Jambi, Batak Pos
Proyek perbaikan infrastruktur di Provinsi Jambi banyak dikerjakan asal jadi karena dikejar akhir tahun Desember 2011 sebagai waktu penyelesaian proyek. Banyak pekerjaan atau proyek yang terindikasi dikerjakan asal jadi. Dinas PU Provinsi Jambi diminta melakukan pengecekan ke lapangan akan kualitas proyek tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Gusrizal, Rabu (7/12) mengatakan, proyek-proyek yang dilaporkan ke DPRD tersebut terindikasi dikerjakan asal-asalan saja tanpa memenuhi standar dan ketentuan yang sudah ada.
“Akhir tahun ini adalah finalisasi proyek dan yang belum selesai jelas dikerjakan asal-asalan saja untuk mengejar target. Proyek-proyek yang terindikasi asal-asalan tersebut memiliki nilai kontrak yang tinggi yakni berada pada kisaran Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar,”katanya.
Di antara laporan yang masuk ke komisi 3 tersebut adalah proyek pengaspalan jalan yang dilakukan sewaktu hujan yakni Jalan Lingkar Barat dan Selatan Kota Jambi. Kemudian proyek jalan provinsi di Sarolangun, Merangin, Kerinci, Muarabungo dan Batanghari.
Komisi III DPRD sendiri mengaku selain sudah memverifikasi laporan yang masuk, mereka juga sudah menghubungi pihak PU (Pekerjaan Umum). Dari pertemuan mereka disepakati akan segera turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran laporan tersebut.
“'Kesepakatan kita jika memang indikasi pengerjaan proyek asal-asalan hanya untuk mengejar target terbukti, maka perusahaan tersebut di-black list. Koordinasi dengan pihak PU sudah dilakukan dan mereka sudah menjadwalkan turun ke lapangan secepat mungkin. Berdasarkan laporan indikasi proyek asal-asalah tersebut tersebar di Kabupaten Tanjabtimur, Tanjabbarat, Kerinci dan daerah-daerah pinggiran Jambi,”katanya. RUK
0 Komentar