.

.
.

Monday, 20 October 2014

Kabut Asap di Kota Jambi Kembali Tebal

Calon Penumpang Telantar di Ruang Tunggu Bandara Sultan Thaha Jambi, Minggu 19 Oktober 2014. Ft Asenk Lee.

Kabut Asap Masih Menyelimuti Udara Kota Jambi, Minggu 19 Okt 2014. Tampak kabut asap di perbatasan Kota Jambi dengan Kabupaten Muarojambi.
Aktifitas Bandara Sultan Thaha Jambi Kembali Lumpuh

JAMBI-Pasca diguyur hujan Minggu dini hari, kabut asap di Kota Jambi justru tambah pekat. Bahkan angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) juga kembali buruk. Sementara Bandara Sultan Thaha Jambi menghentikan aktifitasnya karena pesawat tak mampu mendarat akibat jarak pandang di bawah 1000 meter.

Sebelumnya maskapai Lion Air sudah melakukan penerbangan sebanyak 3 kali dan Maskapai Garuda 2 kali, Kamis-Jumat-Sabtu lalu. Minggu (19/10) ratusan calon penumpang di Bandara Sultan Thaha Jambi terpaksa gagal berangkat akibat tak ada pesawat yang mendarat.

Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi Minggu (19/10) kembali lumpuh akibat semakin pekatnya asap. Pesawat dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jawa Barat dan dari Bandara Hang Nadim, Batam, Provinsi Kepulauan Riau tak bisa mendarat di Bandara STS Kota Jambi Minggu (19/10).


Kepala Bandara Sultan Taha Jambi, Dorma Manalu kepada Harian Jambi, Minggu (19/10)  sore mengatakan, hanya ada tiga pesawat yang berangkat Minggu (19/10) pagi. “Tiga pesawat yang berangkat dari Bandara STS Kota Jambi Minggu pagi adalah pesawat yang nginap di Jambi,” katanya.

Disebutkan, selama satu hari (Minggu) pesawat tidak ada yang mendarat. Hingga pukul 20.00 WIB jarak pandang di Kota Jambi kiat pendek dibawah 1000 meter. Sementara jarak pandang bisa didarati pesawat minimal diatas 1,5 km.

Pengamatan Harian Jambi di Bandara STS Jambi, Minggu (19/10) banyak penumpang yang harus menunggu seharian di Bandara. Mulai normalnya penerbangan sejak Kamis lalu, membuat mereka membeli tiket dengan keberangkatan Minggu (19/10).

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Jambi, Didik Yulianto, Minggu (19/10) mengatakan angka ISPU di Kota Jambi pada pukul 13.00 WIB Minggu sudah dalam kedaadaan tak sehat. “Itu info dari BMKG, kalau ISPU sudah tak normal,” katanya.

Hujan Buat Kabut Asap Semakin Tebal

Sementara hujan deras yang mengguyur Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Provinsi Jambi Sabtu malam dan Minggu dini hari membuat lahan gambut yang terbakar di Kabupaten Muarojambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Barat menambah asap pekat.

Pantauan Harian Jambi, Minggu (19/10) sore, asap dari kebakaran lahan dan hutan masih menyelimuti Kota Jambi semakin tebal. Ketebalan asap membuat warga bernafas agak sesak.

Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Bahar Abdullah kepada wartawan di Jambi, Minggu (19/10) sore menjelaskan, kabut asap kembali menebal. Asap masih tetap akan menyelimuti Jambi jika lokasi kebakaran lahan dan hutan di Jambi, Sumatera Selatan dan Riau itu tidak padam total.


Supaya seluruh kebakaran lahan dan hutan di tiga daerah itu padam total dan asap menghilang, minimal hujan harus turun dua hari berturut-rurut. (lee) 

No comments: