.

.
.

Selasa, 14 Oktober 2014

Perkuat Kerjasama Antar Daerah Menjaga Stabilitas Harga

Kepala BI Perwakilan Jambi Vielloeshant Carlusa

Meningkatkan Perekonomian Daerah

Dalam rangka memperkuat fungsi dan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Provinsi Jambi, Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi bekerjasama dengan Pemprov Jambi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TPID se-Provinsi Jambi Tahun 2014 yang akan dikemas dalam bentuk Seminar, Senin (13/10).

ROSENMAN  MANIHURUK, Jambi

Seminar yang berlangsung di Ballroom Aston Hotel and Conference Jambi itu mengambil tema “Memperkuat Kerjasama Antar Daerah dalam Upaya Menjaga Stabilitas Harga serta Meningkatkan Perekonomian Daerah”.

Rakorda itu juga dirangkai dengan seremonial Launching Website Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Jambi.

Pada kesempatan itu Plt Sekda Provinsi Jambi, Kailani, SH, M.Hum mengemukakan bahwa peran Pemerintah Daerah (Pemda) sangat penting dalam pengendalian inflasi. Dikatakan,  pentingnya peran Pemda dalam pengendalian inflasi ini diantaranya dengan regulasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang kalau tidak atau kurang tepat, bisa memicu inflasi.

Menurut Kailani, salah satu variabel yang mempengaruhi inflasi adalah kelancaran unit-unit produksi yang sangat menentukan biaya produksi.


Disebutkan, Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah juga berperan penting dalam membantu kelancaran unit produksi, yaitu dengan menyediakan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan yang bagus.


Selain itu, Kailani mengemukakan pentingnya kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Daerah lainnya, Pemerintah Daerah dengan Badan Hukum, untuk menekan inflasi, misalnya dalam tata niaga, penyediaan air bersih, dan sebagainya.

“Kehidupan kita sehari-hari tidak bisa dipisahkan dari fluktuasi inflasi. Inflasi diperlukan, tetapi dalam tataran yang terkendali," ujar Kailani.

Selanjutnya, mewakili Gubernur Jambi, Plt. Sekda Provinsi Jambi ini meluncurkan website yang disediakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi yang menyediakan data tentang daftar harga kebutuhan sehari-hari yang dinamakan SIKOK (Sistem Informasi Kebutuhan Orang Kito).

Sementara Ketua TPID Provinsi Jambi yang disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Ekonomi dan Keuangan, Ir.H.Tagor Mulia Nasution mengatakan, inflasi Kota Jambi September 2014 4,31% dibawah laju inflasi nasional 4,53, sedangkan inflasi di Kabupaten Bungo 5,2%, di atas laju inflasi nasional.

Selain itu disampaikan, menurut prediksi Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2014, kisaran 7,4 sampai 7,9% dan laju inflasi 4,6 sampai 5,1 %.

Tagor mengatakan, Rakorda ini merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPI di Jakarta yang dihadiri oleh Presiden RI, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas harga serta memperkuat koordinasi.

Sementara Kepala BI Perwakilan Jambi Vielloeshant Carlusa mengatakan, menindak lanjuti blueprint dan roadmap pengembangan PIHPS Jambi tersebut, TPID Provinsi Jambi dan TPID kabupaten/kota di bawahnya secara aktif telah memulai indentifikasi data pendukung tentang perkembangan pangan sejak tahun 2013 lalu.

Disebutkan, data tersebut bersumber dari Disperindag Provinsi Jambi maupun masing-masing kabupaten/kote se Provinsi Jambi yang setiap hari melakukan pemantaun harga di pasar.

“Setelah memastikan data tersebut secara kontinu, TPID Provinsi Jambi dan kabupaten/kota di seluruh Provinsi Jambi berupaya mempublikasikan data-data tersebut agar data-data itu dijangkau dengan mudah oleh masyarakat, “ ujar pria kelahiran Jakarta, 24 Agustus 1966 ini.

Disebutkan, beberapa media yang selama ini dimanfaatkan untuk mempublikasikan dat-data harga pangan di Provinsi Jambi antara lain TVRI, RRI Jambi, Harian Jambi, Jambi Ekspres, Webside Pemkot Jambi dan Bungo dan Papan Elektrono Pasar Angso Duo Kota Jambi. (*/lee)


Tidak ada komentar: