.

.
.

Selasa, 28 Oktober 2014

Walikota Jambi Ajak Wartawan "Melancong" Ke Singapura

Walikota Jambi Syarif Fasya.FT Lee

Sementara Humas Abaikan Tagihan Media Ratusan Juta

JAMBI-Walikota Jambi Syarif Fasya bersama Jajaran Humas Kota Jambi mengajak sejumlah wartawan liputan Kota Jambi “melancong” ke Singapura. Kegiatan yang dibungkus dengan “Pres Tour” ini sangat ironi disaat Pemerintah Kota Jambi melalui Humas Kota Jambi masih menunggak pembayaran biaya publikasi dan langganan media hingga Ratusan Juta Rupiah.

“Kegiatan Pres Tour atau melancong ala Fasya ini, kurang etis disaat tunggakan Pemkot Jambi terhadap sejumlah media belum direalisasikan. Sejumlah media kini sudah mengeluh karena biaya pemuatan kegiatan Walikota Jambi dan jajaran dari bulan Mei hingga Oktober ini belum juga bisa dicairkan,” kata RM, seorang wartawan di Jambi kepada Harian Jambi, Senin (27/10). 

Menurut RM, kegiatan pres tour ini dinilai mubajir karena tidak berdampak positif terhadap publikasi pembangunan Kota Jambi. “Ini hanya kegiatan jalan-jalan atau melancong saja. Sejumlah wartawan yang ikut juga bukan wartawan yang berkompeten dalam menuliskan berita-berita pembangunan Kota Jambi, “ ujar RM tanpa merinci siapa wartawan tersebut.


Kata RM, kegiatan pres tour ini bisa saja dilakukan, namun dengan hasil yang positif dan tanpa ke luar Negeri. “Studi banding di dalam negeri juga tak kalah dengan luar negeri seperti Singapura. Mereka pres tour, namun utangnya masih menumpuk kepada media. Inikan ironi namanya,” ujara RM.

Kabag Humas Pemerintah Kota Jambi, Yasir SE saat dikonfirmasi Harian Jambi, Senin (27/10) mengatakan, Walikota Jambi Syarif Fasya mengajak sejumlah wartawan liputan Kota Jambi ke Singapura, transit Batam. 

“Walikota mengajak semua wartawan yang ikut harus menyeberang ke Singapura. Jadi semua wartawan yang ikut harus memiliki paspor. Acara pres tour ini sekaligus ingin membuka wawasan jurnalis terhadap suatu tata kota dan negara maju,” katanya.

Saat ditanya soal tudingan hutang Humas Kota Jambi terhadap media, kata Yasir memang prosedur administrasi di keuangan cukup alot dan lambat. Kata dia, administrasi harus dilakukan hati-hati karena harus meminimalisir kesalahan administrasi.

“Dana pemberitaan itu memang belum cair, karena administrasinya lambat. Kalau kelengkapan administrasi dari kita sudah lengkap, tinggal pemeriksaan di bagian keuangan,” ujarnya.

Sementara penelusuran Harian Jambi di Humas Kota Jambi, lambatnya pencairan dana publikasi Pemkot Jambi akibat kurang profesionalnya pihak ketiga yang menangani tagihan media di Humas Kota.

Karena sejumlah media yang berlangganan di Humas Kota Jambi atas nama rekanan, sehingga pembayaran dilakukan secara global dengan menunjukkan bukti-bukti media yang terbit. Sedangkan untuk biaya peliputan berita (sociaty dan advertorial) hal itu langsung ditangani oleh Humas Kota Jambi. (lee) 
  

Tidak ada komentar: