.

.
.

Wednesday, 24 October 2012

Diknas Curiga Ada Oknum Pejabat Bermain Soal Penerima Beasiswa

Jambi, BATAKPOS

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Idham Kholid mencurigai ada oknum bawahannya yang terlibat sebagai “calo” dalam tahapan-tahapan seleksi penerimaan beasiswa di Diknas Provinsi Jambi. Bahkan dirinya sudah pernah menemukan sindikat “percaloan” oleh sekelompok bawahan di Diknas terkait penerima beasiswa. Sekelompok oknum PNS itu kini dinonjobkan dari jabatan semula.

Pihak Diknas Provinsi Jambi sudah menggagalkan 400 lebih calon penerima beasiswa. Ini dikarenakan, mahasiswa S1,S2 dan S3 itu sudah menerima beasiswa di tempat lain. Tapi nyatanya masih ada yang kecolongan. Kadiknas Provinsi Jambi juga pernah menemukan sekelompok oknum bawahan yang terlibat jadi “calo” dalam penerima beasiswa.

Meskipun demikian, masih ada satu tahapan lagi yang belum dilalui mahasiswa ini. Yakni penandantanganan pakta intergritas dan surat pernyataan. “Ini dilakukan ketika akan pencairan nanti, mereka harus menandatangani itu dulu,” ujar Idham Kholid, Sabtu (20/10).

Pengumuman nama-nama penerima beasiswa di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang menuai polemik, akhirnya diklarifikasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Klarifikasi ini terkait pernyataan Ketua UKGP3 yang menjadi ketua tim seleksi penerimaan beasiswa, Suaidi Asari.

Sebelumnya, Suadi menyatakan, dikecualikan untuk S3, diperbolehkan menerima beasiswa dari dua tempat atau ganda. Asisten I Setda Provinsi Jambi, Kailani menyatakan, sesuai perintah Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) tidak dibenarkan adanya penerima ganda.

“Ini berlaku untuk semua penerima beasiswa, mulai dari S1,S2 dan S3. “Baik itu di dalam maupun di luar negeri,” jelas Kailani.

Kata Kailani, tujuannya agar jangkauan penerima beasiswa lebih luas. Karena itu, beasiswa di Disdik Provinsi Jambi hanya boleh diterima oleh mahasiswa yang belum pernah mendapatkan beasiswa dari institusi atau donatur manapun.

“Tentu akan lebih dibutuhkan mahasiswa yang belum pernah mendapatkan beasiswa dari manapun. Kita akan lakukan verifikasi kembali, terhadap kemungkinan penerima beasiswa tahun ini yang pernah atau juga menerima bantuan dari intitusi atau donatur lain,” janjinya.

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi kini memperketat seleksi dan persyaratan penerima beasiswa. Diknas kini mengundang seluruh penerima beasiswa datang ke kantor diknas guna menandatangani surat pakta integritas. Dalam surat tersebut dinyatakan penerima beasiswa tidak sedang menerima beasiswa lainnya. RUK

No comments: