Pada tanggal 24 Mei 1995 Pos Pelayanan HKBP Kota baru di Aur Duri mendirikan tempat ibadah berukuran 6 x 8 meter di Desa Mendalo Darat.

5. Sehubungan dengan perkembangan dan bertambahnya jemaat maka gereja yang lama tidak dapat lagi untuk menampung jemaat, melihat situasi tersebut bapak St. J.T. Simbolon-br Simorangkir menjual tanahnya 2.000 meter persegi dan bapak Ir. P. Sianipar-Silaban menghibahkan tanahnya 3.000 meter persegi untuk pembangunan Gereja di Jl. PDAM Aur Duri RT. 12 Penyengat Rendah.

6.            Sehubungan dengan dibangunnya Perumnas di Aur Duri 1997, banyak orang batak yang membelinya. Dampaknya bertambahlah jemaat secara signifikan dari 14 KK menjadi 140 KK.

7a.          Pada tanggal 20 September 1997 didirikanlah gereja ukuran 9x8 meter dan dilaksanakan peribahatan yang pertama tanggal 10 Oktober 1997 yang dipimpin oleh Pdt. A. Sihite dari HKBP Kota baru Jambi.

7b.          Pada tanggal 08 Nopember 1998 Pos Pelayanan HKBP  Aur Duri menjadi persiapan Jemaat HKBP Distrik Sumbagsel, Pdt. E.J.P. Lumbantoruan, STh.

8.            Pada tanggal 11 Juli 1999 oleh Ephorus HKBP Pdt. Dr. J.R. Hutauruk persiapan jemaat HKBP Syalom Aur Duri ditetapkan menjadi Jemaat Penuh dengan Surat Keputusan Ephorus HKBP: 362/L08/VI/99.

9.            Pada tanggal 27 Juli 2008, HKBP Resort Jambi secara resmi memekarkan HKBP Kebun Kelapa menjadi Persiapan Resort oleh Praeses HKBP Distrik XXV Jambi Pdt. R. Lumbanraja, salah satu jemaat filialnya adalah HKBP Syalom Aur Duri.

10. Pada tanggal 07 Desember 2008 HKBP Persiapan Resort Kebun Kelapa menjadi Resort yang definitive dan HKBP Syalom Aur Duri menjadi jemaat filialnya.

11. Karena jemaat semakin bertambah sudah mencapai 400 KK atau 1.600 jiwa dan kondisi gereja yang lama sudah termakan usia maka HKBP Syalom Aur Duri mengadakan rapat untuk pembangunan gereja di tanah yang di beli dari St. J.T. Simbolon dan hibah dari bapak Ir. Parlin Sianipar yang telah selesai ditimbun karena sebelumnya adalah rawa dengan kedalaman 2 (dua) meter seluas 5.000 meter persegi.

12.          Pada tanggal 15 Nopember 1998 dilakukanlah peletakan batu pertama pembangunan gereja HKBP Syalom Aurduri oleh Pdt. D.F. Sibuea, MTh dengan ukuran 20 x 30 meter.

13.          Pada tanggal 14 Desember 2011 Walikota Jambi mengeluarkan Keputusan  Walikota Jambi tanggal 14 Desember 2011 Nomor: 452.2/1231/kesra tentang penghentian Pembangunan dan aktivitas ibadah HKBP Syalom Aur Duri.

14. HKBP Syalom Aur Duri menggugat ke PTUN Jambi dan HKBP Syalom Aur Duri menang.

15. Walikota Jambi banding ke Pengadilan Tinggi TUN- Medan, HKBP Syalom Aurduri menang.

16. Walikota Jambi kasasi ke Mahkamah Agung dan HKBP Aur Duri di kalahkan.

17. Pada tanggal 14 Nopember 2015, Walikota Jambi memerintahkan Satpol PP untuk membongkar paksa bangunan gereja HKBP Syalom Aurduri.

18.          Pada Minggu 07 Pebruari 2016 ribuan jemaat HKBP Syalom Aur Duri diangkut dari gereja HKBP Syalom Aur Duri untuk beribadah di kantor Waikota Jambi dikawal ratusan aparat keamanan.


 
Jalan Menuju Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih
Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih

Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih


Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih

Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih

Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih

Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih


Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih

Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih



Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Syalom Aur Duri Kota Jambi yang beralamat di Jalan Lintas Timur, Lorong Gereja, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih

No comments: