.

.
.

Wednesday, 16 April 2014

Menikmati Pesona Danau Toba di Desa Tongging Karo



Melongok Pesona Danau Toba (3)

Panorama Danau Toba di Desa Tongging. Foto Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih)
Danau Toba sangat dekat dengan 11 kabupaten dan kotamadya di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang berada di sekitar Danau Toba. Diantaranya Kabupaten Simalungun, Karo, Tobasa, Samosit, Tapanuli Utara dan lainnya. Danau Toba juga bisa dijangkau dengan mudah dari Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu lewat Kota Pematang Siantar dan Berastagi.

ROSENMAN M, Jambi

Di daerah Kabupaten Karo, Danau Toba bisa dinikmati di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo yang berbatasan dengan Kabupaten Simalungun. Kalau dua edisi sebelumnya Harian Jambi menyajikan tulisan Pesona Danau Toba di Haranggaol dan Garoga Tigaras Kabupaten Simalungun, kali ini menikmati Pesona Danau Toba di Desa Tongging dan obyek wisata pendukung lainnya.


Air Terjun Sipiso-piso yang lokasinya terletak di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatra Utara.  Gambar diabadikan Kamis 10 April 2014. Foto Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih)

Baru-baru ini Harian Jambi melakukan perjalanan di sekitar Danau Toba di Desa Tongging dan obyek wisata Air Terjun Sipiso-piso dan Simalem Resort.  

Menikmati liburan di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Kabupaten Karo, memiliki daya tarik tersendiri.  Desa yang  berlokasi di sebelah ujung utara Danau Toba ini,  ternyata menyimpan beragam potensi  wisata alam.

Panorama indah di kawasan sekitar Desa Tongging mayoritas dihuni empat suku Batak yakni Karo, Toba, Simalungun dan Pak-pak). Desa Tongging bagian dari pesona Danau Toba di Kabupaten Karo. Kini Danau Toba di Desa Tongging belum banyak diketahui wisatawan, khususnya turis domestik.

Desa yang berjarak sekitar 42 Km dari kota Berastagi tersebut, hanya dikenal dengan panorama kawasan Danau Tobanya. Namun  sejak empat tahun
  belakangan sudah mulai dimasuki pecinta wisata Dirgantara (udara) dan Tirta (air).

Untuk menuju kawasan Tongging bukanlah merupakan hal  yang sulit, khususnya bagi wisatawan lokal Sumatera Utara sekitarnya. Bila hendak pergi berlibur, wisatawan yang tidak memiliki kenderaan pribadi, dapat memilih beberapa  angkutan AKDP di Terminal Pinang Baris atau kawasan Padang Bulan, Medan yang menuju Berastagi/Kabanjahe, dengan ongkos Rp 10.000 (Berastagi-Medan) dan Rp 15 ribu (Kabanjahe).

Tiba di Berastagi, menyambung angkot LIN Tongging di kawasan terminal, dengan ongkos Rp 12 ribu per orang.  Apabila via Kabanjahe, wisatawan dapat memilih angkutan ke Tongging dari dua  tempat. Satu di kawasan Kabanjahe Plaza dan di kawasan Zentrum, dengan  ongkos Rp 10.000.

Air Terjun Sipiso-piso


Air Terjun Sipiso-piso yang lokasinya terletak di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatra Utara.  Gambar diabadikan Kamis 10 April 2014. Foto Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih)

Sebelum tiba di Desa Tongging, wisatawan dapat menikmati panorama kawasan Danau Toba dan pemandangan Air Terjun Sipiso-piso (7 Km sebelum Tongging). 

Air Terjun Sipiso Piso berada tidak jauh dari tepi Danau Toba bagian utara dengan ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut (dpl) dan dikelilingi oleh bukit yang hijau karena
ditumbuhi hutan pinus, (sumber: https://sites.google.com/site).

Ketinggian air terjun ini berkisar 120 meter sehingga dinobatkan sebagai air terjun tertinggi di Indonesia. Nama Sipiso-piso berasal dari piso yang artinya pisau. Derasnya air-air yang berjatuhan dari bukit berketinggian di atas seratus meter ini diumpamakan layaknya berbilah-bilah pisau yang tajam. 


Air Terjun Sipiso-piso yang lokasinya terletak di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatra Utara.  Gambar diabadikan Kamis 10 April 2014. Foto Rosenman Manihuruk (Asenk Lee Saragih)

Selain itu, jurang yang curam jika dilihat dari puncak bukit membuat orang setempat menyebutnya piso dari Tanah Karo.   Lokasi Terletak di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatra Utara.  

Kecamatan ini berada sekitar 24 km dari Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. Sedangkan jarak air terjun ini dari Kota Brastagi sejauh 35 km atau  hanya memerlukan sekitar 45 menit dari Kota Medan. Peta dan Koordinat GPS: 2° 54' 38.30" N  98° 32' 0.76" E. 

Aksesbilitas Mudah

Untuk menuju Air Terjun Sipiso-piso dan Desa Tongging dari Brastagi, arahkan perjalanan ke Kota Parapat, Kabupaten Simalungun. Tak jauh setelah melewati Kota Kabanjahe, perhatikan jalan dengan teliti dan temukan tanda untuk menuju air terjun ini. Obyek wisata itu juga bisa ditempuh dari Kota Siantar.

Setelah berbelok ke kiri, ikuti jalan ini hingga menemukan pemandangan pesona Danau Toba. Di danau ini pengunjung bisa singgah sebelum meniti jajaran anak tangga yang melintasi lereng perbukitan di tepi Danau Toba. Ini yang merupakan satu-satunya jalan aman bagi wisatawan.

Jika menggunakan kendaraan umum dapat menggunakan bus dari terminal pusat kota  Medan dengan trayek Kabanjahe. Waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam. Setelah sampai di Kabanjahe dilanjutkan 24 km ke arah utara jalur menuju Danau Toba hingga sampai di Desa Tongging.  Waktu yang dibutuhkan sekitar 30 menit berkendara. 

Desa Tongging


Desa Tongging

Umumnya, sebelum menuju desa yang saat ini banyak dipenuhi keramba ikan  nila dan mas (ternak warga) sehingga sangat mengesankan.

Masuk kawasan Panorama  Air Terjun dan Desa Tongging merupakan satu paket perjalanan. Wisatawan  per orangnya hanya dikenakan tarif seribu lima ratus rupiah (Rp 2500). Jangan khawatir jika menempuh perjalanan dari luar kota karena di kawasan desa itu sudah banyak penginapan.

Harga per malamnya juga cukup terjangkau. Sesuai penuturan Reception, Wisma Sibayak Tongging, Edi Sinaga, pihaknya hanya mengenakan tarif per malam Rp75 ribu bagi kamar standart, ukuran 5X5 meter, dan Rp100 ribu untuk kamar yang lebih luas (7X5meter). “Fasilitas tidak jauh berbeda, hanya ukuran luasnya saja,” ujar Edi. Jika turis tidak berminat tinggal di kamar penginapan, pihak wisama juga menyediakan areal camping ground.

Bicara kuliner, wisatawan tidak perlu khawatir. Sejumlah rumah makan dengan sajian label halal, ada hadir di pinggir bibir pantai dengan sajian ikan mas dan  nila panggang. Harga kulinernya juga sangat terjangkau. Bayangkan jika makan untuk porsi 4 orang dewasa dengan ikan bakar nila tiga ekor, sayur dan nasi hanya dibadrol Rp 150 ribu rupiah. Harga yang murah bukan?

Menurut data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Karo, jumlah pengunjung  ke kawasan Tongging sebanyak 89.845 orang (tahun 2007), 102.200 orang (tahun 2008), 116.042 orang (tahun 2009), dan 57.475 (hingga Mei 2010), dan tahun 2013 mencapai 150.450 pengunjung. Jumlah wisatawan di Desa Tongging semakin bertambah tiap tahunnya.

Sedangkan pelaku wisata setempat, Dikson Pelawi mengatakan, sejumlah pelaku  wisata Tanah Karo bertekad menjadikan kawasan Tongging sebagai   lokasi bagi pecinta olah raga para layang. Hal itu  menjadi target dikarenakan letak geografis Tongging yang  dianggap cukup potensial.

“Belum lama ini kami menggelar Kejuraan Para Layang Sitopsi Open I (Sipiso-piso, Tongging, Paropo, Sobolangit), diramaikan oleh 81 orang penerjun. Inilah langkah awal kemajuan dunia dirgantara kepariwisataan Tanah Karo ke depannya,” kata Dikson Pelawi.

Jika dijadikan lokasi pecinta Para Layang sangat bagus karena posisi take off penerbang yang terdiri dari tiga lokasi, 1540 DPL, 1300 DPL dan 1300 DPL, membuat penerjun lebih lama di udara dan disuguhi pemandangan indah kawasan perbukitan dan Danau Toba.

Kesan Pengunjung

Seorang pengunjung Desa Tongging, Franta Ginting Munthe mengatakan, keindahan Panorama Danau Toba di Desa Tongging memang sangat menjakjubkan dan sungguh luar biasa.

“Bagi yang sudah pernah kesana pasti mengakuinya dan bagi yang belum pernah tidak perlu diragukan segeralah kesana. Saya kira apabila promosinya tetap dilakukan dengan gencar dan diikuti peningkatan infra infrastuktur dan fasilitas yang memadai pasti dalam waktu singkat wilayah Alam Tongging dan sekitarnya akan menjadi salah satu tujuan wisata yang utama di Karo, Sumut,” kata Franta Ginting Munthe.

Kata Franta Ginting Munthe, sudah merupakan “wajib dikunjungi” oleh wisatawan dan pencinta keindahan alam dan olah raga yang berkunjung ke Sumatera Utara. Karena sisi Utara Danau Toba itu mempunyai banyak nilai plus dibandingkan sisi lainnya.

Ada Air Terjun Sipisopiso, ada Gunung Sipisopiso, pinggiran pantai Danau Toba dengan aliran sungainya” Desa Tongging Simalem ” yang sarat dengan budaya dan nilai sejarah mengenai penyebaran merga Munthe dan Manik ke wilayah sekitarnya.

Selain hal tesebut wisata Tongging akan menjadi satu paket yang saling bersinergi menarik wistawan dengan tujuan wisata lain disekitarnya seperti Taman Simalem Resort, Taman Wisata Iman dan Taneh Karo Simalem secara Umum.

Semoga Pemda Karo dan Pemda Sumut segera tanggap dan mempunyai program khusus untuk meningkatkan tingkat kunjangan wisatawan ke Sumut pada umumnya dan ke Tongging khususnya. Semoga!!!
Anak tangga menuju Air Terjun Sipiso-piso.  Setelah itu, untuk menjelajahi keelokan alam
Sipiso-piso dari dekat, Anda harus menyusuri punggung bukit melalui ratusan anak tangga kecil ang telah disediakan untuk turun dan mendekati air terjun tersebut.

Jajaran anak tangga yang telah dipersiapkan itu merupakan jalan utama yang aman untuk sampai di bawah, Anda dapat memandang ke arah bukit-bukit kecil yang ada di hadapan Anda. Ketakjuban Anda akan tingginya bukit-bukit tersebut akan dibarengi dengan suara gemuruh percikan ribuan butiran air yang memantul dari titik jatuhnya air. 

Fasilitas dan Akomodasi

Penginapan dapat ditemukan  di Desa Tongging, Simalem Resort yang berada di puncak bukit Desa Tongging atau di Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. Selain itu, bila  ingin mencari kenang-kenangan atau suvenir berbagai penjaja suvenir khas Tanah Karo di kawasan wisata ini.

Di dalam resort agrowisata yang mewah dan sejuk ini, Anda dapat melihat pemandangan yang luar biasa indah Danau Toba. Banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri yang sudah bolak-balik kesana dan tak jarang yang berdecak kagum atas keindahan panoramanya.

Kita akan menginap dua malam disini untuk mendapatkan hasil foto sunset dan sunrise yang bervariasi dan maksimal. Selain itu kita akan jalan-jalan ke air terjun kembar dan menikmati alam perkebunan yang sangat indah. Suhu 20-25 derajat. Jangan lewatkan jalan-jalan ke Danau Toba Desa Tongging Karo!!.(*/lee) (HARIAN JAMBI EDISI RABU PAGI 16 APRIL 2014)

FOTO-FOTO ROSENMAN MANIHURUK (ASENK LEE SARAGIH)












Danau Toba dipandang dari Semalem Resort Karo.





Ela br Manihuruk asal Kota Bandung saat menikmati Pesona Danau Toba di Desa Tongging. Foto Asenk Lee Saragih HP 0812 747 7587


No comments: