.

.
.

Senin, 20 Oktober 2014

Jokowi Serahkan Potongan Tumpeng Pertama ke Sopir Taksi Perempuan


Jakarta - Presiden Jokowi melakukan potong tumpeng nusantara. Potong tumpeng dilakukan usai digelar doa bersama yang dipimpin KH Hasyim Muzadi.


Di Monas, Jakarta, Senin (20/10/2014) Jokowi memotong tumpeng yang pertama. Dia memotong tumpeng yang bumbunya berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

Potongan tumpeng pertama itu dia serahkan ke Siti Buqiyah, sopir taksi perempuan yang memiliki dua anak. Mugiyah adalah orangtua tunggal.

Buqiyah, perempuan asal Petukangan, Jaksel, ini kemudian curhat kepada Jokowi. Dua anaknya juga naik ke panggung dan menyalami Jokowi. Kemudian ibu dan dua anak ini berfoto bersama Jokowi.

Setelah Buqiyah, potongan tumpeng selanjutnya diberikan kepada tiga ibu dari Papua yakni Mama Yuliana, Mama Mirya dan Mama Daufian. Potongan tumpeng selanjutnya diberikan kepada Monica Josephine yang memenangkan medali emas olimpiade fisika internasional.

Pertama Kali Masuk Istana, Warga Papua: Ini Sejarah Baru Kami dari Jokowi


Warga Papua
Istana Presiden yang biasanya tampak hening dan tak tersentuh masyarakat, sepanjang siang hari ini menampilkan kondisi yang berbeda. Pasca Joko Widodo dilantik sebagai Presiden, ribuan masyarakat mulai dari yang bersandal jepit hingga berjas, bebas masuk ke dalam istana.

Salah satunya adalah beberapa orang yang berangkat dari Provinsi Papua. Salah seorang kepala suku di Papua, Lenis Kogoya, mengatakan pengalaman memasuki Istana Presiden adalah yang pertama kalinya.

"Kami tak pernah injak Istana Presiden, tapi saya duduk sampai antar Jokowi ke dalam Istana baru saja terjadi," kata Lenis Kogoya usai keluar dari Istana Presiden, Senin (20/10/2014).

Kogoya yang merupakan ketua lembaga adat masyarakat Papua, masuk istana bersama 3 orang rekannya yang tampak kompak mengenakan asesoris di kepala berupa burung Cendrawasih dengan bulu kuning dan cokelat.

"Kami orang Papua sebelumnya merasa disisihkan, terbelakang, sekarang kami dengan kepemimpinan Jokowi, kami berada terdepan. Ini sejarah baru dan kami bisa masuk istana," lanjutnya.

‎Menurut Kogoya, Jokowi sejak kampanye Pilpres memang sudah menunjukkan perhatian bagi warga Papua. Hanya Jokowi kandidat capres yang datang ke tanah Papua.

"Saya yakin pembangunan ke depannya, Jokowi tetap bawa kami terdepan. Untuk itu saya pesan masyarakat Papua yang di hutan, di gunung, mari kita gendong Bapak Presiden Jokowi. Lima tahun jangan sampai kita sia-siakan," ujarnya.

‎"Jadi kalau mau pembangunan di Papua, harus ada keamanan. Kemudian suku, marga, pribadi, jaga. Selama ini ada OPM, gerakan itu kami kepala suku tanggungjawab amankan situasi di Papua. Kami bersama Papua," imbuhnya.(dtk/lee)

Tidak ada komentar: