.

.
.

Selasa, 06 Januari 2015

Kiprah HBA Mewujudkan Bandara Jambi Sebagai Embarkasi Antara Jambi

Tulisan HUT Provinsi Jambi Ke 68 ( 6 Januari 2015)

(Klik Juga di harianjambi.com)
TINJAU: Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (tengah) didampingi Kepala Bandara Jambi Dorma Manalu (kiri) dan Kadishub Provinsi Jambi Ir P Bernhard Panjaitan (kanan) saat meninjau ujung Landasan Bandara Sultan Thaha Jambi baru-baru ini. FOTO-FOTO ROSENMAN MANIHURUK/HARIAN JAMBI.

Bandara Sultan Thaha Jambi Menuju Bandara Internasional

Pengembangan Bandar Udara (Bandara) Sultan Thaha Jambi sebagai Bandara Internasional mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Selain membuka akses ekonomi Provinsi Jambi, Bandara Jambi juga telah diwujudkan sebagai Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi. Mulai tahun 2015 ini seluruh kegiatan atau proses pemberangkatan haji dari Provinsi Jambi sudah menggunakan Bandara Jambi. 

ROSENMAN MANIHURUK, Jambi

Selain Embarkasih Antara Jambi, kerinduan masyarakat Provinsi Jambi untuk memiliki bandara bertaraf internasional sudah mulai diwujudkan. Kerinduan ini seiring dengan pertumbuhan perekonomian masyarakat Provinsi Jambi empat tahun belakangan ini. Peningkatan perekonomian Provinsi Jambi begitu pesat. Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi juga sebagai “hadiah” HUT ke 58 (6 Januari 1957-6 Januari 2015) Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi H. Hasan Basri Agus (HBA) saat menghadiri Simulasi Pelayanan Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi, bertempat di Asrama Haji Kota Baru Jambi, Selasa 30 Desember 2014 lalu mengatakan, tahun 2015 masyarakat Jambi telah bisa memanfaatkan Embarkasi Haji Jambi seperti yang diidam-idamkan selama ini.

Simulasi yang dihadiri oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI Dokter Tjejep Ali Akbar  dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Abdul Jamil mengapresiasi simulasi yang dilaksanakan oleh penyelenggaraan Haji dari Kemenag Provinsi Jambi tersebut. Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi mulai tahun 2015 sudah resmi digunakan.

 
Menurut HBA, adapun gambaran transportasi udara yang telah ikut berkerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi diantaranya, Sriwijaya Air, Garuda dan Lion Air. Jenis dan Tipe pesawat yang digunakan Boeing 737 - 303 / 400 dengan kapasitas seat 148 -167. Jumlah jemaah pada tahun 2015 sebanyak 2108 jemaah dan ditambah para petugas kesehatan dan pendamping 23 orang, dengan jumlah penerbangan (Flight) 14 kali.

Upaya yang dilakukan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus beserta jajaran kini sudah membuahkan hasil yang signifikan tentang pengembangan Bandara Jambi. HBA juga secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama RI, melalui Dirjen Haji Dan Umrah yang telah memberikan kesempatan Embarkasi Haji Antara di Provinsi Jambi pada Tahun 1436 H / 2015 M.

“Dengan dibukanya Embarkasi di Jambi bisa menyatukan keberangkatan dari Kabupaten/kota yang berada di Provinsi Jambi melalui satu pintu yaitu Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi, melalui Batam langsung ke Mekah. Selama ini keberangkatan Haji Jambi terpecah menjadi dua bagian yakni Embarkasi wilayah barat melalui embarkasi Padang dan embarkasi wilayah timur melalui Batam. Kini bisa satu embarkasi yaitu embarkasi Jambi,” ujar HBA didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Ir P Bernhard Panjaitan MM.

Gubernur Jambi HBA juga menjelaskan, masalah Bandara Sultan Thaha Jambi sudah tidak ada masalah lagi. “Bandara Sulthan Thaha Saifuddin sudah bisa memenuhi syarat. Memang ada beberapa hal yang perlu kita perbaiki, itu terus kita perbaiki dan ditindaklanjuti kini,” kata HBA.
 
Dirjen Haji dan Umrah Kemenag RI Abdul Jamil menjelaskan, untuk pelaksanaan embarkasi ini perlu waktu panjang dan proses yang matang. “Provinsi Jambi dengan Kepemimpinan HBA yang gigih terus memperjuangkan dan mempersiapkan semua keperluan embarkasi. Dengan semangat dan keyakinan yang tinggi ini perlu kita kasih apresiasi untuk Gubernur Jambi HBA,” kata Abdul Jamil.
 
Melihat jemaah Haji yang banyak dari Provinsi Jambi, ini sangat diperlukan embarkasi di Jambi ini. “Insya Allah tahun 2015 sudah bisa dilaksanakan di Jambi. Ini berkat buah  kerja keras Gubernur Jambi dan jajarannya,” ujar Abdul Jamil.
 
Turut serta pada kesempatan ini, Kanwil Agama Provinsi Jambi, Asisten II Sekda Provinsi Jambi Havis Husaini, Wakil Bupati Tanjab timur Ambo Tang, sekda kabupaten Merangin, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jambi Hendrizal, para undangan lainnya.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi guna mengupayakan Bandar Udara (Bandara) Sultan Thaha Jambi dapat sebagai bandara Embarkasih Jemaah Haji, kini telah terwujud. Selama ini Jemaah Haji Provinsi Jambi masih menggunakan Bandara Hang Nadim Batam dan Bandara Sumatera Barat sebagai Embarkasi Haji. Pemprov Jambi bersama pihak Angkasa Pura II Jambi kini telah melakukan pengembangan Bandara Jambi.

Menurut HBA, Bandara Jambi berstatus bandara internasional bisa dijadikan sebagai embarkasi jemaah haji. Sehingga dapat mengurangi biaya pengeluaran para jemaah haji serta mengesiansi jarak keberangkatan jemaah haji. 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Ir P Bernhard Panjaitan MM, mengatakan, sesuai dengan arahan dari Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus dan Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar, maka Bandara Sultan Thaha Jambi akan ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional, sehingga harus memiliki desain yang baik.

“Bapak gubernur meminta agar terminalnya dibuat bagus dan juga agar bandaranya bisa digunakan sebagai embarkasi haji. Pihak Angkasa Pura tengah mempersiapkan pembangunan terminal baru dan direncanakan Juni 2015 ini sudah diresmikan,” ujar Bernhard Panjaitan.

Disebutkan, terminal baru tersebut memiliki ukuran yang lebih besar dari terminal yang saat ini ada. Pembangunan terminal baru merupakan konsekuensi logis dari berkembangnya ukuran pesawat. Kedepannya pesawat sekelas Boeing 737-900 ER yang memiliki badan dan kapasitas angkut lebih besar bisa mendarat di Jambi.

Menurut Bernhard Panjaitan, tarif parkir mobil Bandara Sultan Thaha naik 50 persen. Semula pengunjung dikenakan tarif parkir mobil Rp 2.000, kini menjadi Rp 3.000. Khusus untuk sepeda motor tidak mengalami kenaikan tarifnya dan tetap Rp 1.000. Kenaikan tarif parker tersebut dikarenakan adanya regulasi yang mewajibkan pengelola parkir menyetorkan sebagian pendapatan parkirnya ke kas pemerintah daerah. 

DUKUNG PROGRAM MP3EI 

Selain Embarkasih Antara Jambi, kerinduan masyarakat Provinsi Jambi untuk memiliki bandara bertaraf internasional sudah mulai diwujudkan. Kerinduan ini seiring dengan pertumbuhan perekonomian masyarakat Provinsi Jambi empat tahun belakangan ini. Peningkatan perekonomian Provinsi Jambi begitu pesat.

Memasuki usia ke-58 (6 Januari 1957-6 Januari 2015) Provinsi Jambi, tentunya banyak perubahan kemajuan di sejumlah sektor. Seperti sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan dan secara khusus sektor transportasi. Betapa tidak, Provinsi Jambi kini memiliki Bandara Sultan Thaha yang kedepannya menjadi bandara bertaraf internasional.

Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi terus mengupayakan peningkatan akses perekonomian ekonomi dengan berbagai program pro rakyat. Peningkatan akses perekonomian itu juga telah diletakkan pada visi Pemprov Jambi “Jambi EMAS (Ekonomi Maju, Aman, Adil  dan Sejahtera) hingga 2015 yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA)-H Fachrori Umar beserta jajarannya.

Dishub Provinsi Jambi bersama instansi terkait, berupaya mewujudkan transportasi yang handal dalam rangka menunjang perekonomian daerah dan memiliki daya saing dalam satu kesatuan sistim transportasi nasional menuju Jambi Emas tahun 2015.

Gubernur Jambi HBA belum lama ini mengatakan, PAD Provinsi Jambi tahun 2014 mencapai Rp 2,988 triliun. Peningkatan itu cukup signifikan jika dibandingkan pada tahun 2009 hanya mencapai Rp 1,53 triliun.

Menurut HBA, dunia usaha di Provinsi Jambi meningkat mencapai 1,79 persen. Pertumbuhan tersebut utamanya bersumber dari meningkatnya sektor pertanian 2,09 persen, khususnya sub sektor perkebunan dan tanaman pangan bertumbuh 2,41 persen hingga 2,29 persen.

Peningkatan pertanian di Jambi akan diikuti dengan meningkatnya industri pengolahan, yang merupakan pengembangan produk turunan dari sektor pertanian. Tren kenaikan harga komoditas tersebut juga terlihat dari meningkatnya perkiraan harga jual. 

Geliat pertumbuhan ekonomi Jambi tersebut diperkirakan akan mendorong peningkatan penggunaan tenaga kerja mencapai 4,57 persen. Musim panen tanaman pangan umumnya diikuti dengan meningkatnya kebutuhan pekerja yang diperkirakan sebesar 0,76 persen serta sektor perdagangan 0,74 persen.

Disebutkan, pertumbuhan perekonomian Provinsi Jambi tentunya harus didukung infrastruktur perhubungan melalui Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi dan akses transportasi laut Pelabuhan Ujung Jabung. Transportasi jalur darat juga sangat mendukung pertubuhan perekonomian Provinsi Jambi, khususnya dari sentra-sentra perkebunan, pertanian, pertambangan dan migas.

Dukungan Pemerintah Pusat

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Ir P Bernhard Panjaitan MM kepada Harian Jambi saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, visi Pemprov Jambi “Jambi EMAS” tetap sejalan dengan program transportasi penunjang akses ekonomi di Provinsi Jambi. 

Pembangunan infrastruktur Perhubungan di Provinsi Jambi merupakan sebagian program prioritas Pemerintah Provinsi Jambi menuju Jambi Emas 2015. Kemudian Percepatan Pembangunan Ekonomi Provinsi Jambi dalam kerangka Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

“Sebagaimana telah ditetapkan pemerintah pusat, bahwa kawasan pantai timur Provinsi Jambi termasuk di dalam Koridor Ekonomi di dalam MP3EI. Dampak dari penetapan itu, dana APBN akan dapat dikucurkan dalam pembiayaan infrastruktur. Terdapat tiga agenda besar yang akan dilaksanakan untuk pembangunan infrastruktur perhubungan di Provinsi Jambi dalam rangka MP3EI,” kata Bernhard Panjaitan.

Tiga agenda besar itu yakni pembangunan pelabuhan Ujung Jabung dan kawasan ekonomi, pembangunan bandar udara serta pembangunan infrastruktur jalan. Pembangunan ketiga kegiatan tersebut diyakini akan berdampak positif terhadap perekonomian di Provinsi Jambi pada khususnya dan nasional pada umumnya.

Dukungan dana dari APBN juga terus diupayakan guna mewujudkan kerinduan masyarakat Provinsi Jambi memiliki bandara bertaraf internasional dan pelabuhan ekspor-impor di Jambi. Sehingga “Menggapai Ujung Jabung dari Bandara Sultan Thaha Jambi” menancapkan pertumbuhan perekonomian Provinsi Jambi ke depan. 

Pembangunan bandara di Provinsi Jambi untuk mendukung program MP3EI diarahkan pada pengembangan Bandara Sultan Thaha Jambi dengan didukung Bandara Bungo dan Bandara Depati Parbo Kerinci.

Pengembangan Bandara Sultan Thaha, diupayakan untuk dikembangkan sebagai bandara bertaraf internasional dan kini sudah menjadi bandara Embarkasi Haji Antara Jambi.

Tingginya pergerakan penumpang di bandara Jambi sejak tahun 2012 mencapai 1 juta pergerakan atau 11,9 persen, naik dari 939.000 pergerakan pada tahun 2011. Sehingga pengembangan bandara itu mutlak harus dilakukan.

Mencapai Sebanyak 302.240 Orang

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi mencatat peningkatan jumlah perkembangan dan keberangkatan penumpang di Bandara Sultan Thaha Jambi Triwulan I 2014 berjumlah 302.240 orang. Angka itu naik meningkat 8,18% dari tahun lalu. Secara umum, jumlah penumpang yang meninggalkan Jambi sedikit lebih tinggi dibandingkan yang datang ke Jambi.

Kepala Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Ihsan W Prabawa mengatakan, jumlah penumpang, baik yang datang maupun berangkat dari Bandara Sultan Thaha Jambi, menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu.

Momen libur imlek, Idul Fitri dan Natal Tahun Baru dan masa kampanye Pemilu Legislatif tahun 2014 lalu juga menjadi faktor utama peningkatan jumlah penumpang tersebut. Jumlah penumpang (total berangkat dan datang) di bandara Sultan Thaha Jambi sebanyak 302.240 orang.

Pengembangan Bandara Sultan Thaha 

Menurut Bernhard Panjaitan, pengembangan Bandara Sultan Thaha Jambi kini telah menambah luas terminal dari 2.308 m2 menjadi 13.015 m2 (meningkat 8 kali lipat), kemudian areal apron, kapasitas parkir kenderaan dari 215 menjadi 461 kendaraan, kapasitas parkir pesawat dari 5 menjadi 12 pesawat, commercial area dari 621,5 m2 menjadi 1398 m2 dan terminal kargo dari 3.902 ton per tahun menjadi 7.391 ton per tahun.

Disebutkan, pembangunan tahap pertama difokuskan pada peningkatan kapasitas terminal penumpang agar mampu melayani 1,5 juta pergerakan penumpang pertahun. Pengembangan berupa landasan pacu, apron, taxi way, ruang tunggu VIP, serta seluruh sarana pendukung bandara bertaraf internasional.

Disebutkan, pengembangan terminal akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Pembangunan tahap pertama akan fokus mengembangkan terminal menjadi seluas 6.900 meter persegi dan melengkapinya dengan dua garbarata. 

Setelah itu pengembangan memasuki tahap kedua. Pada tahap ini, terminal akan diperluas menjadi 9.000 m2. Kemudian tahap ketiga, Angkasa Pura bakal memperluas terminal menjadi 16.400 M2. Selain terminal bandara, Angkasa Pura juga akan memperpanjang landasan pacu dari 2.000 meter menjadi 2.600. meter.
 
Lebar landasan ditambah dari 35 meter menjadi 45 meter, perluasan tempat parkir pesawat dari 20.638 m2 menjadi 43.089 m2. Untuk  pemindahan tower dan fisik runway akan dikerjakan menggunakan dana APBN.

“Pembangunan terminal penumpang dengan anggaran sebesar Rp 97 miliar melalui PT Angkasa Pura II, saat ini dilanjutkan dengan pekerjaan landscape dan interior. Pembangunan Tower melalui dana PT Angkasa Pura, pembangunan Apron dan Taxiway melalui PT Angkasa Pura dengan dana sebesar Rp 109 miliar,” katanya.

Kegiatan lain yang dilakukan dalam pengembangan Bandara Sultan Thaha yakni pembangunan gedung VIP Room melalui dana APBD Provinsi Jambi, perpanjangan landasan pacu dari 2.220 meter menjadi 2.600 meter, integrated airport and tourism (Zoo Airport) Bandara Sultan Thaha Jambi. Pengembangan Bandara Sultan Thaha Jambi tersebut direncanakan akan selesai pada Juni 2015 sudah dapat dipergunakan. 

Komitmen HBA Kembangkan Bandara Jambi

Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (HBA) didampingi Kepala Dinas Pehubungan Provinsi Jambi, Ir Bernhard Panjaitan MM mengatakan, sejak dilantik jadi Gubernur Jambi Agustus 2010 lalu, baru lima hari menjabat gubernur, dirinya langsung menayakan kelanjutan pengembangan Bandara Sultan Thaha Jambi kepada Pemerintah Pusat.

Disebutkan, penumpang di Bandara Jambi setiap harinya dilayani maskapai terjadwal Garuda Indonesia, Sriwija Air, Batavia Air, Lion Air, Sky Avition Air dengan 26 kali penerbangan Jambi-Jakarta, Jambi-Batam, Jambi-Pekanbaru, Jambi-Kerinci.

Seiring pertumbuhan ekonomi dan tingginya mobilisasi warga dari dan ke Provinsi Jambi, dengan menggunakan jalur arus transportasi udara, membuat Pemprov Jambi mengembangkan Bandara Sultan Thaha Jambi. 

Kedepan Bandara Jambi akan mewujudkan Bandara bertaraf internasional yang bisa didarati pesawat sekelas Boeing 737-900 ER yang memiliki badan dan kapasitas angkut lebih besar. Bandara Jambi kedepannya juga bisa menjadi Bandara embarkasi Haji dari Provinsi Jambi.

Kata HBA, pengembangan perluasan Bandara Jambi tersebut juga menunjang kunjungan wisata manca negera ke Provinsi Jambi, khususnya sejak Presiden SBY mencanangkan Komplek Situs Candi Muarojambi sebagai kawasan wisata sejarah terpadu (KWST) di Sumatera September 2012 lalu.

Fasilitas Pendukung Bandara Sultan Thaha Jambi

Menurut Bernhard Panjaitan, perlunya sejumlah alat pendukung bandara seperti ILS atau fasilitas bantu pendaratan. ILS adalah salah satu prasarana penujang operasi bandara, dan dibagi  dua kelompok peralatan, yaitu Alat Bantu Pendaratan Instrumen/ILS (Instrument Landing System) dan Alat Bantu Pendaratan Visual/AFL (Airfield Lighting System).

Alat Bantu Pendaratan Instrument terdiri dari ILS adalah alat bantu pendaratan instrumen (non visual) yang digunakan untuk membantu penerbang dalam melakukan prosedur pendekatan dan pendaratan pesawat di suatu bandara.

Peralatan ILS terdiri atas 3(tiga) subsistem Localizer, yaitu pemancar yang memberikan sinyal pemandu azimuth, mengenai kelurusan pesawat terhadap garis tengah landasan pacu, beroperasi pada daerah frekuensi 108 MHz hingga 111,975 MHz.

Kemudian Glide Slope, yaitu pemancar yang memberikan sinyal pemandu sudut luncur pendaratan, bekerja pada frekuensi UHF antara 328,6 MHz hingga 335,4 MHz dan Marker Beacon, yaitu pemancar yang menginformasikan sisa jarak pesawat terhadap titik pendaratan. dioperasikan pada frekuensi 75 Hz. 

Marker Beacon terdiri dari 3 buah, yaitu Outer Marker (OM) terletak 3,5 - 6 nautical miles dari landasan pacu. Outer Marker dimodulasikan dengan sinyal 400 Hz. Kemudian Middle Marker (MM) terletak 1050 ± 150 meter dari landasan pacu dan dimodulasikan dengan frekuensi 1300 Hz dan Inner Marker (IM) terletak 75 – 450 meter dari landasan pacu dan dimodulasikan dengan sinyal 3000 Hz.

Dikatakan, Airfield Lighting System (AFL) adalah alat bantu pendaratan visual yang berfungsi membantu dan melayani pesawat terbang selama tinggal landas, mendarat dan melakukan taxi agar dapat bergerak secara efisien dan aman.

AFL meliputi peralatan-peralatan sebagai berikut, Runway edge light, yaitu rambu penerangan landasan pacu, terdiri dari lampu-lampu yang dipasang pada jarak tertentu di tepi kiri dan kanan landasan pacu untuk memberi tuntunan kepada penerbang pada pendaratan dan tinggal landas pesawat terbang disiang hari pada cuaca buruk, atau pada malam hari.

Kemudian Threshold light, yaitu rambu penerangan yang berfungsi sebagai penunjuk ambang batas landasan, dipasang pada batas ambang landasan pacu dengan jarak tertentu memancarkan cahaya hijau jika dilihat oleh penerbang pada arah pendaratan.

Selanjutnya Runway end light, yaitu rambu penerangan sebagai alat bantu untuk menunjukan batas akhir/ujung landasan, dipasang pada batas ambang landasan pacu dengan memancarkan cahaya merah apabila dilihat oleh penerbang yang akan tinggal landas.

Taxiway light, yaitu rambu penerangan yang terdiri dari lampu-lampu memancarkan cahaya biru yang dipasang pada tepi kiri dan kanan taxiway pada jarak-jarak tertentu dan berfungsi memandu penerbang untuk mengemudikan pesawat terbangnya dari landasan pacu ke dan atau dari tempat parkir pesawat.

Flood light, yaitu rambu penerangan untuk menerangi tempat parkir pesawat terbang diwaktu siang hari pada cuaca buruk atau malam hari pada saat ada pesawat terbang yang menginap atau parkir.

Approach light, yaitu rambu penerangan untuk pendekatan yang dipasang pada perpanjangan landasan pacu berfungsi sebagai petunjuk kepada penerbang tentang posisi, arah pendaratan dan jarak terhadap ambang landasan pada saat pendaratan.

Menurut Ir Bernhard Panjaitan, kelengkapan Bandara Jambi masih banyak dibutuhkan guna mendukung Bandara Jambi sebagai Bandara Internasional seperti yang diidam-idamkan Pemerintah Provinsi Jambi.

Disebutkan, pendanaan penyelesaian Bandara Jambi juga ada dari APBD Provinsi Jambi dan dana dari pihak Angkasa Pura Jambi. “Kita harapkan seluruh pendanaan bisa berkolaborasi guna penyelesaian Bandara Jambi menuju Bandara Internasional,”katanya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto menambahkan, pengembangan Bandara Jambi tersebut juga menunjang pergerakan ekonomi serta kunjungan wisata manca negera ke Provinsi Jambi.

“Kita harapkan dengan adanya Embarkasi Haji Antara Jambi bisa mengurangi biaya para calon Haji. Kita juga harapkan pembangunan fisik bandara Jambi dilakukan dengan baik. Saya mengapresiasi Gubernur Jambi Hasan Basri Agus beserta jajaran yang berjuang keras mewujudkan Embarkasi Antara di Jambi mulai tahun 2015 ini,” ujar Edi Purwanto saat ditemui Harian Jambi di ruang kerjanya, Senin (5/1/15).

Menurut Politisi PDIP ini, pengembangan Bandara Jambi untuk berstatus bandara internasional harus didukung oleh semua pihak. Hal ini sebagai upaya peningkatan akses ekonomi Provinsi Jambi secara umum.

Jalan Bandara Jambi

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) Kamis 13 November 2014 lalu telah meninjau proyek pembangunan akses jalan menuju terminal baru Bandara Sultan Thaha Jambi. Jalan sepanjang 901 meter itu sebagai penunjang akses masuk bandara.

Menurut HBA, saat ini tahapan proyek adalah pengerasan jalan. “Proyek jalan sepanjang 901 meter ini merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jambi untuk membangunnya. Oleh karena itu, pembangunan jalan harus selesai sesuai target yang telah ditetapkan,” kata HBA.

Disebutkan, akses jalan baru ke bandara ini menghubungkan terminal melalui jalan Pasir Putih menuju taman PKK. Sedangkan khusus jalan mulai dari taman PKK hingga Simpang depan gudang PU adalah tanggung jawab pemerintah pusat. “Nantinya akan dibuat jalan dua jalur dengan anggaran Rp 50 milyar,” katanya. (lee)





Gubernur Jambi HBA Bersama Ir P Bernhard Panjaitan MM.




TINJAU: Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus (kanan) didampingi Kepala Bandara Jambi Dorma Manalu (kiri) dan Kadishub Provinsi Jambi Ir P Bernhard Panjaitan (tengah) saat meninjau Jalan Menunu Bandara Sultan Thaha Jambi baru-baru ini. FOTO-FOTO ROSENMAN MANIHURUK/HARIAN JAMBI.


MENARA: Bangunan Menara Pengawasan Penerbangan Bandara Sultan Thaha Jambi yang bangunannya kini sudah rampung. Menara ini direncanakan difungsikan Juni 2015 mendatang. FOTO-FOTO ROSENMAN MANIHURUK/HARIAN JAMBI.


Terminal Penumpang Bandara Sultan Thaha Jambi Yang Baru.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto (PDIP). Foto Asenk Lee Saragih.

Tidak ada komentar: