.

.
.

Sabtu, 02 Desember 2017

Sahat Sahala Kritik Tulisan Wartawan Miskin Data

Para pemenang dan dewan juri Lomba Karya Tulis Jurnalistik 2017 yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (Dok Biro Humas dan Protokol Setda Jawa Barat)
BERITAKU-Dosen senior Program Studi Ilmu Jurnalistik Universitas Padjadjaran (Unpad) Sahat Sahala Tua Saragih mengkritik karya jurnalis peserta Lomba Karya Tulis Jurnalistik 2017 yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat miskin data.

"Terus terang saya mengatakan laporan teman-teman yang ikut lomba ini miskin data lapangan. Hampir semua tidak ada liputan objek dan komprehensif, hampir semua mengandalkan keterangan narasumber semata tidak digali lebih lanjut," kata Sahala saat memberikan sambutan pada Malam Anugerah Karya Jurnalistik 2017 bertajuk "Geliat Pembangunan di Jawa Barat" yang bertempat di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (30/11) malam.

Sahala yang dijuluki sebagai Dosen Legendaris oleh civitas akademik Unpad ini selalu menekankan kepada mahasiswanya agar menjadi wartawan yang kaya akan data saat meliput berita ke lapangan agar karya jurnalistik terbaik dan berdampak bagi pembacanya.

"Kalau liputan kita kaya akan data maka hasilnya akan kaya juga, bagus dan sebaliknya jika hasil liputan kita miskin data hasilnya tidak akan jadi apa-apa. Saya yakin teman-teman yang ikut lomba karya tulis ini `kaya` tapi sayangnya karena faktor apa atau tertentu teman-teman akhirnya melaporkan infrastuktur di Jabar secara skeptis," kata dia.

Ia menyontohkan dari 17 karya jurnalistik yang terpilih dalam lomba tersebut hanya ada tiga tulisan jurnalis yang mengartikan infrastruktur secara luas dan sisanya yakni 14 karya jurnaliatik mengartikan infrastruktur secara sempit atau sebatas pembangunan fisik/infrastruktur.

"Padahal infrasturktur itu artinya luas bukan hanya tol, bandara, pelabuhan atau terkait pembangunan fisik lainnya. Dari 17 tulisan yang kami nilai hanya satu tulisan infrastruktur yang terkait dengan bidang kesehatan dua terkait dengan bidang pertanian," kata dia.

Oleh karena itu, ia berharap para wartawan saat ini dapat senantiasa memperkaya diri dengan data-data sebelum melakukan peliputan ke lapangan dan memperbanyak literasi dengan cara membaca.

Sementara itu Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Netty Heryawan yang mewakili Gubernur Jawa Barat pada Anugerah Karya Jurnalistik 2017 bertajuk "Geliat Pembangunan di Jawa Barat" mengapresiasi atas kerjasama yang dilakukan Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan LKBN ANTARA yang telah menggagas acara penganugerahan ini, dengan melibatkan teman-teman jurnalis/wartawan media cetak.

Karena menurutnya dalam lomba ini jurnalis diberi kesempatan untuk bisa memotret dan melihat dari sudut pandang lain tentang pembangunan di Jawa Barat yang sedang berlangsung.

"Peran pers di Jawa Barat selama ini sangat sifgnifikan dalam ikut serta memberikan pembelajaran kepada masyarakat dan aparat pemerintah di daerah," kata Netty.

Ia mengatakan hal ini tentu merupakan bukti bahwa pembangunan yang kita lakukan tidak cukup hanya kita koordinasikan dengan teman-teman di daerah, bupati/wali kota di daerah tapi juga harus melibatkan para jurnalis dari berbagai media massa mengingat media memiliki kemampuan untuk menyebarluaskan informasi tentang capaian pembangunan di Jawa Barat.

"Dan terbukti dari 10 tulisan itu ada banyak hal yang positif yang diberitakan termasuk juga mudah-mudahan ini menjadi salah satu feedback bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tuturnya.

Kegiatan Lomba Karya Tulis Jurnalistik ini dilaksanakan melalui metode seleksi dari tanggal 21-22 November 2017, sehingga menghasilkan pemenang yang sesuai dengan tema. karya tulis jurnalistik yang masuk sebanyak 46 karya dari 31 wartawan di 24 media cetak dan online.

Mengingat pentingnya peran media untuk mengetahui implementasi program pembangunan di lapangan, tak lupa Netty pun memberikan masukan agar dilain waktu ajang ini bisa terlaksana dengan lebih baik lagi.

Menurut dia hal ini dianggap penting karena peran pers sangat signifikan dalam membentuk opini publik dan juga karya jurnalistik yang dihasilkan juga dapat menjadi ujung tombak penyebaran informasi untuk menghasilkan karya tulis yang berkualitas mengenai laju pembangunan serta potensi Jawa Barat secara luas.

"Ada masukan yang harus diperhatikan bagi penyelenggaraan lomba ini pada tahun berikutnya bahwa ke depan tulisan-tulisan itu harus disertai dengan data yang akurat, ada konfirmasi ilmiah dari pendapat satu dengan yang lainnya dan kemudian diikat dengan rekomendasi para akademisi," katanya.

"Jadi tulisan itu betul-betul memiliki bobot. Sehingga betul-betul akan menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas pembangunan yang sedang diselenggarakan," ujarnya.(Sumber: https://jabar.antaranews.com)

Tidak ada komentar: