.

.
.

Jumat, 12 Juni 2015

Pdt Dr Martin Lukito Sinaga Calon Kuat Sekjen GKPS

Pdt Dr Martin Lukito Sinaga
BALAIBOLON-Salahkah pengamatan ini, bahwa kebanyakan Sekjen GKPS ‘diam’ dan ‘terkunci’ dibawah otoritas Ephorus. Ingatan saya akan Sekjen GKPS yang produktif (hanya) Pdt HM Girsang?
Maka tadi malam saya bermimpi, sosok Pdt Dr Martin Lukito Sinaga sebagai Sekjen GKPS. Totok, begitu nama panggilan kecilnya, anak yatim piatu. Ayahnya adalah Pdt Husin Sinaga yang rendah hati, dan Ibunya Pdt Debora yang memukau, Ibu semua orang.

Salahkah jika ibunya Totok orang Cina peranakan, dan mertua perempuannya dari Boru Purba Pakpak adalah orang Dayak Ngaju? Sama sekali tak salah. Mungkin itu yang mendorong Totok menjadi ‘manusia pasca,’ hidup lokalnya betransformasi ke lingkungan nasional dan melompat ke dunia internasional.

Malang melintang dalam dunia akademis- theologia dan filsafat. Menulis di banyak media, berceramah di berbagai aras, dan aktif dalam forum perkumpulan antar iman - antar bangsa. 

Jika Pdt Dr Martin Sinaga menjadi Sekjen, maka mimpi saya ia akan mengembangkan dan memperkuat organisasi GKPS; meluruskan kembali ajaran GKPS, menempatkan pejabat gerejawi berdasar prinsip selektif-kualitatif, membenahi manajemen keuangan (termasuk urusan kesejahteraan/pensiun pendeta), membuat lembaga pelayanan lebih berfungsi (Pelpem, Panti Karya, Panti Asuhan, Asrama, Rumah Sakit), dlsb.

Ia selalu mengatakan, ‘Saya Sinaga dan kita Simalungun, so what gitu ..?’

Menjadi GKPS dan Simalungun saja baginya tak cukup, harus ada loncatan besar. Pasti Totok akan membukakan jendela GKPS untuk melihat dunia yang inklusif, berelasi dan pemberi solusi dari dunia bersama yang dimandatkan Tuhan, bersama agama-agama dan manusia sesama yang lain, tanpa batas.

Tentu saja Dr Martin Lukito Sinaga tak lupa akan ungkapan ini : “Sin Raya Sin Purba, Sin Dolog Sin Panei. Na ija pe lang muba, Asalma marholong ni atei.” Pesannya, 'Siapa pun tak ada bedanya, sepanjang ia Pengasih.’

(Di GKPS ‘awak ini apalah,’ bukan Syamas dan bukan Sintua. Tapi syukur kepada Tuhan bahwa saya masih boleh bermimpi dan terbangun dari tidur … Selamat pagi Siantar. Selamat ber-Sinode Bolon GKPS). (Sumber FB: Marim Purba)

Tidak ada komentar: