.

.
.

Wednesday, 11 February 2015

LONGSOR, Belasan Rumah Nyaris Tertimbun

SUNGAIPENUH- Badan jalan Sungaipenuh via Tapan Pessel (Sumbar) tepatnya di Desa Sungai Ning KM 1 Longsor. Belasan rumah nyaris tertimbun dengan tanah.

Longsornya pinggir jalan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Senin kemarin akibat hujan dan air sungai deras menghantam pinggir tebing, sehingga menyebabkan 25 meter tanah menimbun aliran sungai.

Kepala Desa Sungai Ning Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungaipenuh M Kamil mengatakan, pinggir badan jalan setinggi 25 longsor pada malam hari. "Warga tadi malam cemas dan kwatir rumahnya tertibun tanah tebing yang longsor," ucap kades.


Ia mengatakan, warganya berharap pihak Pemerintah BPBD menerjutkan tim TRC dan sejumlah perlengkapan pembersihan tanah yang longsor menimbut sungai.

"Sekarang warga gotoroyong membuang tanah yang menimbun sungai supaya air sungai tidak meluap ke rumah warga, tetapi pembersihan tanah butuh alat berat melakukan pembersihan," katanya.
Hardizal Ketua Komisi III DPRD Kota Sungaipenuh ditemui dilokasi kejadian marah-marah tidak adanya perhatian pihak Dinas PU dan BPBD."Ini bencana longsor, kenapa pihak intansi terkait tidak turun, longsor ini akan membahayakan hidup masyarakat banyak jika ini dibiarkan," tegasnya.

Politisi PDI Pejuangan ini meminta pemerintah segera melakukan penanggulangan darurat."Sekarang dana tanggap darurat tersedia Rp 14 milyar, apa salahnya diperuntukan tanggap darurat," ungkapnya. (pir/ima)

No comments: