.

.
.

Rabu, 08 Juli 2015

Begal Motor, Dodi Batubara dan Rahman Batubara Sekarat Dihakimi Massa



 Dodi Batubara dan Rahman Batubara Sekarat Dihakimi Massa. FT Asenk Lee Saragih

 Dodi Batubara dan Rahman Batubara Sekarat Dihakimi Massa. FT Asenk Lee Saragih
Bangko, MR-Amarah warga terhadap pelaku-pelaku begal motor memang memuncak. Seperti yang terjadi di Desa Pulau Tujuh, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin. Dua pelaku begal perampas motor yang diketahui bernama Dodi Batubara (17) dan Rahman Batubara (20) nyaris tewas (sekarat)  di Balai Desa Pulau Tujuh, Kecamatan Pamenang Barat, Merangin, Minggu (28/6/2015). 

Keduanya dihakami massa setelah tertangkap tangan mencuri sepada motor. Informasi dilapangan menyebutkan, kejadian berawal saat kedua pelaku bersama satu rekannya sekitar pukul 18.30 Wib, hendak mencuri motor milik Asmuni di Desa Pulau Tujuh. Namun saaat akan mabawa motor korban pelaku terpergok oleh korban.

Asmuni spontan langsung teriak maling. Wargapun beramai-ramai mengajar pelaku. Dua pelaku atas nama Dodi Batubara dan Rahman Batubara berhasil ditangkap warga. Warga yang merasa resah langsung menghakimi keduanya hingga sekarat dan bahkan nyaris dibakar hidup-hidup.

Namun oleh tokoh masyarakat setempat, kedua pelaku yang merupakan warga Pulau Rayo, Kelurahan Dusun Bangko dibawa ke Balai Desa setempat. Di balai desa kedua pelaku yang sekarat diintrogasi warga. Aparat kepolisian yang mendapat informasi tersebut langsung menuju lokasi, untuk mengamankan kedua  pelaku.

Namun upaya polisi untuk mengamankan pelaku ditolak oleh warga. Warga ingin kedua pelaku dibakar hidup-hidup. “Warga sudah resah, karena hampir setiap hari ada motor hilang. Makanya warga marah dan ingin membakar pelaku,” ujar Yanto warga setempat.

Disebutkan, warga yang datang kelokasi untuk menghakimi pelaku bukan saja Desa Pulau Tujuh, bahkan beberapa desa tetangga, yakni Desa Pinang Merah, Rasau, Tambang Emas, Bukit Bungkul, Meranti, Sungai Kapas, Mampun Baru, Pulau Tujuh dan Libur Merangin.

“Ada ribuan massa yang datang kelokasi. Motor pelaku dibakar warga. Warga juga sudah menyediakan ban bekas untuk membakar korban,” sebut warga.

Namun niat warga dihalangi aparat yang datang kelokasi. Bahkan Kapolres, Dandim dan Kasi Ops Brimob ikut turun kelokasi untuk menenangkan warga.

Pantauan dilapangan upaya polisi untuk membawa pelaku mendapat penolakan oleh warga. Butuh waktu sekitar lima jam untuk bisa membawa pelaku. Pelaku berhasil dievakuasi sekitar pukul 1.00 Wib.

Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga mengatakan, dirinya turun kelokasi setelah mendapat kabar massa berhasil mengamankan pelaku curanmor.

“Setelah mendapat kabar massa mengamankan pelaku curnmor, kita langsung kelokasi untuk menenangkan massa,” sebutnya.

Dikatakan, kedua pelaku baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 1.00 Wib, Senin (29/6/15) dini hari. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Kolonel Abunjani Bangko untuk menjalani perawatan. “Korban sudah di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dan selanjutnya akan dibawa ke Mapolres untuk proses lebih lanjut,” katanya. (rio/lee)

Tidak ada komentar: